Penarikan Uang Tunai di Teller BCA Harus Menggunakan Kartu ATM

Beberapa minggu yang lalu, saya ada keperluan untuk melakukan penarikan tunai langsung melalui teller di bank BCA. Alasan saya, karena kepraktisan saja saat itu dibandingkan dengan melakukan penarikan melalui mesin ATM.

Uang Rupiah pecahan Rp 100.000

Saat itu, saya telah membawa buku tabungan dan Kartu Tanda Penduduk. Saya memiliki dua buah rekening di BCA, dan saat itu kedua buku tabungan saya juga saya bawa. Masalahnya, persis beberapa hari sebelumnya, saya baru menyadari bahwa salah satu kartu ATM saya tidak lagi bersama saya. Dan, kartu ATM yang tidak saya bawa tersebut terhubung dengan rekening yang akan saya lakukan penarikan.

Saat saya datang ke teller dengan membawa formulir penarikan, petugas menanyakan kepada saya untuk tentang kartu ATM. Sempat saya sampaikan bahwa kartu ATM saya tidak bersama saya. Ternyata, untuk penarikan mensyaratkan harus membawa kartu ATM. Duh…

Kalau saya mentransfer terlebih dahulu dana ke rekening lain yang saya miliki — dimana rekening tersebut ada dengan kartu ATM — mungkin saya langsung dapat melakukan penarikan. Akhirnya, oleh petugas teller saya disarankan untuk ke bagian layanan nasabah untuk membuat kartu ATM baru. Karena pada akhirnya nanti saya memang akan membutuhkan kartu ATM, maka saya langsung lakukan pembuatan kartu ATM baru. Kebetulan saat itu tidak ada antrian, sehingga saya dapat langsung dilayani.

Setelah mendapatkan kartu ATM yang baru, saya kembali lagi ke teller dan proses penarikan dana secara tunai bisa saya lanjutkan kembali.

Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BCA Yogyakarta untuk keperluan penggantian KeyBCA saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan PIN KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui internet banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Proses Penggantian

Saat saya datang ke KCU Bank BCA Yogyakarta, tidak terlihat antrian. Setelah saya mendapat antrian, bahkan saya tidak sempat duduk saat dipanggil langsung ke meja Customer Service Officer (CSO). Saya dibantu oleh petugas bernama Nur Fitriyani.

photo_2016-07-20_16-39-54

Untuk rekening, kebetulan saya punya dua rekening BCA dengan satu keyBCA. Setelah saya sampaikan permasalahannya, saya ditanya apakah membawa identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), ATM, dan buku tabungan. Kebetulan dua buku tabungan saya bawa karena sekalian berencana untuk melakukan cetak buku.

Namun, ketika saya akan memberikan kartu ATM, saya ternyata hanya membawa satu saja (bukan rekening utama saya). Syukurlah ini tidak memengaruhi proses pengurusannya.

Biaya yang dibebankan ke saya adalah sebesar Rp. 10.000,- yang nanti akan didebetkan dari salah satu rekening saya. Saya diminta untuk mendatangani sebuah berkas. Dan, saya diminta untuk menunggu beberapa saat.

Tak lama kemudian, KeyBCA saya yang baru telah saya terima dan dilakukan pengaturan awal. Saat saya akan melakukan percobaan transaksi, ternyata gagal. Saya sampaikan kepada CSO tersebut kalau saya akan coba sendiri di rumah.

Setelah saya aktivasi ulang — melalui laman internet banking, KeyBCA saya dapat berfungsi dengan baik.

Masalah UseeTV Telkom Kode 1305

Kemarin lusa (Jumat), ketika saya mencoba untuk membuka koneksi UseeTV sebagai salah satu fitur dalam paket IndiHome Triple Play, saya mendapatkan permasalahan. Jadi, permasalahan ini karena perangkat STB (Set Top Box) IPTV gagal mendapatkan alamat IP (Internet Protocol). Kode kesalahan (error code) adalah 1305.

Pesan yang ditunjukkan dalam layar menyarankan solusi untuk permasalahan ini yaitu:

  1. Memeriksa apakah jaringan internet berjalan dalam kondisi normal. Saya lakukan pengecekan, dan semua dalam keadaan normal. Koneksi internet dapat diakses tanpa masalah.
  2. Restart perangkat STB melalui remote control. Saya juga sudah lakukan. Ketika selesai restart, permasalahan yang muncul masih sama.
  3. Restart perangkat modem dan diamkan beberapa menit. Disarankan waktu jeda adalah sekitar tiga menit. Saya coba langkah ini. Tetap tidak berhasil.

Karena tidak berhasil juga, akhirnya saya hubungi layanan pelanggan melalui akun @TelkomCare di Twitter. Saya sampaikan informasi nomor pelanggan saya. Tak lama berselang saya mendapatkan informasi bahwa laporan telah diterima, dan saya diberi nomor pelacakan kasus.

Keesokan harinya (Sabtu), saya mendapatkan telpon dari Telkom. Saya dipandu untuk melakukan pengecekan. Ternyata masih tidak berhasil juga. Dari pihak Telkom menyampaikan bahwa nanti akan dibantu dengan mendatangkan teknisi lapangan ke rumah.

Jadi, mari kita tunggu. Semoga tidak perlu sampai menunggu lama hampir tiga minggu seperti kasus sebelumnya.

Perbaruan informasi

  • Sejak masalah ini, memang tidak ada penanganan langsung teknisi datang ke rumah. Saya hanya mendapatkan beberapa kali pesan singkat melalui SMS yang menginformasikan bahwa layanan masih dalam perbaikan.
  • Beberapa hari setelahnya, saya bahkan hampir tidak menyalakan televisi, jadi tidak melakukan pengecekan juga.
  • Kemudian, saya coba kembali sekitar 7 hari setelahnya. Dan, layanan ini telah kembali normal.

Penyesuaian Biaya Pembayaran Telkom IndiHome karena Gangguan Layanan

Sejak gangguan layanan Telkom IndiHome yang saya alami selama hampir 3 (tiga) minggu pada bulan April-Mei yang lalu, baru hari ini saya mengurus terkait dengan pembayaran. Ketiga mengurus permasalahan ini, saya diberitahu bahwa biaya dapat disesuaikan atau mendapatkan kompensasi.

Dalam kesempatan yang lain, salah satu rekan kerja saya juga pernah mendapatkan kompensasi. Namun, kompensasi ini tidak berjalan dengan otomatis. Artinya, kita yang secara proaktif harus mengurus dengan mendatangi Plasa Telkom terdekat. Saya sendiri tidak mencoba  untuk mengurus melalui Telkom 147. Ya, daripada bingung menghitung sendiri.

Hari ini, Selasa, 21 Juni 2016, saya mencoba untuk mengurus perihal pembayaran. Karena beberapa minggu terakhir memang cukup disibukkan dengan pekerjaan, dan beberapa kali harus pergi ke Jakarta.

Antri

Baru sekitar pukul 11:50 WIB saya sampai di Plasa Telkom, Kotabaru, Yogyakarta. Saat itu — dan mungkin seperti biasanya — antrian terlihat sangat banyak. Saya mendapatkan antrian nomor 1741. Dan, kalau merujuk ke informasi antrian, maka ada 71 antrian di depan saya. Akhirnya, saya tunggu. Karena sudah pasti lama, saya sempatkan untuk makan siang juga.

Sepertinya, kalau mau menghindari antrian, lebih baik datang lebih pagi. Bahkan, sekitar pukul 15:00 WIB, loket antrian untuk pengambilan nomor antrian juga sudah ditutup karena banyaknya yang perlu dilayani.

Penyesuaian Tagihan

Akhirnya tiba giliran saya. Saya dilayani oleh petugas Customer Service bernama Putri di meja Nomor 2 sekitar pukul 14:30 WIB. Saya jelaskan maksud kedatangan saya, dan tidak berselang lama, saya mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan. Detil sebagai berikut:

Biaya IndiHome 3P: 159.600
Biaya Sewa STB/Modem: 50.000
Restusi/Diskon: -10.000
PPN Unsur Kena Pajak: 19.960
TOTAL: 219.560

Sedangkan, untuk tagihan di bulan yang sama (yang belum ada penyesuaian) adalah sebagai berikut (sesuai dengan informasi melalui website Telkom):

PPN UNSUR KENA PAJAK: 19.040,00
BIAYA INDIHOME 3P: 190.400,00
BEA MATERAI: 3.000,00
BIAYA INDIHOME 3P: 109.600,00
BIAYA SEWA STB/MODEM: 50.000,00
RESTUSI/DISKON: -10.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 14.960,00
BIAYA INDIHOME 3P: 50.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 5.000,00
TOTAL: 432.000

Untuk pembayaran, saya lakukan dengan tunai langsung melalui petugas yang membantu saya. Kalau berdasarkan pengalaman bagaimana permasalahan saya dengan IndiHome yang saya alami, saya rasa memang salah satu syarat menjadi pelangganan Telkom IndiHome salah satunya adalah sabar.

Updated: Pertama Kali Mengalami Permasalahan dengan Layanan Telkom IndiHome

Sejak kali pertama saya menggunakan layanan IndiHome, baru kemarin saya mengalami gangguan teknis yang cukup lama. Kadang, memang koneksi terasa lambat, atau terputus. Namun, kasus tersebut hanya terjadi beberapa menit saja (terutama ketika terputus). Jadi, secara keseluruhan sebenarnya layanan Telkom IndiHome ini saya rasakan cukup baik.

Kemarin siang (Kamis, 28 April 2016 sekitar pukul 11.30 WIB), koneksi terputus dan baru malam harinya sekitar pukul 23:00 WIB saya menghubungi layanan konsumen melalui telepon ke 147, dan diinformasikan memang ada gangguan jaringan. Dari pengecekan, katanya memang jaringan bermasalah di area tempat tinggal saya. Sekarang, belum ada kabar. Jadi kalau putus total sudah lebih dari 24 jam, walaupun dari pelaporan baru sekitar 14 jam.

Perbaruan info: 3 Mei 2016 pukul 01.00 WIB

Sebagai perusahaan yang juga hadir di kanal media sosial, Telkom memiliki akun di Twitter untuk layanan konsumen melalui @TelkomCare. Akhirnya saya juga mencobanya. Namun, itu juga dibarengi dengan saya menghubungi melalui Telkom 147. Berikut update-nya:

28 April 2016 sekitar pukul 23:00 WIB saya menelpon  Telkom 147 dan terima dengan baik. Saya jelaskan kondisi dan masalahnya. Saat itu saya informasikan — berdasarkan pertanyaan dari petugas call center — bahwa modem dalam kondisi baik, seluruh lampu indikator menyala. Saya diberitahu bahwa akan diusahakan untuk melalukan pengecekan jaringan.

29 April 2016 saya gunakan kanal Twitter @TelkomCare melalui Direct Message. Informasi yang saya terima bahwa kasus saya dalam penanganan dan saya diminta untuk menunggu perbaikan.

30 April 2016 sekitar pukul 10:00 WIB saya hubungi kembali Telkom 147 untuk menanyakan perkembangan kasus gangguan. Petugas menanyakan hal yang sama tentang modem saya. Saya sampaikan bahwa semua menyala baik. Namun, petugas menyampaikan kalau dari sisi pemantauan disana, modem saya tidak terdeteksi. Saya juga follow-up melalui Twitter, dan mendapatkan informasi yang sama: dalam penanganan.

Continue reading →

Pengambilan Paspor Pengganti Paspor yang Habis Masa Berlaku (April 2016)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang proses mengurus penggantian paspor dalam artikel yang berjudul “Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa paspor baru sebagai pengganti paspor saya yang masa berlakunya akan habis sudah siap, hari ini saya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta. Saya datang agak terlambat, dan sudah berharap bahwa saya akan cukup lama berada disana.

photo_2016-04-07_12-50-41

Untuk pengambilan paspor (yang sudah jadi), saya telah diberikan bukti pengambilan. Ketika datang, saya langsung diarahkan ke Loket 5 tanpa mengambil nomor antrian. Disana, saya diminta untuk mengumpulkan berkas tersebut, dan menunggu panggilan.

Sebagai antisipasi, saya juga bawa seluruh berkas asli dan fotokopi.

Penyerahan Paspor Baru

Petugas memanggil nama saya beberapa menit kemudian — mungkin karena antrian tidak begitu banyak — dan menunjukkan paspor baru yang sudah jadi. Saya diminta untuk memeriksa apakah nama dan tanggal lahir telah sesuai. Kemudian, saya diminta untuk memberikan tanda tangan pada halaman belakang paspor.

Continue reading →

Membeli Tiket Kereta Api Secara Online di Hari Sibuk: Susah atau Gampang?

Akhir Maret 2016 yang lalu, saya perlu untuk melakukan perjalanan ke Jakarta (dari Jogjakarta) untuk sebuah pekerjaan. Agenda saya sebenernya jatuh di pagi hari, pada hari Senin. Cuma, karena perjalanan yang saya tempuh adalah juga merupakan perjalanan dimana banyak orang menuju ke Jakarta setelah berlibur — dan salah satunya dari Jogjakarta, maka pencarian tiket perjalanan menjadi lebih menantang.

Ketika saya melihat tiket pesawat, harga yang ditawarkan pada hari Minggu (mulai dari pagi sampai dengan malam) sangat mahal. Apalagi untuk penerbangan pertama dari Bandara Adisutjipto pada Senin pagi. Saat itu (kalau tidak salah di hari Rabu), saya melihat cuma tersisa beberapa penerbangan untuk hari Minggu malam dan Senin pagi. Harganya? Sekitar Rp 2.000.000,-

Ketika saya mencoba mencari tiket kereta api di hari yang sama melalui situs Pemesanan Kereta Api, ternyata seluruh tiket sudah habis. Sempat agak putus asa, tapi membatalkan agenda juga bukan pilihan. Akhirnya saya coba peruntungan saya. Saya lakukan pencarian untuk perjalanan untuk Senin, 27 Maret 2016 dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju ke Stasiun Gambir Jakarta.

Beberapa kali saya mendapatkan hasil bahwa seluruh tiket sudah habis. Saya coba kembali, dan sempat ada tiket tersedia. Saya coba pesan, isi data, dan setelah mengirimkan data muncul informasi bahwa tiket telah habis.

Saya coba lagi. Dan lagi.Akhirnya, setelah beberapa kali percobaan, saya mendapatkan sebuah tiket kereta untuk kereta api eksekutif Argo Dwipangga seharga Rp 380.000,00 saja! Setelah saya lakukan pemesanan, saya mendapatkan konfirmasi pemesanan sekaligus kode pemesanan. Saat itu, saya memiliki waktu sekitar 3 (tiga) jam untuk melakukan pembayaran.

Mungkin, saya beruntung karena saya mendapatkan tiket yang masih dalam daftar tunggu. Atau, mungkin ada pemesanan yang telah melewati batas waktu pembayaran sehingga ada tempat duduk yang tersedia kembali. Jadi, sepertinya kalau memang masih ada waktu dan cukup bersabar, mencoba beberapa kali untuk melakukan pemesanan tidak ada salahnya. Siapa tahu keberuntungan sedang berpihak.

Tapi, mungkin tantangan lebih besar untuk mencari tiket mudik Lebaran atau libur panjang, karena permintaan untuk pembelian tiket akan jauh lebih besar lagi.

Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Hari ini, 4 April 2016 saya ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta untuk melakukan proses penggantian paspor saya yang akan habis masa berlakunya bulan Juni 2016. Sewaktu membuat paspor pertama kali, saya membuatnya melalui prosedur online dan mendapatkan pengalaman yang baik. Seluruh proses berjalan dengan lancar. Jadi, dengan pengalaman tersebut, saya juga memutuskan untuk melakukan proses penggantian paspor dengan cara online juga.

Berikut ini adalah pengalaman sementara saya mulai proses pendaftaran permohonan, pengumpulan berkas, sampai dengan foto dan pemindaian biometrik.

Persiapan

Menurut saya, hal-hal yang diperlukan sebelum melakukan proses awal ini yang cukup penting antara lain:

  • Pastikan berkas persyaratan sudah dimiliki. Untuk keperluan ini, perlu disiapkan berkas antara lain: KTP (asli, bukan fotokopi), Akta Kelahiran (asli, bukan fotokopi), Kartu Keluarga (asli, bukan fotokopi), dan paspor saat ini yang akan diganti (asli, bukan fotokopi). Seluruh berkas tersebut perlu untuk di fotokopi.
  • Waktu, karena saat selesai melakukan proses pembayaran, kita akan menentukan sendiri kapan akan datang ke Kantor Imigrasi.

Proses Pra Permohonan Online

Saya melakukan permohonan melalui situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi. Dalam halaman tersebut, saya masuk ke menu Pra Permohonan Personal.

situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi
Situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Selanjutnya, cukup mengikuti panduan pengisian, dan pastikan untuk kolom isian dengan tanda bintang (asterisk) terisi dengan benar. Ketika saya mengisi pada bagian identitas Kartu Tanda Penduduk, saya sempat agak ragu karena saya sudah menggunakan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang berlaku seumur hidup, sedangkan kolom isian pada bagian tanggal tidak ada pilihan “Seumur hidup”. Untuk bagian ini, saya isi saja dengan durasi 5 (lima) tahun sejak tanggal KTP saya diterbitkan. Hasilnya, ketika dilakukan pemeriksaan tidak ada masalah semua berjalan dengan baik.

Continue reading →