Sajian Sahur Gratis dari PT KAI pada Bulan Puasa 2018

Sewaktu memutar radio, saya sekilas mendengarkan informasi bahwa PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberikan hidangan buka puasa dan sahur untuk beberapa rute perjalanan. Saya tidak menyadari hal tersebut terjadi sampai saya menempuh perjalanan menggunakan kereta api Taksaka Malam dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Tugu Jogjakarta pada 6 Juni 2018.

Sekitar pukul 02:15 WIB petugas di kereta melintas di gerbong tempat saya duduk. Lalu membagikan satu buah paket makanan. Seluruh penumpang yang masih berada di dalam kereta mendapatkannya, termasuk saya walaupun saya tidak berpuasa.

Paket makanan tersebut berisi nasi goreng telur, mie goreng kuning, bakso semacam dimasak semur, kerupuk, serta mentimun. Tentu saja ini cukup mengenyangkan. Untuk air mineral awalnya tidak dibagikan, saya pikir tidak dapat air mineral. Toh saya juga sebenarnya sudah bawa. Ternyata, air mineral dibagikan tidak lama setelah itu. Jadi, lengkap sudah.

Kalau merujuk pada berita di Kumparan dan juga Kompas, hidangan buka puasa dan sahur ini diberikan mulai H-10 sampai dengan H-1 Idul Fitri. Namun, saya tidak menemukan informasi bahwa kereta api Taksaka Malam juga ikut mendapatkan fasilitas ini.

Mengurus Perubahan Jadwal Keberangkatan Kereta Api

Karena adanya perubahan agenda kegiatan di Jakarta, maka saya perlu untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan saya. Kebetulan, untuk perjalanan, saya sudah melakukan pemesanan tiket kereta api. Proses mengurus perubahan jadwal juga tidak terlalu sulit. Informasi ini berdasarkan pengalaman saya di bulan Desember 2017, untuk keberangkatan dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Jakarta, dengan kereta api eksekutif Argo Dwipangga.

Informasi terbaru tentang perubahan jadwal dapat dilihat di situs KAI. Beberapa hal penting diantaranya:

  • Perubahan jadwal dapat dilakukan pada Kereta Api dengan kondisi sbb:
    • Kereta Api yang sama pada hari keberangkatan yang berbeda.
    • Kereta Api yang berbeda dengan hari keberangkatan yang sama.
    • Kereta Api yang berbeda pada hari keberangkatan yang berbeda.
  • Dilakukan selambat-lambatnya 60 menit sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api sebagaimana tercantum pada Boarding Pass penumpang.
  • Dikenakan biaya pembatalan sebesar 25% dari tarif Kereta Api diluar biaya pemesanan.
  • Jika Kereta Api jadwal yang baru tarifnya lebih tinggi, maka penumpang membayar selisih tarif.
  • Jika Kereta Api jadwal baru tarifnya lebih rendah, maka tidak ada pengembalian bea atas selisih tarif.

Saya membeli tiket secara daring melalui salah satu situs pemesanan tiket. Dan, dimanapun membelinya, proses pengubahan jadwal (termasuk pembatalan) hanya dapat dilakukan di loket stasiun.

Saya mendatangi loket stasiun Tugu Yogyakarta yang berada di sisi selatan stasiun. Siang itu, suasana cukup ramai, walaupun tidak sampai berdesakan. Saya sudah membayangkan akan mendapati antrian yang cukup panjang. Ternyata tidak. Saya mengambil nomor antrian dan memilih antrian di Customer Service.

Continue reading

Jadwal Kereta Api Jogja, Solo, dan Kutoarjo

Walaupun jarang menggunakan jasa layanan kereta api untuk perjalanan singkat ke Solo, satu hal yang sepertinya sulit untuk didapatkan (melalui internet) adalah jadwal keberangkatan. Padahal ada beberapa alternatif kereta seperti Pramex, Sriwedari AC, dan Madiun Jaya. Beberapa kali informasi yang saya dapatkan paling valid adalah dengan menelpon ke stasiun, atau datang langsung.

7241720412

Ketika mengunjungi Stasiun Tugu kemarin, saya mendapatkan informasi jadwal kereta api yang berlaku mulai tanggal 1 April 2013. Berikut informasinya:

Pramex Jogja-Solo

  • Jogja-Solo: 10.50, 14.40, 20.10
  • Solo-Jogja: 05.30, 13.00, 16.20

Pramex Kutoarjo

  • Jogja-Kutoarjo: 06.50, 15.50, 17.35
  • Kutoarjo-Jogja: 09.40, 17.30, 19.00

Sriwedari AC

  • Jogja-Solo: 05.25, 08.00, 09.15, 12.00, 13.00, 17.45, 18.40
  • Solo-Jogja: 07.05, 06.00, 10.10, 11.10, 14.30, 15.45, 20.05

Madiun Jaya

  • Jogja-Madiun: 09.50, 18.30
  • Madiun-Jogja: 06.00, 14.50

Data tersebut saya dapatkan saat saya mencari informasi di layanan pelanggan di Stasiun Tugu, Jogjakarta pada tanggal 8 September 2013. Untuk informasi harga tiket:

  • Pramex: Rp 10.000,-
  • Sriwedari AC: Rp 20.000,-
  • Madiun Jaya AC: Rp 50.000,-

Catatan lain:

  • Sistem pembelian tiket dibuka dua jam sebelum jadwal keberangkatan.
  • Karena padatnya perjalanan/penumpang, maka sering kali saya menjumpai penumpang yang kehabisan tiket. Sistem pemesanan sudah terintegrasi, jadi misalnya di Stasiun Tugu (untuk ke Solo) tiket sudah habis, dapat dipastikan bahwa tiket juga tidak bisa didapatkan di Stasiun Lempuyangan (Jogja).
  • Informasi ini saya dapatkan untuk berbagi informasi. Jika ada data/informasi yang kurang akurat, mohon maaf. Informasi terbaru seputar jadwal kereta api bisa langsung ditanyakan di layanan penumpang di Stasiun.

Sejenak Mengunjungi Kota Solo (Bagian 1)

Akhir pekan lalu, saya memutuskan untuk mengunjungi Solo. Bulan Juli lalu sempat juga ke Solo, untuk keperluan berbeda. Saat itu, saya ke Solo cuma untuk transit melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Perjalanan saya ke Solo terakhir kemarin meninggalkan beberapa kesan, dan pengalaman baru. Rencana awal hanyalah untuk sekadar melihat-lihat ke ACE Hardware — karena di Jogjakarta tidak ada — dan juga bertemu dengan seorang teman.

Perjalanan ke Solo

Saya memutuskan untuk menggunakan kereta dengan alasan waktu tempuh yang paling cepat. Untuk jadwal kereta sendiri, saya tidak terlalu memusingkan jam berapa kereta akan berangkat. Sekitar pukul 09.45 saya mendekati Stasiun Tugu.

Stasiun Tugu

Persis ketika mendekati loket pembelian tiket, terdengar pengumuman dari pengeras suara bahwa kereta Madiun Jaya akan segera diberangkatkan pukul 09.50. Saya sempat menanyakan apakah saya masih bisa membeli tiket untuk jadwal tersebut. Ternyata tidak.

Sempat saya tanyakan kepada petugas tiket, apakah saya bisa mendapatkan informasi jadwal kereta api. Petugas tersebut menyampaikan kalau informasi jadwal bisa didapatkan di bagian layanan pengguna. Ternyata tempatnya tidak jauh dari lokasi, masih di area tersebut. Setelah saya mendapatkan, saya coba pelajari secara singkat.

Kereta berikutnya adalah Pramex jurusan Jogja-Solo, pukul 10.50. Berarti masih ada waktu sekitar satu jam lagi. Saya langsung kembali ke loket untuk membeli tiket, harga saat itu adalah Rp. 10.000,-

Continue reading

Akhirnya, dapat tiket mudik juga!

Jika awal bulan lalu saya sempat tidak yakin apakah saya akan bisa mendapatkan tiket untuk pulang ke Jogja, saya rasa saya bisa sedikit lebih tenang sekarang. Ya, saya dapat tiket kereta! Tiket yang saya dapatkan untuk tanggal keberangkatan tanggal 5 September, dari Stasiun Gambir.

Hari Rabu (11 Agustus), saya sempat kebingungan karena menurut berita di televisi, semua tiket sudah hampir habis, apalagi setelah tanggal 6 atau 7 Agustus. Masih dilayar televisi, saya sekilas sempat melihat kalau awal bulan, semua tiket juga sudah hampir terjual habis. Memang ada sih, kereta api Taksaka untuk tanggal 3 atau 4, tapi tinggal beberapa kursi saja. Ah, ini sudah pasti habis keeskokan harinya!

Hari berikutnya, saya coba untuk menelpon call center pemesanan tiket. Dan, tentu saja ini tidak semudah di hari-hari biasa. Beberapa kali saya menghubungi, dan tidak berhasil sama sekali. Sama sekali! Tidak berhasil disini lebih karena semua petugas call center melayani calon penumpang. Malam harinya, saya rencanakan untuk mencoba keberuntungan mencari tiket langsung di stasiun. Sempat juga sih malam harinya saya sampai cari lokasi kantor pos terdekat dari tempat tinggal saya. Sudah ketemu kira-kira tempat dimana, walaupun belum tahu pastinya dimana.

Continue reading

Call Center 121: Layanan Informasi dan Reservasi Tiket KA

Hari ini (5 April 2010), saya melakukan perjalanan menggunakan jasa kereta api. Kalau tidak salah ingat, baru kali pertama saya menggunakan Taksaka pagi dari Jogjakarta menuju Jakarta — dari kebiasaan menggunakan Taksaka Malam. Perjalanan hari ini ditempuh mulai jam 10.00 dan saya turun di Stasiun Jatinegara, kira-kira pukul 17:45. Perjalanan cukup lancar. “Sialnya”, pendingin gerbong saya rasakan dingin sekali. Ini membuat saya menghabiskan cukup banyak waktu di gerbong makan untuk menikmati makanan dan minuman disana. Ya, disamping karena memang alasan lapar sih… :)

Untuk perjalanan ini, memang mundur dari jadwal yang saya rencanakan, karena alasan tiket sudah habis. Tapi, ini mendingan daripada naik pesawat terbang. Sebenarnya, naik pesawat terbang di hari yang sama (untuk waktu agak siang/sore), tidak terpaut jauh. Tapi, kali ini tetap naik kereta api saja.

Oh ya, kalau minggu lalu saya sedikit mengeluhkan tentang layanan call center reservasi tiket, ternyata 1 April kemarin nomor Call Center 121 secara resmi dikukuhkan (tautan terkait). Dan, katanya akan melayani masyarakat yang akan menggunakan jasa kereta api dalam hal informasi jadwal, termasuk tentu saja pemesanan tiket. Layanan 24 jam pula. Kenapa saya bilang katanya, karena saya memang belum pernah menggunakan layanan Call Center ini. Mungkin suatu saat nanti deh.

Tentang call center tersebut, berikut ini kutipan beritanya:

Contact Center 121 dapat dihubungi melalui telepon atau fax dengan mengakses nomor 121 dari telepon rumah (untuk pulau Jawa, Palembang, Padang dan Medan) dan 021-21391121 dari seluruh operator GSM & CDMA. Selain itu info layanan juga dapat diakses melalui situs www.kereta-api.co.id. Khusus untuk Kereta Commuter Jabodetabek konsumen dapat menghubungi Contact Center melalui SMS dengan kode akses 9559. [sumber]

Pemesanan Tiket Kereta Api Melalui Call Center dan Pembayaran Melalui ATM

Hari ini, untuk kali pertama saya mencoba untuk melakukan pemesanan tiket kereta api melalui call center ticketing. Sebelumnya memang sudah pernah mendengar layanan semacam ini, tapi baru saat ini saya mencoba. Saya melakukan pemesanan untuk tujuan Jogjakarta dari Jakarta (Gambir). Salah satu alasan mengapa saya menggunakan cara ini adalah karena kebetulan lokasi tempat tinggal yang cukup jauh dari Gambir, dan saya tidak tahu dimana bisa memperoleh tiket melalui agen.

Alasan lain adalah karena harga tiket pesawat terlalu tinggi untuk saya — karena memang jadwal perjalanan saya adalah di liburan akhir pekan. Untuk mencari informasi melalui internet, saya mulai dari mengunjungi situs resmi PT. Kereta Api (Persero), dan langsung melihat ke bagian pemesanan tiket.

Continue reading

Jakarta ke Jogjakarta dengan Taksaka

Minggu lalu, dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Jogjakarta, saya menggunakan jasa kereta api. Rencananya, memang akan menggunakan pesawat terbang. Tapi, ketika mencoba mencari tiket di tempat yang sebelumnya saya datangi, kantor ticketing tersebut sudah tidak ada lagi (tutup). Akhirnya, saya putuskan saja untuk menggunakan kereta.

Sebenarnya, saya agak malas kalau mengingat pengalaman keterlambatan. Tapi, saya singkirkan sejenak hal tersebut. Siang hari sebelum berangkat — saya menggunakan kereta api Taksaka Malam — saya sama sekali belum memiliki tiket. Asumsinya, kalau hari Minggu dari Jakarta, mungkin tidak banyak penumpang yang berangkat. Sore harinya teman saya menyampaikan bahwa kereta api yang akan saya tumpangi masih memiliki cukup banyak kursi kosong, dan dijadwalkan berangkat pada pukul 20:45.

Continue reading

Ketika Bepergian dengan Pesawat Terbang

Saya memang tidak harus sering melakuan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Tapi, memang ada perubahan dalam hal frekuensi bepergian dibandingkan tahun kemarin dan tahun sebelumnya. Dan, rata-rata perjalanan juga tidak jauh, masih di pulau Jawa saja. Dulu, saya lebih memilih kereta api (jika memang tujuan memungkinkan untuk dijangkau dengan moda transportasi ini). Memang, paling sering ya cuma tujuan Jogjakarta-Jakarta saja.

Tapi, jika dibandingkan dengan sekarang saya lebih sering menggunakan jasa penerbangan. Efisiensi waktu kadang lebih menjadi prioritas. Apalagi, jika menilik dari harga yang tidak terpaut jauh — dibandingkan kereta api misalnya.

Pemandangan dari jendela ketika menggunakan jasa Air Asia.
Pemandangan dari jendela ketika menggunakan jasa Air Asia.

Sampai sekarang, kadang masih ada kekhawatiran tentang keselamatan perjalanan. Tapi, kalau dipikir lagi, bukankah semua perjalanan memang memiliki resiko? Syukurlah sampai sekarang saya masih bisa menikmati perjalanan dengan aman. Dan, kebetulan belum mengalami keterlambatan perjalanan yang mengganggu jadwal yang sudah direncanakan. Keterlambatan paling parah yang pernah saya alami terakhir kali ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api beberapa bulan lalu. Setiap perjalanan, saya sering menikmatinya dengan melihat pemandangan dari sisi jendela. Walaupun kadang memang tidak mendapat tempat duduk di sisi jendela.

Continue reading

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Pramex

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menggunakan jasa transportasi kereta api Pramex. Setiap kali akan menggunakan kereta Pramex — baik dari Jogja ke Solo ataupun sebaliknya, pasti cukup kebingungan untuk mencari informasi tentang jadwal keberangkatan. Ya, bisa sih telpon informasi di stasiun. Berharap menemukan informasi — yang bisa dipercaya — melalui situs web sepertinya juga sia-sia. Mungkin ada, tapi tidak begitu yakin 100%.

Kemarin siang, akhirnya dengan sedikit nekat — sudah dapat informasi sih, tapi belum yakin sepenuhnya — saya coba langsung ke Stasiun Solo Balapan setelah menemani Lala pulang kampung. Sampai di Stasiun Solo Balapan kira-kira pukul 14.20. Lihat jadwal, ternyata ada yang keberangkatan pukul 14.45! Akhirnya tidak harus menunggu lama (atau baru saja ketinggalan kereta). Tanpa pikir panjang langsung ke loket untuk beli tiket. Eh, ternyata harga tiket sudah berubah dari yang semula Rp. 7.000,– sekarang menjadi Rp. 8.000,–. Dan melihat dari pengumuman yang terpasang, perubahan ini sejak bulan Agustus 2009.

Ternyata tidak hanya harga tiket yang berubah. Bentuk tiket juga mengalami perubahan. Mungkin sudah lama sih, beberapa bulan mungkin. Tapi saya benar-benar lupa terakhir kali naik Pramex itu kapan dan bentuk tiketnya seperti apa. Karena bentuknya yang tipis dan seperti lembaran kertas biasa, tadi hampir saja malah sempat terbuang.

Perjalanan cukup lancar, tapi terlambat sekitar 10 menit sampai di tujuan. Entah kenapa alasan keterlambatannya apa. Yang pasti, penumpang tidak begitu banyak. Mungkin kalau berangkat lebih sore lagi, bisa beda ceritanya.

Masih tentang Keterlambatan Kereta Api Gajayana Jurusan Jakarta

Perjalanan dengan menggunakan kereta api Gajayana yang mengalami keterlambatan lebih dari lima jam dari jadwal yang ditentukan harus saya lalui. Ini bukan sebuah pilihan. Suka atau tidak, mau tidak mau, harus saya terima. Keadaan yang mengharuskan saya ambil kereta malam — pengennya pakai Taksaka Malam. Kedatangan kereta di Stasiun Tugu sudah mengalami keterlambatan sekitar 30 – 60 menit. Ada yang berbeda kali ini. Disamping tempat duduk ada colokan listrik! Dalam perjalanan menggunakan kereta, satu hal yang mengganggu adalah ketika handphone kehabisan baterai. Ya, karena handphone mungkin jadi satu-satunya teman dalam perjalanan. Apalagi kalau perjalanan sendiri dan tidak menemukan teman mengobrol.

Kira-kira pukul 06.00, kereta berhenti. Saya baru saja terbangun dari tidur sebentar. Ah, sudah jam 6, berarti tidak lama lagi sudah memasuki Jakarta. Ternyata perkiraan saya salah. Kereta berhenti tidak tahu dimana. Akhirnya, saya keluar dari kereta — karena banyak penumpang melakukan hal yang sama. Diluar, sempat juga jadinya ngobrol dengan penumpang yang lain. Semua kurang lebih mengeluhkan hal yang sama: jadwal berantakan. Mulai dari yang harus masuk kantor, ketemu orang, menyelesaikan pekerjaan dan lain-lain. Sedangkan saya, sudah pasti jadwal yang sudah saya atur bersama dengan teman saya juga harus berubah.

Continue reading

Pengalaman Mencari Tiket Kereta Api

Minggu lalu, saya pergi ke Jakarta untuk sebuah keperluan. Setelah mempertimbangkan jadwal dan agenda (yang kebetulan saat itu sedang cukup sibuk), saya memutuskan untuk menggunakan jasa kereta api. Awalnya, saya berencana menggunakan pesawat terbang, tapi harga tiket saat itu sedang kurang bersahabat. Apalagi, kalau saya harus menggunakan pesawat pagi, sebuah perjuangan tersendiri nantinya.

Untuk mendapatkan tiket kereta api, tidak semudah yang dibayangkan. Ya, seharusnya memang mudah, karena tinggal menuju loket pembelian tiket di Stasiun Tugu Yogyakarta, antri, bayar… selesai. Waktu itu saya menunggu kurang lebih 100 antrian. Cukup panjang dan lama juga, karena loket yang melayani pembelian hanya dua (dari 5 atau 6 yang ada). Setelah tiba giliran saya, pemesanan tiket saya tidak dapat diproses dengan alasan sistem sedang offline. Nah loh! Sudah antri lebih dari satu jam, tidak bisa. Menyebalkan!

Ternyata, sistim (atau sistem?) yang sedang offline hanya jadwal kereta api Gajayana (yang ingin saya gunakan). Saya tanya, kira-kira kapan bisa memroses pesanan tiket, ternyata tidak ada jawaban pasti. Ya, petugas tidak dapat memastikan. Oh ya, ini pengalaman pertama menggunakan kereta api Gajayana, karena biasanya saya gunakan Taksaka Malam. Saya sempat agak panik. Akhirnya, saya putuskan untuk beli saja lewat jasa agen. Kebetulan di loket tersebut ada informasi tentang agen tiket. Saya coba keberuntungan saya untuk menelpon salah satunya. Melalui telepon, saya diberitahu kalau sistim sedang tidak bekerja, alias offline. Ternyata, agen tiket tersebut lokasinya tidak jauh dari rumah. Akhirnya saya pesan ke petugas agen kalau saya mau (dan pasti!) pesan tiketnya dan minta diberitahu kalau sistim sudah beroperasi kembali.

Tidak lama kemudian, saya mendapatkan telepon dari agen tiket tersebut yang memberitahukan bahwa tiket bisa dipesan. Langsung saya minta di-book-kan untuk saya. Singkatnya, saya mendapatkan tiket saya tersebut hari itu juga, dengan tambahan biaya Rp. 10.000,00. Ah, kalau tahu seperti ini, mendingan dari awal saya beli lewat agen! Menurut jadwal, kereta api akan berangkat pukul 23.33 dan sampai di Stasiun Gambir pukul 07.15. Tapi, yang namanya jadwal kan itu rencananya. Kenyataannya, saya baru sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul 13.00! Gila!