Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

  1. Saya membuka di salah satu Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA di Yogyakarta
  2. Jangka deposito saya adalah 3 bulan
  3. Bunga deposito secara otomatis saya cairkan setiap bulan ke rekening BCA milik saya

Yang ada dalam pemikiran saya adalah untuk deposito ini sebaiknya dicairkan pada saat jatuh tempo. Beberapa kali saya tidak jadi mencairkan karena alasan seperti lupa tanggal jatuh tempo, saat harus mencairkan dana kebetulan sedang ada di luar kota. Bahkan, terakhir kali ketika ingin mencairkan tidak tahu bilyet ada dimana.

Lalu, bagaimana jika deposito ini dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo? Apakah ada penalti pencairan? Atau, bagaimana aturannya? Saya coba tanyakan melalui kanal Halo BCA di Twitter dan mendapatkan informasi berikut:

Jadi, mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo menjadi opsi untuk saya. Rangkuman informasi dari Halo BCA seputar pencairan dana deposito adalah sebagai berikut:

  1. Pencairan dilakukan di kantor cabang asal pembukaan deposito. Ini tidak menjadi masalah saya kemarin, karena saya berdomisili di kota yang sama dengan kantor cabang BCA tersebut. Saya baca kalau kondisi domisili sudah berbeda dengan kantor BCA tempat deposito dibuka, hal ini masih bisa dengan berkoordinasi dengan kantor cabang BCA terdekat.
  2. Membaca dokumen bilyet deposito asli. Persyaratan ini tidak masalah juga, karena dokumen asli masih ada. Kelengkapan seperti identitas cukup umum.

Setelah yakin bahwa urusan saya bisa diselesaikan dalam sekali kunjungan, dengan mempersiapkan seluruh berkas, saya lanjutkan dengan mendatangi kantor cabang BCA. Saya sengaja datang lebih pagi dari jam operasional. Sekitar pukul 07:45 saya sudah ada di lokasi. Ternyata, sudah ada antrian juga beberapa orang. Tapi, paling tidak saya mendapatkan antrian awal.

Hal ini saya lakukan karena di hari sebelumnya, saya datang ke kantor cabang yang sama sekitar pukul 09:00 namun antrian saat itu sudah sangat panjang. Saat itu, saya coba hitung dua konsumen sebelum saya masing-masing menghabiskan waktu lebih dari 10 menit. Ada sepuluh antrian di depan saya, jadi saya tinggal lebih dulu. Sekitar 40 menit kemudian saya kembali, ternyata saya sudah terlewat sepuluh antrian.

Saya dibantu oleh Customer Service Officer di konter nomor 1, oleh Ibu Westu — kalau tidak salah ingat. Saya jelaskan maksud kedatangan saya, dan saya dibantu untuk seluruh prosesnya. Saya hanya perlu untuk menandatangani formulir bermaterai. Biaya materai sebesar Rp6.000,- langsung saya bayarkan.

Dana yang saya cairkan langsung saya setorkan ke nomor rekening saya. Jadi, sekalian saya diberikan formulir untuk setoran dana. Saat itu saya tinggal diminta untuk menunggu dipanggil oleh teller yang membantu proses transaksi setoran.

Lalu, berapakah jumlah akhir dana yang masuk ke rekening? Besarnya adalah 100% dari dana deposito yang saya miliki.