Ulasan Apple iPhone 5

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk memiliki iPhone 5. Seminggu terakhir ini, saya mecoba untuk selalu menggunakan iPhone 5 dalam aktivitas sehari-hari, menggantikan iPhone 4 milik saya sebelumnya. Dan, saatnya menuliskan sedikit ulasan mengenai iPhone 5 ini. Oh ya, ulasan ini merupakan pendapat pribadi saya, sebagai salah satu pengguna produk Apple — disamping beberapa produk lain yang saya punya/gunakan akhir-akhir ini (iPhone 4, New iPad, Lumia 800, HTC Desire HD, dan BlackBerry 9860).

iPhone_5_body_5

Boks

Paket penjualan dalam kardus iPhone 5 cukup standar. Dikemas dalam sebuah kardus yang mirip dengan iPhone 4, cuma dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Lalu, apa saja isi dalam kardus paket penjualan ini?

  • Sebuah iPhone 5 — yang saya miliki adalah sebuah iPhone 5 berwarna hitam, dengan kapasitas 16GB.
  • Apple EarPods
  • Adaptor dan kabel Lightning to USB.
  • Buku panduan

Kesan yang saya dapatkan ketika memegang iPhone 5 untuk pertama kali adalah bahwa iPhone 5 ini lebih terasa lebih enteng (dibandingkan iPhone 4 yang biasa saya pakai). Walaupun diklaim memiliki berat 20% lebih ringan (sekitar 112 gram), tapi tidak terasa terlalu enteng. Cukup ringan, tapi saya masih mendapatkan kesan yang kokoh dan padat.

Bahan aluminium yang mendominasi terasa lebih licin ditangan. Adaptasi yang awalnya terasa susah adalah seputar lebih panjangnya iPhone 5 ini. Saya coba menjangkau seluruh area layar dengan ibu jari saya, ternyata masih bisa. Walaupun saya perlu menyesuaikan terlebih dahulu.

Perbedaan lain yang langsung terasa adalah ketajaman gambar di layar, karena iPhone 5 ini telah menggunakan teknologi Retina Display. Gambar terlihat lebih tajam dengan kontras yang menurut saya pas.

Ketka saya coba pakai untuk mengetik baik dengan satu atau dua tangan, bisa dikatakan tidak ada masalah. Ukuran papan ketik juga sama dengan iPhone 4 sebelumnya.

Dan, ini beberapa foto yang ada dalam boks. Foto diambil beberapa hari setelah pemakaian :)

Power Adapter dan Kabel

iPhone 5 Charger

Salah satu yang berbeda dengan iPhone generasi sebelumnya adalah konektor yang disebut “Lightning connector”. Salah satu hal yang menguntungkan adalah kompabilitas perangkat yang sudah dimiliki dengan device yang baru. Karena situasi ini, salah satu “masalah” yang muncul adalah bahwa ada satu tambahan kabel yang perlu dibawa. Saat ini saya biasanya hanya membawa satu buah kabel charger/USB untuk iPhone 4 dan iPad saya — ditambah dengan satu power adapter lain untuk ponsel yang lain. MagSafe  MacBook Pro juga tentu saja selalu dibawa.

Jadi, dengan kondisi ini, saya perlu membawa lagi satu kabel tambahan. Tidak terlalu signifikan memang karena ukuran yang memang tetap kecil. Tapi, mungkin acara “pinjam meminjam” kabel/adapter tidak sefleksibel sebelumnya.

Namun, jika memang ada dana tambahan, bisa juga membeli aksesories yang lain supaya bisa melakukan pengisian baterai dengan menggunakan kabel yang ada. Aksesoriesnya adalah Lightning to 30-pin Adapter.

Earpods

Disain earphone — yang di iPhone 5 ini diperkenalkan sebagai Earpods — juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Disain baru yang diklaim menghasilkan kualitas audio yang lebih baik dari sebelumnya. Apakah iya?

Saya coba untuk mendengarkan kualitas audionya dengan memutar musik dan video disemua perangkat pemutar musik dan video (iPhone 4, iPad dan tentu saja iPhone 5). Semua berkas yang saya mainkan adalah sama (termasuk beberapa lagu yang saya beli dari iTunes Store), kemudian saya bandingkan ketika menggunakan earphone iPhone 4 dan Earpods iPhone 5.

Kualitasnya audio memang berbeda. Karena saya kurang begitu yakin, saya minta beberapa teman untuk mencobanya. Dan, mereka menyatakan hal yang sama. Kualitas audio di Earpods memang lebih baik.

Dari sisi disain — yang awalnya mungkin terlihat cukup aneh karena sudah akrab dengan disain earphone sebelumnya — saya kira akan kurang begitu nyaman. Tapi setelah memakainya, jadi terasa lebih nyaman. Earpods berada dalam posisi yang nyaman.

iPhone_5_earpods_6

Untuk memberikan gambaran seputar disain Earpods, mungkin  bisa melihat video dibawah ini.

Lain-lain

Baterai

Disamping ulasan fisik iPhone diatas, ada pula hal-hal lainnya yang menurut saya perlu diperhatikan, terutama bagaimana dari sisi pengguna. Baterai misalnya. Kualitas baterai untuk satu kali siklus pengisian saya rasakan cukup baik. Sebelum ke tempat kerja, saya baterai dalam kondisi penuh 100%. Dalam perjalan, saya sering gunakan untuk sesekali periksa Twitter melalui aplikasi, kadang berbalas surel (surat elektronik), termasuk mengambil foto dan melakukan proses penyuntingan. Sesampai di tempat kerja, saya sering pindah ke koneksi wifi. Biasanya sampai pulang kantor, baterai masih ada.

Tentu saja ini efisiensi baterai bergantung kepada faktor-faktor lain seperti proses aplikasi,  pengaturan notifikasi, atau pengaturan ponsel lainnya.

Simcard

nanoSIM

micro-SIM dan nano-SIM

Jika iPhone 4 (dan 4S) menggunakan micro-SIM, iPhone 5 menggunakan jenis simcard yang lain, yaitu nano-SIM yang lebih kecil dan lebih tipis.

Ketika mengubah kartu aktif saya sebelumnya ke micro-SIM, saya tidak mengalami masalah. Saat ini, saya menggunakan nano-SIM yang baru. Saya sendiri berencana untuk mengubah micro-SIM ke nano-SIM nantinya.

Dan, karena iPhone 5 sudah resmi dipasarkan di Indonesia, sepertinya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan nano-SIM atau memigrasikan dari nomor yang dipakai saat ini ke nano-SIM.

Respon

Hal lain yang cukup terasa adalah respon atau kecepatan (paling tidak ketika dibandingkan dengan iPhone 4 milik saya). Ketika mengambil foto misalnya, sesaat setelah saya pencet tombol “Shutter” dilayar foto langsung ter-capture. Membuka aplikasi termasuk pemrosesan melalui aplikasi (edit foto atau video juga terasa lebih cepat).

Pengubahan resolusi layar (1136 x 640) juga memberikan pendekatan yang berbeda. Pengaturan ikon aplikasi juga memberikan keuntungan tersendiri. Misalnya pada bagian Homescreen, saya bisa meletakkan lebih banyak shortcuts. Dan, saya melihat banyak aplikasi yang dikembangkan untuk memanfaatkan resolusi layar yang lebih besar ini tampil dengan lebih baik.

Penutup

Mungkin pertanyaan berikutnya adalah “Apakah perlu untuk membeli/memiliki iPhone 5?”. Lagi-lagi ini tentang kebutuhan, dan alasan yang lebih pribadi. Anda tentu saja memiliki alasan untuk membelinya atau tidak. Dan, saya punya beberapa alasan untuk membelinya.

Masalah harga menjadi faktor pertimbangan tersendiri. Kehadiran iPhone 5 di Indonesia bersama dengan beberapa perusahaan telekomunikasi juga menawarkan pilihan harga dan paket yang makin beragam. Di iPhone 4 sebelumnya saya menggunakan layanan dari XL. Untuk iPhone 5 sendiri, XL juga menyediakan beberapa paket pembelian (prabayar dan pasca bayar).

Untuk paket prabayar yang paling murah, iPhone 5 (16GB) ditawarkan dengan harga Rp. 7.999.000,- mendapatkan promo Layanan Internet XmartPlan dengan biaya Rp49.000/3bulan (total fitur adalah 4,5 GB data, 300 menit telepon, 300 SMS). Untuk promo dan harga lain bisa dilihat di situs XL.

Selain faktor harga, mungkin fitur dan kemampuan ponsel pintar juga menjadi pertimbangan. Saya suka dengan fotografi dan banyak melakukan aktivitas pekerjaan dan hobi di ponsel. Dari sisi kualitas kamera, hasilnya memuaskan. Berikut beberapa contoh hasil jepretan dengan menggunakan iPhone 5 tanpa proses pengolahan gambar. iPhone5_sample_photo_2 iPhone5_sample_photo_3 iPhone5_sample_photo_4 iPhone5_sample_photo_5 iPhone5_sample_photo_6

Untuk fitur-fitur di iPhone 5 yang lain (seperti iOS 6, Maps, Siri dan lainnya) akan saya coba ulas dalam tulisan yang lainnya.