Ulasan Ponsel Microsoft Lumia 535 Dual SIM

Microsoft, sebagai perusahaan yang mengakuisisi Nokia, mengeluarkan produk ponsel pertama yang menghilangkan identitas “Nokia”, yaitu Microsoft Lumia 535. Jadi, tidak perlu bingung mengapa dulu ada istilah ‘Nokia Lumia’, namun nama Lumia sendiri sekarang tidak disandingkan dengan ‘Nokia’.

Microsoft Lumia 535

Pertengahan Desember 2014 ini, saya memutuskan untuk membeli Lumia 535. Produk Lumia 535 ini saya beli melalui pre-order di Blibli dan saat itu saya mendapatkan penawaran harga sekitar Rp 1.250.000,00 (pembayaran menggunakan kartu kredit). Saya memang cukup lama tidak menggunakan produk Nokia Lumia/Microsoft (sekarang Microsoft Lumia). Sehari-hari, saya sendiri menggunakan produk Apple (iPhone 5, iPad 3, dan MacBook Pro 15″ Retina Display), dan juga OPPO (OPPO R819). Jadi, secara sistem operasi di ponsel, saya sehari-hari menggunakan iOS dan Android.

Spesifikasi dan Disain

Untuk spesifikasi, saya tidak akan terlalu membahasnya disini. Ulasan lengkap tentang spesifikasi teknis Lumia 535 bisa dilihat langsung di situs Microsoft. Beberapa informasi singkat tentang spesifikasi dasar yang mungkin perlu dilihat adalah:

  • Mendukung dual SIM
  • Ukuran layar 5 inchi
  • Sistem operasi: Windows Phone 8.1 (Lumia Denim)
  • Kamera utama dan kamera depan dengan resolusi 5 MP
  • Dimensi: panjang: 140,2 mm, lebar: 72,4 mm, tebal: 8,8 mm, dan berat: 146 gram
  • Resolusi layar: qHD (960 x 540)
  • RAM: 1 GB
  • Memory internal: 8 GB. Dapat ditambah dengan MicroSD sampai dengan 128 GB.

Pilihan warna cukup beragam sesuai dengan selera yaitu hitam, putih, oranye, hijau, dan biru. Saya sendiri memilih warna oranye. Untuk finishing material casing adalah dengan finishing glossy. Secara disain, saya menyukainya. Walaupun dari sisi ukuran bukanlah yang paling kecil, dan paling tipis, namun secara keseluruhan dari sisi disain tidak mengecewakan. Paling tidak, masih cukup nyaman untuk dipegang dengan satu tangan. Untuk yang berjari agak pendek, mungkin akan terasa agak kurang nyaman dengan dimensi yang ditawarkan.

Untuk kegiatan mengetik, saya merasakan tetap akan terasa lebih nyaman dengan menggunakan dua tangan.

Di bagian sisi sebelah kanan, ada dua buah tombol yaitu tombol ‘Power’ dan ‘Volume’ dan saya senang dengan kesan ‘clicky’ dari kedua tombol ini. Di bagian atas ada slot untuk headset 3.5mm dan micro-USB port untuk pengisian baterai ada di bagian bawah.

Lumia 535 Body

Secara material bahan, kualitas sekilas juga tidak mengecewakan. Walaupun dengan harga yang menurut saya murah (harga resmi kalau tidak salah akan ditawarkan dibawah dua juta rupiah, dan bisa lebih murah dengan promo dengan beberapa rekanan), namun secara kualitas masih terasa sangat baik.

Kartu SIM dan juga MicroSD dapat dipasang dan mudah untuk diganti, karena penempatan yang cukup rapi didalamnya. Ponsel lain mungkin membutuhkan alat tambahan untuk mengeluarkan kartu SIM atau MicroSD, namun casing di Lumia 535 ini cukup mudah untuk dilepas untuk kebutuhan tersebut.

Lumia 535 SIM and MicroSD slots

Dilengkapi dengan kapasitas baterai 1905 mAh, ponsel ini dapat dipakai seharian dengan aktivitas normal. Bahkan, ponsel ini diklaim dapat memiliki waktu standby maksimal 23 hari, dan waktu bicara sampai 13 jam dalam jaringan 3G.

Sistem Operasi Windows Phone 8.1 (Lumia Denim)

Secara prinsip, sistem operasi memberikan dibuat untuk memberikan fleksibilitas atau pengaturan sehingga dapat memberikan kebebasan bagi pengguna. Pada bagian “Settings” atau Pengaturan, pilihan cukup banyak. Fitur panel notifikasi juga dapat diakses untuk memberikan jalan pintas ke aksi yang sering banyak dipakai seperti menyalakan/mematikan Wifi, Bluetooth, mengakses kamera, atau mengatur tingkat kecerahan (brightness). Termasuk juga untuk menampilkan notifikasi jika ada pesan baru.

lm9172491274124

Windows Phone 8.1 juga memberikan keleluasaan untuk mengatur tampilan Homescreen dengan cukup baik dengan menggunakan konsep “Tile” yang menjadi salah satu identitas sistem operasi ini.

Lumia Denim juga memperkenalkan Cortana. Cortana ini merupakan asisten pribadi sama seperti Siri di iOS. Fitur lengkap tentang Cortana bisa dilihat langsung di situs Microsoft. Bagaimana dengan aplikasi yang berjalan di Windows Phone 8.1? Sebagai pengguna sistem operasi lain, saya memiliki ekspektasi yang mungkin bisa dikatakan “agak manja”. Saya punya pertanyaan untuk saya sendiri, “Apakah aplikasi di Lumia 535 (atau Windows Phone) dapat memberikan pengalaman yang sama dalam keseharian saya menggunakan ponsel melalui aplikasi yang ditawarkan?”. Mungkin Anda juga memiliki pertanyaan yang sama.

Cortana

Performa

Prosesor Qualcomm Snapdragon 200 quad-core 1.2GHz dan 1GB RAM cukup untuk memberikan performa yang baik. Walaupun, kadang menemukan respon yang tidak secepat yang saya harapkan, namun secara umum masih dapat dikatakan cukup baik. Tak jarang pula ketika berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain kadang terasa performa/respon yang tidak begitu cepat.

Ketika mencoba menjalankan Temple Run 2, performa terasa sangat baik. Namun, performa terasa kurang ketika saya mencoba memainkan Candy Crush.

Salah satu yang terasa adalah isu yang sering muncul ketika menggunakan layar sentuh dalam hal presisi dan sensitifitas. Jadi, kadang layar merespon kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tentang isu ini, Microsoft sendiri mengabarkan bahwa akan ada perbaikan untuk isu ini di rilis perbaruan.

Kamera (foto dan video)

Lumia 535 dilengkapi dengan kamera utama dan kamera depan dengan resolusi 5 MP. Resolusi ini cukup untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik, walaupun tidak maksimal. Sebagai pengguna ponsel seri Lumia yang pernah membandingkan kualitas foto dengan lensa Carl Zeiss, hasil foto/video Lumia 535 memang sangat sulit dibandingkan kualitasnya. Hasilnya cukup bagus, tapi tidak bagus sekali (untuk selera atau ekspektasi saya).

Kamera (melalui aplikasi Lumia Camera) memiliki pengaturan yang cukup lengkap untuk membantu menghasilkan kualitas foto yang maksimal. Pilihan pengaturan berikut dapat diatur tersendiri sesuai dengan kebutuhan/preferensi:

  • Flash: On, Off, atau Auto
  • White Balance: Auto, Incandescent, Fluorescent, Daylight, Cloudy dan Shade
  • Focus
  • ISO (maksimal 1600), Shutter Speed, dan Brightness
  • Pilihan aspek rasio adalah 16:9 atau 4:3

Pengaturan diatas adalah untuk mode foto. Sedangkan untuk mode video, pengaturan adalah untuk menyalakan flashlight (senter) sepanjang perekaman video, white balance, dan fokus.

wp_ss_20141223_0004

Dalam mode video, resolusi yang dapat dipilih adalah FWVGA (848×480) atau VGA (640×480). Satu hal yang menurut saya agak kurang adalah tidak adanya fitur untuk digital zoom.

Untuk foto, jika ingin dilakukan penyuntingan, dapat memanfaatkan beberapa aplikasi seperti Adobe Photoshop Express. Lumia sendiri merekomendasikan aplikasi Lumia Creative Studio untuk melakukan penyuntingan foto, dengan fitur yang cukup lengkap. Bagi yang suka selfie, kamera Lumia 535 juga tidak terlalu mengecewakan.

Berikut ini beberapa contoh foto yang dihasilkan oleh ponsel Lumia 535. Foto tidak dilakukan penyuntingan sama sekali, saya hanya melakukan penyesuaian pengaturan ketika mengambil obyek langsung dari aplikasi Lumia Camera. Klik pada masing-masing foto untuk ukuran asli.

WP_20141223_10_00_14_Pro

WP_20141215_19_04_16_Pro

WP_20141223_10_03_01_Pro

Ketika mengambil foto dengan memencet sensor shutter di layar, Lumia 535 tidak begitu responsif. Hal ini terasa pada durasi saat menentukan fokus, mengambil gambar, kemudian bagaimana gambar tersebut diproses untuk disimpan. Hal ini akan cukup terasa ketika ingin mengambil gambar secara cepat. Tapi, jika kita cukup punya waktu bersabar, mengambil posisi dan dapat melakukan pengaturan terbaik sesuai yang kita inginkan, hasil jepretan kamera tentu akan bisa lebih baik.

Aplikasi Pendukung

Ponsel yang saya gunakan sehari-hari banyak saya manfaatkan untuk kebutuhan baik personal maupun menyangkut pekerjaan. Saya banyak berurusan dengan surat elektronik — dari beberapa penyedia layanan email, bertukar pesan melalui aplikasi messaging (WhatsApp, Telegram, BlackBerry Messenger, Skype, dan Google Hangout), membaca berita menggunakan Zite atau Flipboard, browsing, berbagi foto melalui Instagram, dan juga terhubung ke jejaring sosial seperti Twitter atau Facebook.

Seluruh aktivitas diatas cukup mudah saya lakukan di ponsel dengan sistem operasi iOS dan Android. Microsoft sendiri mengklaim bahwa di tahun 2014 ini, ada lebih dari 300.000 aplikasi untuk Windows Phone Store (dengan total gabungan bersama Windows Store total aplikasi lebih dari 500.000 buah).

Windows Phone Store

Saya mencoba menduplikasi aktivitas harian saya di ponsel Lumia. Cukup banyak aplikasi populer (di marketplace seperti Apple App Store atau Google Play) yang tidak saya temui di Windows Phone Store. Microsoft sendiri memiliki cukup banyak aplikasi yang bagus untuk perangkat bergerak (mobile).

Dalam hal mencari aplikasi saya mencoba untuk menggunakan beberapa parameter: aplikasi adalah resmi dari pemilik layanan (atau yang dibuat oleh Microsoft sebagai pemilik produk Lumia), memiliki antar muka yang baik, dan pengalaman pengguna yang mudah (dan menyenangkan).

  •  Aplikasi messaging. Aplikasi seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan Skype tersedia untuk Windows Phone. Namun, saya juga punya dependensi cukup besar untuk menggunakan Google Hangouts. Sayangnya, Google Hangouts belum memiliki aplikasi resmi untuk Windows Phone. Aplikasi seperti Facebook Messenger, LINE, WeChat, Viber, Kik Messenger, dan KakaoTalk dapat diinstal. Namun, saya hampir tidak menggunakannya.
  • Aplikasi sosial. Saya mengkategorikan Twitter, Facebook, Instagram, Google Plus, dan Path sebagai aplikasi sosial. Hampir semua memiliki aplikasi di Windows Phone. Tapi, saya sendiri kurang puas dengan seluruh antar muka dan pengalaman pengguna ketika menggunakannya.
  • Aplikasi bisnis/pekerjaan. Seperti yang sudah saya tuliskan, saya berurusan dengan banyak surat elektronik dalam pekerjaan saya. Aplikasi Mail yang dimiliki oleh Lumia sebenarnya sudah cukup memadahi. Namun, bagaimana surel dikelola dan ditampilan, saya kurang menyukainya. Saya juga banyak bekerja dengan aplikasi lain seperti Dropbox, dan saya masih punya ketergantungan besar terhadap produk-produk dari Google seperti Docs, Sheet, Slides, Hangouts, Google Plus, dan Gmail. Dan, sayangnya aplikasi tersebut kurang terfasilitasi dalam sistem operasi Windows Phone ini.

Walaupun secara umum cukup banyak aplikasi yang tersedia di Windows Phone untuk aplikasi favorit saya, saya masih banyak menjumpai bahwa aplikasi tidak dapat berjalan secara maksimal dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi saya sebagai pengguna.

Namun, sepertinya tidak adil kalau saya tidak menyebutkan aplikasi MixRadio. Sejak awal, aplikasi ini yang sering kali saya gunakan untuk mendengarkan musik. Dan, menurut saya mungkin ini adalah salah satu aplikasi/layanan terbaik Windows Phone. Walaupun, MixRadio baru saja diakuisisi oleh Line.

MixRadio

Aplikasi lain yang menurut saya pantas untuk disebutkan adalah HERE Maps.

Untuk peramban, Internet Explorer berjalan dengan cukup baik dalam me-render halaman. Karena menggunakan perangkat bergerak, maka untuk halaman situs akan digunakan versi mobile (jika situs menyediakannya). Namun, jika ingin tetap menggunakan versi Desktop, peramban Internet Explorer di ponsel dapat diatur untuk menggunakan versi Desktop. Dan, jika ingin menggunakan peramban lain, bisa digunakan aplikasi Opera Mini.

Penutup

Ponsel Microsoft Lumia 535 menawarkan banyak hal yang menarik. Masih cukup banyak hal yang bisa diperbaiki, salah satunya dengan menghadirkan aplikasi populer yang lebih beragam dengan fitur dan performa yang lebih baik. Bagi yang membutuhkan fitur dasar dari sebuah ponsel, Lumia 535 ini sangat bisa dijadikan pertimbangan, apalagi dengan harga yang cukup terjangkau. Walaupun, dengan harga yang relatif sama, ada pula pilihan ponsel — dari sistem operasi lain seperti Android — yang mungkin bisa menawarkan fitur yang lebih banyak.

Jika dibandingkan dengan ponsel sejenis (seri Lumia) dari Microsoft/Nokia yang terdahulu, mungkin ada seri yang lebih baik dari sisi fitur dan performa.

Untuk yang tidak terlalu membutuhkan banyak aplikasi dan lebih banyak untuk keperluan dasar, ponsel ini mungkin sesuai untuk digunakan. Windows Phone sebagai sistem operasi mungkin menjadi alasan bagi beberapa orang. Namun yang tidak bisa dipungkiri adalah aplikasi dan pengembang aplikasi memberikan respon yang jauh lebih baik untuk sistem operasi iOS atau Android.