Reparasi Sandal di Pinggir Jalan

Kemarin akhirnya menyempatkan untuk mereparasi sandal saya yang rusak. Rusaknya karena bagian depan (jepitan untuk jempol kaki) putus. Sebenarnya ingin juga beli sandal baru lagi, tapi sepertinya sayang karena baru dipakai beberapa minggu saja. Dulu, biasanya ada tukang reparasi sandal yang lewat depan rumah, tapi sekarang sepertinya jarang sekali lewat. Bahkan, seperti tidak ada lagi.

Rencananya, mau mereparasi di Malioboro karena sudah jadi langganan. Bukan langganan sih tepatnya, tapi karena beberapa kali kesana. Terakhir kesana juga waktu mereparasi sandal milik Lala. Tapi, kemarin sewaktu mau ke Malioboro, ternyata melihat ada tukang reparasi pinggir jalan juga. Akhirnya, mampir saja kesitu sekalian nyobain. Saya kasihkan sandal saya, bilang bagian mana yang rusak dan beberapa menit kemudian jadi. Saya tidak tanya dulu berapa ongkosnya. Tapi saya yakin, semahal-mahalnya pasti masih sangat masuk akal.

Awalnya cuma ngobrol-ngobrol saja, tapi bapak yang mereparasi sandal tersebut juga bilang kalau dia bikin sandal juga. Dia kasih contohnya. Wah, unik ini, tidak ada yang jual sepertinya. Apalagi itu benar-benar buatan sendiri. Saya minta ijin untuk mencobanya. Saya buat jalan, enak juga. Tidak terlalu ringan, tapi tidak terlalu berat. Cuma sayangnya, bagian jempol masih kurang pas buat saya.

Saya tanya, apakah bagian depan ini bisa dimodifikasi? Bapak tersebut tanya modifikasi seperti apa. Setelah saya jelaskan, dia bilang bisa saja. Ngobrol-ngobrol soal harga dia bilang dengan modifikasi itu harganya adalah Rp. 60.000,00. Saya pikir, ah… kayaknya kok harga lebih tinggi juga pantas. Akhirnya saya “tawar” jadi Rp 70.000,00. Bapak tersebut malah bilang, Rp. 60.000,00 saja. Loh?

Bapak tadi juga cerita bagaimana mengawali membuka usaha reparasi sandal. Mulai dari awalnya melamar kerja di pabrik, sampai akhirnya bikin sendiri saja jasa di pinggir jalan. Cerita tentang pengalaman hidupnya… Menarik.

Setelah saya rasa cukup, akhirnya saya pamit pulang. Dan menanyakan tentang ongkos reparasi sandal saya. “Dua ribu rupiah…”.

5 Comments

  • zam: Itulah… dan dia tidak mengeluh…

    gagah: Memang ajaib, tapi itu juga kali yang “meninggikan” beliau…

    iman: saya salut dengan bagaimana bapak itu memandang hidup. orang hebat.

  • Pengusaha A : pak, ini tanda terima buat bapak dari perusahaan kami buat bapak yang telah membantu lancarnya proses lelang proyek.

    Pejabat B : ah gaji saya sudah lebih dari cukup kok, terima kasih pemberiannya, ini saya kembalikan……..

    Begitu kira-kira ya mas kalo Indonesia mau maju.