Penarikan Tunai Western Union Melalui Bank Internasional Indonesia

wu-bii

Minggu ini, saya melakukan pencarian/penarikan tunai yang dikirimkan melalui Western Union melalui Bank Internasional Indonesia (BII). Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menggunakan jasa BII. Sebelumnya — sudah cukup lama — saya pernah menggunakan jasa BII untuk melakukan penarikan yang sama, dan hasilnya memuaskan. Kenapa tidak menggunakan Pacto Moneygram? Ya, karena memang dapatnya untuk diuangkan melalui Western Union, tidak bisa milih ke Pacto. Kenapa tidak lewat kantor pos? Karena saya dulu pernah menggunakan jasa kantor pos, dan — entah kenapa — hasil akhir penarikan jauh dari jumlah yang diharapkan. :)

Saat melakukan penarikan, saya belum menjadi nasabah BII. Ada rekening bank lain sebenarnya, dan bank-bank tersebut juga melayani pencarian dana dari Western Union. Tapi, saya sedang tidak ingin berspekulasi, jadilah saya pilih BII.

Prosesnya cukup mudah. Cukup mengisi formulir Penerimaan Uang Western Union dan mengisi data-data utama seperti Money Transfer Control Number (MTCN) atau Nomor Kontrol Pengiriman Uang, informasi pengirim (nama dan alamat). Sebenarnya saya ada data lain yang bisa saya isi saat itu, tapi saya langsung saja ke meja Customer Service. Kebetulan saat itu tidak ada antrian.

Oh ya, saya melakukan penarikan ini di BII KCP Katamso, Jogjakarta. Saat itu saya diterima oleh Ibu — atau Mbak ya? — Rita Chamdarriyah. Proses selanjutnya dibantu oleh beliau. Walaupun saya memang sudah pernah melakukan transaksi semacam ini, tapi dengan mendapatkan informasi dengan mendetail membuat lebih nyaman saja. Saat itu memang saya dikenakan biaya Rp. 6.000,00 untuk biaya pengganti materai. Biaya lainnya tidak ada.

Sempat ditawari juga apakah ingin membuka rekening baru sekalian. Tapi, awalnya saya langsung memutuskan. Walaupun, dulu memang berencana untuk membuka rekening di bank selain yang sudah saya punya. Tapi, akhirnya saya putuskan untuk membuka rekening baru sekalian. Dan, dana yang saya cairkan saya ambil sebagian, sisanya saya masukkan ke tabungan. Tinggal sekarang, gimana menahan godaan untuk tetap membuat tabungan tersebut utuh — sukur-sukur bertambah. Hehehehe…

Setelah itu saya mendapatkan berkas-berkas yang sudah disiapkan untuk menuju ke bagian teller untuk menerima pembayaran. Waktu itu, sepertinya tinggal saya sendiri yang ada di kantor tersebut — selain karyawan tentunya. Jadi, saya langsung menuju ke teller. Ternyata suruh ambil nomor antrian dulu. Ya sudah, toh saya sebenarnya tidak akan mengantri. Ambil nomor antrian, ternyata alat untuk mencetak nomor antrian sudah dimatikan. Akhirnya disuruh langsung ke teller. Ya memang sudah dimatikan sepertinya, karena saat itu kalau tidak salah sudah lewat dari jam beroperasi bank.

Setelah menyerahkan berkas dan menunggu sebentar, akhirnya semua transaksi selesai. Saat itu, saya melakukan pencarian dengan kurs dollar sekitar Rp. 11.300,00-an.

Saya rasakan kalau pelayanan yang saya dapatkan memuaskan. Setelah semua urusan selesai, akhirnya pulang dengan membawa payung sebagai gift dari mereka. Wah, kalau boleh milih sih, saya lebih seneng dikasih keyboard atau mouse saja deh… Hehehehe… :D

Catatan: Cerita diatas adalah pengalaman saya pribadi. Saya tidak mendapatkan imbalan dari BII maupun Western Union untuk menuliskan cerita ini. Untuk informasi yang paling terbaru terkait dengan penarikan uang seperti yang saya ceritakan diatas (mekanisme, biaya, dan lain-lain), silakan bertanya ke bank yang bersangkutan.