Sudah tidak adakah lagi berita baik di media?

Mungkin istilah “tidak ada lagi” kurang tepat sih. Tapi, kalau saya melihat kok berita/kabar baik semakin jarang terlihat di media ya, terutama televisi. Berita-berita kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, atau konflik-konflik sepertinya lebih mendominasi. Mungkin bagi beberapa pihak, inilah “berita baik” atau good news-nya. Mungkin…

Beberapa tahun lalu, ada acara di salah satu stasiun televisi yang isinya memberitakan tentang kabar/berita baik yang memang sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat. Entah kenapa acara tersebut menghilang. Apakah karena kekurangan bahan yang dikarenakan semakin sedikitnya kabar baik? Tentu saja ada banyak sebab.

Menurut saya, “berita baik” mampu memberikan sebuah dorongan semangat dan optimisme kepada mereka yang mengkonsumsinya. Entah melalui media cetak, elektronik, maupun lainnya. Sebuah harapan akan sesuatu yang lebih baik sangat mungkin sekali bisa muncul. Tapi, kalau berita-berita yang tidak menyenangkan terus yang muncul… duh!