Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Acara utama memang datang ke acara peluncuran ponsel Nokia Lumia 800. Tentang kenapa malah banyak cerita diluar itu, ya karena memang acara berlangsung lebih singkat dari semua rangkaian perjalanan (termasuk jalan-jalan) ke Singapura. :)

Mungkin karena lokasi tempat menginap yang tidak terlalu jauh, perjalanan menuju Clarke Quay (lokasi peta) juga terasa cepat. Tapi, mungkin juga karena jalanan yang relatif lancar. Setiba di Clarke Quay, belum terlihat dan terasa keramaian. Acaranya sendiri direncanakan baru mulai pukul 19.00. Jadi memang masih terlalu awal.

Sembari menunggu, saya sempatkan untuk berjalan-jalan sendirian melintasi jembatan Read Bridge yang melintas diatas Sungai Singapura. Saya juga iseng berjalan-jalan melihat bangunan-bangunan di kawasan tersebut. Untung tidak sampai hilang. Terakhir, saya  duduk-duduk di tepi sungai. Hanya duduk diam dan melihat jembatan dari kejauhan. Salah satu kemewahan tersendiri di sore itu. :)

Sempat pula bertegur sapa dengan seorang bapak-bapak yang akhirnya meminta sedikit bantuan untuk dipotretkan, karena sepertinya beberapa kali gagal mencoba memotret diri sendiri dengan menggunakan kamera saku. Dua jepretan saya ambil. Setelah itu, saya sendiri melanjutkan keasikan saya sendiri mengambil foto dan video dengan ponsel saya.

Dan, tentu saja tidak ada foto saya sendiri…

Setelah berkeliling, saya kembali ke salah satu tempat makan yang tepat berada di sisi sungai untuk bergabung dengan rekan yang lain. Mengobrol sembari menikmati makanan ringan dan minuman, sambil menunggu acara dimulai.

Hari sudah gelap, dan akhirnya masuk juga ke tempat acara. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya datang ke sebuah acara peluncuran produk (ponsel). Sempat juga terbayang apakah saya akan melihat sajian pertunjukan seperti peluncuran Nokia Lumia 800 di London yang kalau melihat dari videonya sangat luar biasa.

Di tempat acara, saya bertemu dengan beberapa rekan media dari Indonesia. Saya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan ponsel saya untuk sekadar mengambil gambar dan video. Dan, saya baru menyadari kalau baterai ponsel saya sudah hampir habis. Dan, acara juga belum mulai. Duh!

1 Comment