Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BCA Yogyakarta untuk keperluan penggantian KeyBCA saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan PIN KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui internet banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Continue reading

Penyesuaian Biaya Pembayaran Telkom IndiHome karena Gangguan Layanan

Sejak gangguan layanan Telkom IndiHome yang saya alami selama hampir 3 (tiga) minggu pada bulan April-Mei yang lalu, baru hari ini saya mengurus terkait dengan pembayaran. Ketiga mengurus permasalahan ini, saya diberitahu bahwa biaya dapat disesuaikan atau mendapatkan kompensasi.

Dalam kesempatan yang lain, salah satu rekan kerja saya juga pernah mendapatkan kompensasi. Namun, kompensasi ini tidak berjalan dengan otomatis. Artinya, kita yang secara proaktif harus mengurus dengan mendatangi Plasa Telkom terdekat. Saya sendiri tidak mencoba  untuk mengurus melalui Telkom 147. Ya, daripada bingung menghitung sendiri.

Hari ini, Selasa, 21 Juni 2016, saya mencoba untuk mengurus perihal pembayaran. Karena beberapa minggu terakhir memang cukup disibukkan dengan pekerjaan, dan beberapa kali harus pergi ke Jakarta.

Antri

Baru sekitar pukul 11:50 WIB saya sampai di Plasa Telkom, Kotabaru, Yogyakarta. Saat itu — dan mungkin seperti biasanya — antrian terlihat sangat banyak. Saya mendapatkan antrian nomor 1741. Dan, kalau merujuk ke informasi antrian, maka ada 71 antrian di depan saya. Akhirnya, saya tunggu. Karena sudah pasti lama, saya sempatkan untuk makan siang juga.

Sepertinya, kalau mau menghindari antrian, lebih baik datang lebih pagi. Bahkan, sekitar pukul 15:00 WIB, loket antrian untuk pengambilan nomor antrian juga sudah ditutup karena banyaknya yang perlu dilayani.

Penyesuaian Tagihan

Akhirnya tiba giliran saya. Saya dilayani oleh petugas Customer Service bernama Putri di meja Nomor 2 sekitar pukul 14:30 WIB. Saya jelaskan maksud kedatangan saya, dan tidak berselang lama, saya mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan. Detil sebagai berikut:

Biaya IndiHome 3P: 159.600
Biaya Sewa STB/Modem: 50.000
Restusi/Diskon: -10.000
PPN Unsur Kena Pajak: 19.960
TOTAL: 219.560

Sedangkan, untuk tagihan di bulan yang sama (yang belum ada penyesuaian) adalah sebagai berikut (sesuai dengan informasi melalui website Telkom):

PPN UNSUR KENA PAJAK: 19.040,00
BIAYA INDIHOME 3P: 190.400,00
BEA MATERAI: 3.000,00
BIAYA INDIHOME 3P: 109.600,00
BIAYA SEWA STB/MODEM: 50.000,00
RESTUSI/DISKON: -10.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 14.960,00
BIAYA INDIHOME 3P: 50.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 5.000,00
TOTAL: 432.000

Untuk pembayaran, saya lakukan dengan tunai langsung melalui petugas yang membantu saya. Kalau berdasarkan pengalaman bagaimana permasalahan saya dengan IndiHome yang saya alami, saya rasa memang salah satu syarat menjadi pelangganan Telkom IndiHome salah satunya adalah sabar.

Bepergian Mudah dengan Bantuan Google

Bepergian Mudah dengan Bantuan Google. Google menambahkan fitur untuk membantu mendapatkan referensi kepada mereka yang suka bepergian. Saat melakukan pencarian, tambahkan saja kata “destination”, misalnya “Yogyakarta destination”. Dan, ada juga rekomendasi lainnya berdasarkan kata kunci yang spesifik.

Pengambilan Paspor Pengganti Paspor yang Habis Masa Berlaku (April 2016)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang proses mengurus penggantian paspor dalam artikel yang berjudul “Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa paspor baru sebagai pengganti paspor saya yang masa berlakunya akan habis sudah siap, hari ini saya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta. Saya datang agak terlambat, dan sudah berharap bahwa saya akan cukup lama berada disana.

photo_2016-04-07_12-50-41

Untuk pengambilan paspor (yang sudah jadi), saya telah diberikan bukti pengambilan. Ketika datang, saya langsung diarahkan ke Loket 5 tanpa mengambil nomor antrian. Disana, saya diminta untuk mengumpulkan berkas tersebut, dan menunggu panggilan.

Sebagai antisipasi, saya juga bawa seluruh berkas asli dan fotokopi.

Penyerahan Paspor Baru

Petugas memanggil nama saya beberapa menit kemudian — mungkin karena antrian tidak begitu banyak — dan menunjukkan paspor baru yang sudah jadi. Saya diminta untuk memeriksa apakah nama dan tanggal lahir telah sesuai. Kemudian, saya diminta untuk memberikan tanda tangan pada halaman belakang paspor.

Continue reading

Membeli Tiket Kereta Api Secara Online di Hari Sibuk: Susah atau Gampang?

Akhir Maret 2016 yang lalu, saya perlu untuk melakukan perjalanan ke Jakarta (dari Jogjakarta) untuk sebuah pekerjaan. Agenda saya sebenernya jatuh di pagi hari, pada hari Senin. Cuma, karena perjalanan yang saya tempuh adalah juga merupakan perjalanan dimana banyak orang menuju ke Jakarta setelah berlibur — dan salah satunya dari Jogjakarta, maka pencarian tiket perjalanan menjadi lebih menantang.

Ketika saya melihat tiket pesawat, harga yang ditawarkan pada hari Minggu (mulai dari pagi sampai dengan malam) sangat mahal. Apalagi untuk penerbangan pertama dari Bandara Adisutjipto pada Senin pagi. Saat itu (kalau tidak salah di hari Rabu), saya melihat cuma tersisa beberapa penerbangan untuk hari Minggu malam dan Senin pagi. Harganya? Sekitar Rp 2.000.000,-

Ketika saya mencoba mencari tiket kereta api di hari yang sama melalui situs Pemesanan Kereta Api, ternyata seluruh tiket sudah habis. Sempat agak putus asa, tapi membatalkan agenda juga bukan pilihan. Akhirnya saya coba peruntungan saya. Saya lakukan pencarian untuk perjalanan untuk Senin, 27 Maret 2016 dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju ke Stasiun Gambir Jakarta.

Beberapa kali saya mendapatkan hasil bahwa seluruh tiket sudah habis. Saya coba kembali, dan sempat ada tiket tersedia. Saya coba pesan, isi data, dan setelah mengirimkan data muncul informasi bahwa tiket telah habis.

Continue reading

Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Hari ini, 4 April 2016 saya ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta untuk melakukan proses penggantian paspor saya yang akan habis masa berlakunya bulan Juni 2016. Sewaktu membuat paspor pertama kali, saya membuatnya melalui prosedur online dan mendapatkan pengalaman yang baik. Seluruh proses berjalan dengan lancar. Jadi, dengan pengalaman tersebut, saya juga memutuskan untuk melakukan proses penggantian paspor dengan cara online juga.

Berikut ini adalah pengalaman sementara saya mulai proses pendaftaran permohonan, pengumpulan berkas, sampai dengan foto dan pemindaian biometrik.

Persiapan

Menurut saya, hal-hal yang diperlukan sebelum melakukan proses awal ini yang cukup penting antara lain:

  • Pastikan berkas persyaratan sudah dimiliki. Untuk keperluan ini, perlu disiapkan berkas antara lain: KTP (asli, bukan fotokopi), Akta Kelahiran (asli, bukan fotokopi), Kartu Keluarga (asli, bukan fotokopi), dan paspor saat ini yang akan diganti (asli, bukan fotokopi). Seluruh berkas tersebut perlu untuk di fotokopi.
  • Waktu, karena saat selesai melakukan proses pembayaran, kita akan menentukan sendiri kapan akan datang ke Kantor Imigrasi.

Proses Pra Permohonan Online

Saya melakukan permohonan melalui situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi. Dalam halaman tersebut, saya masuk ke menu Pra Permohonan Personal.

situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi
Situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Selanjutnya, cukup mengikuti panduan pengisian, dan pastikan untuk kolom isian dengan tanda bintang (asterisk) terisi dengan benar. Ketika saya mengisi pada bagian identitas Kartu Tanda Penduduk, saya sempat agak ragu karena saya sudah menggunakan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang berlaku seumur hidup, sedangkan kolom isian pada bagian tanggal tidak ada pilihan “Seumur hidup”. Untuk bagian ini, saya isi saja dengan durasi 5 (lima) tahun sejak tanggal KTP saya diterbitkan. Hasilnya, ketika dilakukan pemeriksaan tidak ada masalah semua berjalan dengan baik.

Continue reading

XL Center Adisutjipto Yogyakarta Resmi Dibuka

Hari ini, 8 Oktober 2015, XL Axiata melakukan pembukaan secara resmi XL Center Adisutjipto Yogyakarta sebagai salah satu kanal pelayanan pelanggan produk dari XL Axiata. Saya sendiri kebetulan sudah menggunakan layanan dari XL Axiata sejak sekitar awal tahun 2000 sampai sekarang. Dulu, produk layanan lebih dikenal dengan ProXL. Jadi, mungkin sudah sekitar 15 tahun saya telah menjadi pelanggan.

Kebetulan pula, peresmian XL Center Adisutjipto Yogyakarta ini bertepatan dengan ulang tahun ke-19 — XL sendiri telah beroperasi sejak 8 Oktober 1996 — dari perusahaan ini. Acara ini sendiri dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bambang Parikesit (VP XL Central Region), beberapa perwakilan dari XL Axiata, dan undangan lainnya.

Setelah beberapa kata sambutan, XL Center Adisutjipto Yogyakarta dibuka secara resmi dengan penandatanganan prasasti oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dan, itulah kali pertama juga saya mengunjungi gerai XL Center yang baru. Sebelumnya, saya memang pernah beberapa kali pula mendatangi XL Center yang berada di lokasi sebelumnya di Jl. Mangkubumi, Yogyakarta. Keperluan cukup standar yaitu melakukan penggantian kartu Micro SIM, dan juga kartu Nano SIM.

Continue reading

Festival Kesenian Yogyakarta ke-27 Tahun 2015

Festival Kesenian Yogyakarta — atau yang sering disingkat dengan FKY — merupakan agenda kesenian tahunan di Jogjakarta yang telah dilaksanakan sejak tahun 1989. FKY tahun ke-26 tahun 2014 lalu diadakan di area Plasa Pasar Ngasem dari 20 Agustus – 9 September 2014.

Festival Kesenian Yogyakarta XXVII

Di tahun 2015, ini FKY ke-27 akan diadakan kembali mulai tanggal 19 Agustus – 5 September 2015. Lokasinya berada di Kompleks Taman Kuliner Condongcatur, Jogjakarta. Untuk informasi lebih lengkap, bisa memantau perkembangan, jadwal dan agenda saat nanti dapat dilakukan melalui kanal informasi berikut:

Catatan Perjalanan: Lion Air JT-568 CGK-JOG, 28 Mei 2015

Akhir bulan Mei 2015, saya ke Jakarta — lebih tepatnya ke Tangerang — untuk urusan pekerjaan. Perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta saya tempuh melalui kereta api karena alasan efisiensi juga. Keperluan saya di Jakarta mulai jam 08.00, kalaupun dengan pesawat pertama, belum tentu saya bisa menjangkau tujuan dengan tepat waktu.

Dan, saya memutuskan untuk pulang ke Jogjakarta dengan menggunakan pesawat bersama dua orang rekan saya yang sehari sebelumnya sudah berada di Jakarta. Karena mencari jadwal yang sesuai (dan aman untuk menyelesaikan pekerjaan) dan rute perjalanan menuju bandara, kami memutuskan untuk menggunakan maskapai Lion Air dari bandar udara Soekarno-Hatta.

Lion Air Boeing 737-900 ER

Lion Air nomor penerbangan JT-568 yang kami tumpangi direncanakan berangkat dari Terminal 3 pada pukul 19.00 WIB dan direncanakan mendarat pada pukul 20.10 WIB di Adisutjipto, Yogyakarta.  Proses check-in berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Sekitar pukul 18:15, kami bertiga sudah berada di ruang tunggu yang sore itu terlihat cukup ramai (banyak penumpang yang akhirnya duduk-duduk di lantai ruang tunggu.

Continue reading

Catatan perjalanan: Citilink Indonesia JOG-HLP-JOG, 15-16 April 2015

JOG-HLP QG-103, 15 April 2015, pukul 05.55-07.00 WIB

Sengaja memilih penerbangan pertama karena ada keperluan untuk menghadiri meeting di Jakarta yang direncanakan pukul 10.00 WIB. Pagi itu, cuaca cukup baik dengan kondisi bandara yang tidak terlalu ramai.

16991157747_edf5b1355c_b

Fasilitas self-checkin Citilink Indonesia saat itu tidak berfungsi. Apakah kondisinya masih sama seperti waktu saya temui awal tahun 2015 ini?

Karena kondisi self-checkin yang tidak berfungsi, akhirnya melakukan check-in langsung melalui check-in counter. Saat mengantri, hanya ada 4 orang penumpang sebelumnya. Proses check-in berlangsung cepat, karena tidak menggunakan bagasi juga.

qg-19274197212-123

Sekitar pukul 05.25 melakukan boarding. Sekitar pukul 06.05, pesawat sudah berada di landas pacu untuk takeoff. Perjalanan berlangsung dengan lancar dalam kondisi cuaca yang cukup baik. Sekitar pukul 07.00 WIB, pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusum dalam kondisi cuaca yang cukup baik pula.

Continue reading

Berkunjung dan Menikmati Sajian Makanan di Dowa Honje Bag and Restaurant Jogjakarta

Kemarin (13 Januari 2015), kali pertama saya menginjakkan kaki di Dowa Honje Restaurant (atau, sebut saja Honje Resto) di kawasan Jl. Mangkubumi, Jogjakarta. Kedatangan saya juga atas ajakan untuk mencicipi sajian kuliner melalui acara kecil food tasting yang diadakan disana.

Kalau kita bicara kota Jogja, laju perkembangan kota ini terasa berjalan dengan cukup cepat. Bagi para pemburu dan pecinta makanan, alternatif juga mulai banyak untuk memanjakan mereka. Bahkan, beberapa gerai makanan yang dulunya mungkin hanya dapat dinikmati di kota besar seperti Jakarta, sekarang sudah dapat ditemui di Jogja. Konsep pilihan makanan yang “itu-itu saja” mungkin mulai tidak berlaku lagi. Atau, bagi beberapa orang mulai bingung dengan banyaknya alternatif.

dowa Honje mangkubumi

Sebelum datang, saya sengaja tidak terlalu banyak mencari referensi tentang apa yang ditawarkan dan lebih memilih untuk menantikan kejutan-kejutan yang mungkin akan saya dapatkan, dengan tanpa memiliki ekspektasi apapun soal rasa, harga, ataupun pilihan menu.

Nama “Honje Resto” mungkin cukup asing jika dibandingkan dengan nama “Dowa” (‘Dowa’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘doa’). Untuk yang suka dengan fesyen — terutama pecinta produk tas — produk tas dengan merek Dowa saya rasa cukup familiar. ‘Dowa Honje Resto’ sendiri dapat dilihat sebagai sebuah perbaduan antara showroom produk tas Dowa dan restoran yang berada dalam satu bangunan arsitektur yang sama. Dalam bangunan dua lantai ini, Honje Resto berada di area lantai dua.

Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan), kincuang dan sambuang (Minangkabau) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa. Di Bali disebut kecicang sedangkan batang mudanya disebut bongkot dan keduanya bisa dipakai sambal (sambel matah). (Sumber: Wikipedia)

Kesan pertama

Tak perlu waktu lama bagi saya untuk jatuh hati pada disain arsitektur bangunan ini. Kesan artistik, unik, dan menarik langsung saya dapatkan ketika saya dihadapkan kepada disain lantainya. Ketika saya ke beberapa area, disain secara keseluruhan selalu menahan saya untuk sejenak menikmatinya. Bahkan, bagi saya tanpa penunjuk toilet juga terlihat menarik.

Karena kebetulan acara yang saya hadiri ini agak sedikit khusus, jadi ada kesempatan juga untuk dapat berbincang dan mendapatkan informasi tentang bangunan yang ditempati oleh showroom Dowa bag dan juga Honje Resto ini.

Continue reading

Madam Tan Ristorante: Sajian Italia dengan cita rasa Indonesia

Sabtu lalu (17 Maret), saya dan beberapa rekan di Jogja diundang untuk ikut dalam acara food tasting di salah satu restoran di pusat kota Jogjakarta. Ristorante by Madam Tan namanya. Kalau soal nama “Madam Tan”, saya sendiri cukup familiar, walaupun menang hanya sekilas saja. Menu yang ditawarkanpun juga saya tidak tahu. Saya coba untuk tidak mencari referensi apapun tentang restoran ini, termasuk menu, ataupun ulasannya. Ya, siapa tahu nantinya bisa menjadi kejutan kecil tersendiri bagi saya.

Sabtu siang, saya langsung menuju ke lokasi yang kebetulan masih berada dalam satu kawasan Hotel Grand Aston (tepatnya di Grand Aston Garden), Yogyakarta di Jalan Urip Sumoharjo. Karena ini tentang food tasting, jadi sepertinya langsung kepada sajian utama dalam cerita ini yaitu tentang Ristorante by Madam Tan, dan beberapa menu yang disajikan.

Ined, Fuuzi, Shesty

Di awal, representasi dari Madam Tan yaitu Ined, Chef Fuuzi, dan Shesty menyambut kami dengan berbagi sedikit cerita tentang Madam Tan, khususnya Ristorante. “Ristorante” sendiri merupakan bahasa Itali yang berarti restoran. Jadi, sudah sedikit menggambarkan apa yang akan disajikan di tempat ini. Sebuah sajian menu Itali. Namun, ternyata ini bukan semata-mata tentang masakan Itali. Yang justru lebih menarik adalah informasi bahwa masakan ini diolah dengan cita rasa Indonesia. Yang saya tangkap adalah ini juga tentang bumbu, rempah, dan bahan-bahan yang digunakan.

Ristorante Madam Tan

Dari sekian macam sajian yang ada, kita berkesempatan untuk mencoba beberapa menu. Chef Fuuzi menjelaskan masing-masing makanan. Walaupun, beberapa sajian memang cukup asing di telinga. Sebut saja Spaghetti Ayam Rica Rica, Pizza Tuna Rica Rica atau Pizza Rendang. Ada  rasa penasaran bagaimana rasa makanan dengan nama-nama itu.

Ketika menyadari kalau hampir semuanya menggunakan daging, saya sempat bertanya, apakah ada menu untuk pengunjung yang vegetarian. Ternyata, menurut informasi ada beberapa pilihan menu khusus yang tidak mengkonsumsi daging. Nah, inilah beberapa menu yang sempat saya cicip disana. Oh ya, karena beberapa menu memang dalam ukuran yang cukup besar, jadi pada saat mencicipi, makanan disajikan dalam ukuran yang lebih kecil.

Continue reading