Tindak lanjut permasalahan Internet Banking BCA yang terblokir dan beberapa catatan lain

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya dengan judul ‘Permasalahan akun Internet Banking BCA diblokir karena antivirus?‘. Apa yang saya tuliskan sebagai tambahan informasi, dan semoga dapat memberikan tambahan informasi (bagi yang membutuhkan).

Registrasi Internet Banking BCA

Karena sudah larut malam, saya memutuskan untuk melakukan pendaftaran ulang Internet Banking BCA hari ini (22 Desember 2012) melalui ATM yang tidak jauh dari rumah. Saat saya menuliskan artikel ini, akses ke Internet Banking BCA sudah normal kembali. ID KlikBCA, catatan nomor rekening tujuan yang tersimpan juga masih ada seperti semula.

Pagi harinya, sebelum melakukan pendaftaran ulang kembali, saya sempatkan untuk mencoba login menggunakan ID KlikBCA saya yang lainnya. Kebetulan saya punya dua buah ID KlikBCA, dengan menggunakan satu buah token KeyBCA. Login berhasil tanpa masalah.

Setelah menuliskan cerita yang semoga cukup mendetail, saya mencoba untuk mencari informasi lebih lanjut apakah hanya saya saja yang mengalami kejadian ini. Ternyata ada beberapa nasabah — saya memang hanya pantau melalui jejaring sosial Twitter dan Facebook — yang mengalami kejadian serupa. Beberapa diskusi dan informasi saya rangkum di Chirpstory dan juga terjadi di Facebook. Ada juga yang membagikan ceritanya melalui kolom komentar di artikel sebelumnya.

Twitter menjadi salah satu kanal saya berinteraksi dengan pihak BCA melalui akun @HaloBCA. Walaupun memang layanan jejaring sosial tidak dapat sepenuhnya menjadi medium untuk penyelesaian masalah. Hal-hal privasi dan standar keamanan (validasi data nasabah, verifikasi rekening, dan lain-lain) menjadi pertimbangan tersendiri untuk penyelesaian masalah melalui misalnya call center atau langsung ke kantor cabang.

Saya tidak menghubungi kembali Halo BCA, karena menurut saya tindak lanjut ada ditangan saya: Saya hanya perlu melakukan registrasi Internet Banking kembali. Itu saja. Dan, mungkin pihak BCA sedang disibukkan oleh nasabah yang lain. Ditambah bahwa ini adalah akhir pekan dan menjelang liburan. Layanan perbankan sudah pasti akan mengalami peningkatan aktivitas — dan semoga tidak diimbangi dengan peningkatan keluhan. :)

Saya memang cukup kesal dengan kejadian ini. Saya — dan nasabah lain yang mendapatkan masalah ini — memiliki dependensi yang cukup tinggi terhadap ketersediaan layanan (dalam hal ini layanan perbankan). Saya cukup bisa memahami misalnya terjadi kegagalan transaksi, atau sistem sedang tidak bisa mengolah permintaan data (misal ketika ingin melihat mutasi rekening). Saya sendiri banyak menggunakan Internet Banking untuk melakukan beberapa pembayaran rutin (telepon, listrik, internet), termasuk pembelian tiket pesawat baik secara langsung melalui situs maskapai penerbangan ataupun situs lain seperti Tiket.com.

Saya juga memiliki kartu kredit yang cukup sering saya gunakan untuk bertransaksi baik secara langsung di merchant penerima kartu kredit, ataupun melalui internet. Dan, pembayaran kartu kredit saya memang auto-debet. Kondisi ini secara tidak langsung mendorong saya untuk terus “mengamankan” diri saya sendiri sejak dulu.

Sebagai selingan informasi, penggunaan kartu kredit saya (Visa) bisa dikatakan tidak ada masalah sama sekali. Transaksi untuk melakukan pembelian aplikasi di App Store, pembelian buku di Amazon, membayar beberapa layanan baik di dalam maupun diluar negeri juga bisa dikatakan tanpa masalah. Memang beberapa waktu lalu, ada masalah ketika melakukan pembelian di App Store. Namun, sepertinya permasalahan bukan spesifik di bank yang mengeluarkan kartu kredit. Dan, masalah ini sudah terpecahkan.

“Masalah lain” — walaupun sebenarnya ini masalah ada di diri saya sendiri adalah sewaktu kartu kredit tidak dapat digunakan. Tapi, tidak dapat digunakan karena memang sudah melebihi batas pemakaian. Haha!

Sekarang — entah ini sebenarnya kabar baik atau kabar buruk bagi saya — sepertinya sudah tidak terlalu khawatir dengan batas pemakaian.

Bentuk antisipasi yang saya lakukan misalnya dengan selalu menggunakan sistem operasi terbaru. Di MacBook, saya sudah gunakan sistem operasi terbaru dan piranti lunak (software) yang selalu diperbarui. Peramban — saya hanya punya Safari dan Google Chrome — juga mendapatkan perlakuan yang sama. Tentang antivirus, terus terang saya tidak melakukan instalasi di MacBook saya.

Karena kejadian ini, saya sedikit ubah situasi dari sisi saya. Saya coba tinggalkan Google Chrome khusus untuk melakukan login ke situs Internet Banking BCA, dan beralih ke Safari. Lho, apakah ini berarti Google Chrome tidak aman? Saya tidak tahu. Tapi, paling tidak jika nanti ada kasus serupa — saya berharap tidak terjadi lagi — permasalahan sudah dapat didefinisikan dengan lebih spesifik.

Terkait dengan antivirus, saya akhirnya lakukan instalasi salah satu antivirus. Pilihan saya jatuh ke avast!. Saya sedang dalam proses melakukan scanning secara menyeluruh dan belum ditemukan permasalahan terkait dengan virus. Terlalu berlebihan? Tidak juga. Paling tidak ini bisa (semoga) menjadi salah satu informasi baik bagi saya sendiri, maupun bagi pihak lain yang nantinya membutuhkan. Yang pasti, saya tidak akan memformat hardisk saya. :)

Salah satu informasi yang saya dapatkan dalam percakapan melalui telepon ke Halo BCA kemarin adalah seputar pengecekan daftar rekening tujuan pengiriman pembayaran. Saya memang menyimpan beberapa nomor rekening tujuan pembayaran. Saya periksa kembali, dan saya hapus cukup banyak nomor rekening tujuan pembayaran, kecuali yang saya tahu benar/saya kenali.

Sebagai penutup, semoga masalah ini — apapun masalah yang sebenarnya — dapat terselesaikan dengan baik sehingga nasabah (saya salah satunya) dapat melakukan transaksi perbankan dengan lebih nyaman dan lebih aman.