Suara sah dalam Pemilu Legislatif 2009

Kemarin sore, dihalaman rumah (lebih tepatnya di teras dan halaman sih), ada sosialisasi pemilu. Selain itu, ada pula kampanye dari salah satu calon anggota legislatif yang berasal dari kampung saya.

Karena diadakan dirumah, jadi ya sekalian saja nimbrung ikut mendengarkan. Salah satu poin yang menarik bagi saya adalah tentang suara yang dianggap sah. Caleg tersebut memberikan informasi tentang suara yang sah, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 tahun 2009.

Akhirnya, saya unduh dan cari tahu lebih lengkap tentang hal ini, walaupun pada prinsipnya sudah diberitahukan juga dalam sosialisasi pemilu tersebut. Nah, beberapa poin terkait dengan sah atau tidaknya penandaan pada surat suara ternyata cukup panjang juga. Kalau malas baca, coba saja lihat pada Pasal 40 – 42. Oh ya, tidak ada versi online-nya sepertinya — saya juga heran, jadi silakan unduh saja dulu Aturan KPU Nomor 13 tahun 2009 tersebut. Secara garis besar intinya adalah suara sah apabila penandaan dalam bentuk tanda coblos (dicoblos), atau tanda silang, atau garis datar, atau tanda centang tidak sempurna misal dalam bentuk () atau atau (/).

Pemilu 2009 tinggal sebentar lagi

Pemilu legislatif tahun 2009 katanya tinggal sebentar lagi. Tapi, sepertinya cukup banyak hal-hal yang belum siap. Berita menyebutkan masih banyak masalah tentang distribusi surat suara, sosialisasi, atau kesalahan teknis terkait dengan pencetakan surat suara.

Saya sendiri untuk pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 nanti juga belum tahu mau memilih siapa. Ada sih memang, tetangga satu RW yang ikut mendaftar sebagai calon legislatif. Tapi, apakah saya pasti milih dia? Sepertinya tidak. Jangankan mau memilih, sampai sekarang saja saya tidak tahu apakah saya terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Mau mengecek terdaftar atau tidak? Malas juga.

Terus terang, saya malah lebih melihat Pemilu sebagai medium untuk melihat-lihat kelucuan. Kadang, serbaneka Pemilu lebih memberikan hiburan bagi saya. Janji-janji para partai politik dan caleg kadang begitu indah, begitu memberikan mimpi indah. Di saat yang sama, diimbangi dengan berbagai berita tentang caleg yang terkait dengan masalah hukum. Semakin malas saja untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Ikut pencoblosan/memberikan suara (atau tidak) dalam Pemilu masih merupakan hak ‘kan?

Batik Sarimbit

Sarimbit artinya berpasangan, atau sepasang. Mungkin sudah pada tahu, tapi walaupun katanya saya orang Jawa — lebih tepatnya orang Jogja yang identik dengan batik, tapi saya sepertinya harus mengaku kalau saya baru tahu artinya hari kemarin.

Ini juga gara-gara diajak Lala untuk menemani beli batik sarimbit untuk orang tuanya. Oh ya, salah satu tempat biasa beli batik terakhir-terakhir ini ada di Malioboro, tepatnya di Toko Batik Sekar Arum.

Waktu beli, saya hanya memerhatikan saja. Waktu itu langsung dibagian batik sarimbit. Waktu saya perhatikan, bajunya itu dobel. Nah, saya kira dobel itu dalam artian ada yang bagian dalam dan bagian luar. Sampai akhirnya apa yang saya kira salah ketika tanya ke Lala. “Lha bapak nggak dibeliin sekalian?”

“Lha baju sarimbit ini sudah dua, yang satu cewek yang satu buat cowok”. Kurang lebih begitu deh dia bilang. Waladalah!

Menerima pembayaran dari luar negeri melalui Pacto Moneygram

Saya lupa kapan tepatnya pertama kali berurusan dengan penerimaan pembayaran dari luar negeri. Dulu, yang paling terkenal — dan yang saya tahu — mungkin adalah Western Union. Tapi, Western Union sepertinya bukanlah jasa pengiriman uang yang pertama kali saya pakai. Oh ya, ini yang saya maksud adalah jasa pengiriman uang dengan cara yang “sedikit konvensional”, dalam artian tidak melibatkan bank, layanan semacam Paypal, atau cheque.

Dulu, saya pernah melakukan pekerjaan yang moda pembayaran adalah menggunakan mekanisme yang saya sebutkan diatas. Waktu itu, klien saya mengusulkan untuk melakukan pembayaran menggunakan Pacto Moneygram. Waduh! Belum pernah dengar sama sekali. Kenapa tidak pakai Paypal? Sederhana, karena saya tidak punya akun Paypal sama sekali.

Awalnya, klien saya tanya dulu, apakah ada Pacto di Jogjakarta. Setelah browsing sebentar, ternyata ada. Ya sudah, akhirnya dicobalah untuk pertama kalinya. Waktu itu, klien saya menanyakan tentang nama lengkap saya sesuai yang tertera di identitas (dalam hal ini KTP). Setelah itu, saya menunggu saja kabar dari dia. Selanjutnya, dia menginformasikan ke saya bahwa dia telah mengirimkan pembayaran. Dia menyertakan jumlah pengiriman, nama pengirim, kota dan negara dia, dan yang paling penting adalah semacam nomer PIN.

Continue reading

Komputer bising!

Sebenarnya komputer saya (PC) masih baik-baik saja. Memang sudah cukup lama mengeluarkan suara bising. Ini sih karena ada masalah di kipas prosesornya. Ada bagian yang “patah”. Lupa sebabnya, yang pasti gara-gara ini, suaranya jadi sangat bising. Ya, karena jadi ada yang goyah, tidak terpasang dengan sempurna.

Awalnya sih memang tidak mengganggu, tapi lama-lama kok mengganggu juga ya? Misal tidak sedang memainkan musik atau nonton film, ya sudah ada suara-suara aneh… bising dari CPU itu. Doh!

Akhirnya, beberapa jam terakhir ini komputer dimatikan. Pekerjaan dilanjutkan dengan menggunakan laptop. Untungnya, pekerjaan tidak harus dilakukan melalui PC. Kabel monitor LCD dicopot, untuk disambungkan ke laptop. Jadilah malah sekarang laptop ini pake dual-monitor. Awalnya terasa aneh sih, tapi sudah mulai terbiasa. Yang pasti, pandangan jadi sering tengak-tengok. :)

Turunnya Harga BBM

Harga BBM untuk jenis premium turun menjadi Rp 5.000,00 dan menjadi Rp. 4.800,00 mulai hari Senin, 15 Desember 2008. Tentu saja ini kabar yang baik. Intinya adalah harga BBM turun.

Yang menggelikan justru komentar-komentar tentang turunnya harga BBM ini, terutama di kalangan elit politik. Ada yang bilang kalau harga masih bisa turun lagi. Ada yang bilang pemerintah (dalam hal ini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) menipu rakyat lah, karena harga masih bisa lebih rendah lagi. Dan, siapa yang mengeluarkan statement bahwa “pemerintah” (bukan hanya pemerintahan sekarang, tapi siapapun pemerintahan yang sedang berjalan) itu selalu salah. Ah, politis sekali…

Semuanya selalu bilang demi rakyat kecil, demi wong cilik, untuk kepentingan rakyat. Tapi, ketika pemerintah tersebut pernah berkuasa misalnya, keadaan atau faktanya juga tidak jauh lebih baik dari yang sekarang. Saya tidak terlalu peduli dengan siapa presidennya. Saya cuma pengen negara ini diurusi oleh orang-orang yang memang mudeng, pinter, paham tentang masalah-masalah global yang berpengaruh nyata ke bangsa ini. Bukan hanya orang-orang yang bisanya selalu ingin memenuhi hasrat ingin berkuasa dengan mengatasnamakan kepentingan wong cilik dan sok ngerti. Itu saja.

Warta Ekonomi E-Government Award 2008

Selamat untuk Kabupaten Bantul atas penghargaan dalam ajang Warta Ekonomi E-Government Award 2008 untuk kategori website kabupaten. Pertama dengar kabar ini ketika Yan Arief sedang di Jakarta untuk ikut hadir dalam acara itu. (link)

Selamat! Eh iya, KTP saya masih domisili Bantul. Jadi, saya ini sebenarnya juga wong Bantul. :D

Jogja Java Carnival

Jogja Java Carnival. Pertama kali mendengar ini sewaktu saya ikut di acara FAM Trip Journalist beberapa bulan yang lalu. Ya, sebuah pagelaran istimewa yang ingin menampilkan sebuah atraksi budaya dan kesenian untuk peringatan HUT Kota Jogjakarta di tahun ini (HUT Kota Jogjakarta ke-252). Dan, kemarin (25 Oktober 2008), sebuah karnaval itupun berlangsung.

Setelah beberapa hari sebelumnya sempat melihat spanduk-spanduk bertebaran di beberapa sudut kota Jogja, saya tidak ingin melewatkan acara ini. Jujur saja, saya memiliki sebuah ekspetasi tersendiri untuk melihat sebuah suguhan acara yang menarik. Tapi, setelah melihat awal dari acara ini, dan dilanjutkan dengan melihat “sebagian” acara ini, dan jika harus menggambarkan bagaimana acara ini berlangsung: saya tidak merasakan sebuah acara yang spektakuler. Kecewa? Mungkin iya.

Continue reading

Beberapa Informasi Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

logo kpk

“KORUPSI” sudah menjadi sebuah kosakata yang sangat populer sekarang ini. Hampir setiap hari kata ini berseliweran di media baik media cetak maupun elektronik. Beberapa hari ini saya menyempatkan untuk membaca informasi tentang hal ini di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menemukan banyak informasi bermanfaat. Berikut beberapa diantaranya:

Pengertian “Korupsi” menurut UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 mencakup berbuatan:

  • Melawan hukum, memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan/perekomonian negara (Pasal 2)
  • Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara (Pasal 3)
  • Kelompok delik penyuapan (Pasal 5,6, dan 11)
  • Kelompok delik penggelapan dalam jabatan (Pasal 8,9, dan 10)
  • Delik pemerasan dalam jabatan (Pasal 12)
  • Delik yang berkaitan dengan pemborongan (Pasal 7)
  • Delik gratifikasi (Pasal 12B dan 12C)

Informasi lengkap bisa dibaca di halaman tata cara pelaporan pengaduan masyarakat di situs KPK.

Pelaporan/pengaduan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dapat disampaikan ke:

Direktorat Pengaduan Masyarakat
Jl. H.R. Rasuna Said Kav C-1, Jakarta 12920

P.O. BOX: 575 Jakarta 10120

Telp. (021) 2557 8498, Faks. (021) 5289 2441
SMS: 08558575575
Email: pengaduan@kpk.go.id

Sudah tidak adakah lagi berita baik di media?

Mungkin istilah “tidak ada lagi” kurang tepat sih. Tapi, kalau saya melihat kok berita/kabar baik semakin jarang terlihat di media ya, terutama televisi. Berita-berita kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, atau konflik-konflik sepertinya lebih mendominasi. Mungkin bagi beberapa pihak, inilah “berita baik” atau good news-nya. Mungkin…

Beberapa tahun lalu, ada acara di salah satu stasiun televisi yang isinya memberitakan tentang kabar/berita baik yang memang sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat. Entah kenapa acara tersebut menghilang. Apakah karena kekurangan bahan yang dikarenakan semakin sedikitnya kabar baik? Tentu saja ada banyak sebab.

Menurut saya, “berita baik” mampu memberikan sebuah dorongan semangat dan optimisme kepada mereka yang mengkonsumsinya. Entah melalui media cetak, elektronik, maupun lainnya. Sebuah harapan akan sesuatu yang lebih baik sangat mungkin sekali bisa muncul. Tapi, kalau berita-berita yang tidak menyenangkan terus yang muncul… duh!

Telepon Umum Batik

Beberapa hari lalu, ketika saya sedang jalan-jalan bersama dengan Lala, tidak sengaja lihat ada telepon umum dengan tampilan yang lain dari biasanya. Lala yang memberitahu ini.

Kalau dari sisi disain, menurut saya ini menarik. Tapi entah ini sebagai pajangan saja, atau memang ada maksud lain. Misalnya, untuk lebih menambah sisi artistik, mengingatkan bahwa kita punya batik. Yang saya justru tidak sempat cek adalah apakah telepon umum koin ini berfungsi atau tidak. Oh ya, lokasi telepon umum tersebut ada Malioboro Mall, lantai bawah, dekat toilet.