Pengurusan Kartu ATM BCA karena Salah PIN

Sepertinya, saya ini terlibat dengan “love-and-hate relationship” dengan Bank BCA. Suka karena memang diberikan kemudahan dengan menjadi nasabahnya, tapi juga kadang sebal dengan urusan entah karena kesalahan yang muncul bukan dari sisi saya sebagai nasabah.

Awal bulan ini, saya kembali lagi mendatangi KCU (Kantor Cabang Utama) BCA di Jogjakarta untuk dua urusan. Pertama, mengurus kartu ATM yang terblokir, dan kedua adalah terkait dengan akses internet banking. Kebetulan, saya memang punya dua buah rekening di BCA.

Kartu ATM Terblokir

Kejadiannya bermula ketika saya hendak melakukan pembayaran dengan kartu di salah satu toko yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture). Tidak ada yang aneh saat itu. Saya sangat sadar dan yakin bahwa saya menggunakan kartu yang benar (kartu utama), dan saya memasukkan nomor PIN (Personal Identification Number) yang benar. Pertama, saya mendapatkan pesan bahwa PIN tidak benar. Saya coba lagi, dan tetap salah.

Akhirnya, saya putuskan untuk membatalkan transaksi dan membayar dengan uang tunai. Di hari yang sama, selang beberapa jam, saya mencoba menggunakan kartu saya lagi di tempat yang berbeda. Dan, muncullah pesan bahwa kartu saya terblokir. Duh!

Karena ada beberapa kesibukan urusan pekerjaan, barulah sekitar empat hari setelahnya saya mengurus. Selama periode tersebut, saya lebih sering untuk titip tarik tunai ke rekan kerja. Jadi, saya transfer ke rekening teman saya, dan minta bantuannya untuk melakukan penarikan tunai. Oh ya, untuk SMS Banking dan internet banking masih dapat digunakan.

Proses Mengurus Kartu

Nomor Antrian Layanan Konsumen BCA

Saya memutuskan untuk datang dan melakukan pengurusan masalah langsung ke KCU. Alasan pertama karena beberapa kali ke KCP (Kantor Cabang Pembantu) sering dihadapkan dengan antrian layanan konsumen yang cukup panjang. Saya coba datang lebih pagi. Dan, ternyata pagi itu antrian tidak terlalu banyak. Mungkin hanya sekitar lima menit saja saya menunggu.

Prosesnya sendiri cukup singkat. Karena semua berkas yang dibutuhkan juga saya bawa. Saya diminta menunjukkan KTP dan buku tabungan.

Tidak berapa lama, saya diminta untuk melakukan aktivasi kartu kembali dengan memasukkan nomor PIN. PIN yang saya masukkan adalah nomor PIN saya yang sebelumnya (terblokir).

Untuk urusan kedua, proses juga sedikit sama. Saya minta untuk akses internet banking saya dibuka kembali (untuk kartu kedua). Cukup cepat prosesnya, dan saya diminta untuk memasukkan juga nomor PIN untuk akses ke situs internet banking. Dan, langsung saya coba login disana. Berhasil, tidak ada masalah.

Kedua proses tadi tidak melibatkan penggantian kartu seperti kejadian yang sebelumnya