Tips Memilih Taksi di Bandara Adisutjipto Jogjakarta

Saya sering mendapatkan beberapa pertanyaan terkait salah satu cara meninggalkan (atau menuju) ke bandara Adisutjipto Jogjakarta dengan menggunakan armada taksi — selain tentu saja menggunakan bis Trans Jogja, ataupun Damri. Dua atau tiga tahun terakhir ini, saya memang cukup sering harus menuju/meninggalkan bandara Adisutjipto, yang kebanyakan untuk urusan pekerjaan. Dan, taksi adalah salah satu pilihan transportasi saya.

Seputar Taksi di Jogjakarta

Di Jogjakarta, pilihan taksi cukup beragam dan memberlakukan tarif dengan menggunakan argometer. Walaupun, ada satu atau dua armada yang kadang menawarkan dengan tanpa menggunakan argometer, namun jumlahnya sangatlah sedikit.

Perusahaan taksi yang beroperasi juga beragam, namun semuanya menggunakan tarif per kilometer yang sama. Dan, semua dapat juga dipesan dengan menggunakan telepon melalui operator. Juga, taksi di Jogjakarta ini beroperasi 24 jam, walaupun secara jumlah armada, untuk kondisi setelah jam 22.00 mungkin yang beroperasi lebih sedikit.

Untuk perjalanan dalam kota, taksi beroperasi dengan menggunakan sistem argometer. Namun, jika perjalanan keluar kota, atau mungkin ke obyek wisata tertentu, akan dikenakan tarif resmi yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan taksi. Silakan tanya kepada pengemudi atau operator taksi tentang detil harganya. Saya pernah membandingkan, rata-rata harganya sama.

Taksi Bandara

Setiap bandara sepertinya memiliki taksi resmi. Walaupun, belum tentu hal ini hanya dibatasi oleh satu perusahaan/operator saja. Di Jogjakarta, untuk taksi “resmi” bandara adalah Taksi Rajawali (berwarna hijau gelap). Taksi ini ketika meninggalkan bandara, penumpang perlu untuk membeli tiket/voucher terlebih dahulu di konter. Konter berada tidak jauh dari pintu kedatangan, di sebelah sisi kanan. Tarif yang dikenakan adalah berdasarkan zona, pembayaran dilakukan langsung di konter. Jika dibandingkan dengan taksi menggunakan argo, harga memang cenderung lebih mahal.

Selain itu, ada juga beberapa layanan taksi “gelap” atau tidak resmi. Kendaraan yang digunakan bukanlah model taksi, namun mobil pribadi. Kalau Anda keluar dari pintu kedatangan, dan disambut oleh beberapa pengemudi yang menawarkan taksi, silakan berhati-hati. Rekan saya pernah menggunakan layanan taksi semacam ini. Kalau secara argo, mungkin dia hanya perlu membayar maksimal Rp. 40.000,00. Dengan taksi gelap, dengan jarak perjalanan yang sama, rekan saya tersebut harus membayar Rp. 150.000,00! Gila!

Karena memang tidak resmi, jadi memang harga yang harus dibayarkan adalah berdasarkan kesepakatan saja. Kalau Anda tidak yakin, silakan pilih taksi resmi saja. Walaupun lebih mahal, tapi tidak semahal taksi gelap.

Ada juga taksi lain yang lebih khusus, karena taksi ini lebih banyak melayani rute untuk Jogjakarta ke Solo. Jadi, memang ada beberapa calon penumpang pesawat yang berasal dari Solo, dan memilih untuk menggunakan taksi. Di bandara, taksi ini berkumpul di area sebelah sisi timur terminal keberangkatan (Anda dapat melihat cukup banyak di kawasan merokok).┬áJadi, mereka memang melayani penumpang yang mungkin akan ke Solo. Harga bervariasi, namun saya pernah tanya soal harga kepada salah satu pengemudi, untuk ke Solo (dari Adisutjipto) sekitar Rp 100.000,00 – Rp 200.000,00.

Taksi dengan Argo

Terlepas dari tarif argo per kilometer yang ditetapkan di Jogjakarta, pilihan menggunakan taksi dengan argometer resmi bagi saya menjadi pilihan yang paling tepat. Di Jogjakarta, rata-rata argo per kilometer adalah sama. Kecuali misalnya untuk taksi premium yang menggunakan armada seperti Alphard.

Bagaimanakah cara mendapatkan taksi dengan argometer di bandara Adisutjipto?

Cara yang paling gampang adalah dengan naik taksi di area keberangkatan. Ini adalah pengalaman saya pribadi selama ini. Jadi, ketika ada taksi yang berhenti untuk menurunkan penumpang, langsung saja bilang ke pengemudi untuk menaikinya. Dengan cara ini, kita akan menggunakan argometer resmi. Apakah ada biaya lain yang dibebankan? Selama ini, biaya yang dikenakan hanyalah biaya parkir — karena memang ketika keluar melintasi tempat parkir — seharga Rp 2.000.-. Saya sendiri sering untuk langsung memberikan uang parkir kepada pengemudi, walaupun kadang pengemudi yang malah membayar biaya ini.

Perbaruan info Mei 2016: Tidak ada biaya parkir yang dibebankan, paling tidak, tidak ada petugas parkir yang memungut tiket parkir lagi.

Area kedatangan Bandara Adisutjipto, Jogjakarta
Area kedatangan Bandara Adisutjipto, Jogjakarta

Berikut beberapa tips seputar mencari taksi dari area keberangkatan:

  1. Pastikan taksi yang beroperasi adalah taksi dari Jogja. Cara yang paling sederhana adalah dengan melihat plat nomornya, yaitu AB. Ini penting karena selain taksi Jogja, mungkin ada taksi yang berasal dari area seputar Jogja seperti dari Solo atau Magelang.
  2. Jika taksi menawarkan untuk tidak menggunakan argo, sampaikan untuk minta pakai argo. Kalau tetap tidak mau menggunakan argo, Anda dapat turun dari taksi untuk mencari taksi lain. Tips: Atau, bisa pakai cara lain dengan memberitahukan untuk nanti akan menambah ongkos atau semacam memberikan tips.
  3. Jika sudah terlampau malam, lebih dari pukul 21.00 jumlah armada taksi yang masuk bandara sangat sedikit. Ini karena jumlah penerbangan dari Adisutjipto juga sangat sedikit. Jika sudah menunggu lama dan tidak menemukan, silakan coba taksi resmi bandara seperti yang sudah dituliskan diatas.

Pengalaman diatas adalah berdasarkan pengalaman pribadi berdasarkan pengalaman sampai dengan bulan Desember 2015. Informasi mungkin dapat berubah seiring dengan perkembangan di lapangan.