We Should Have a Government Blogging Team!

We should even have a government blogging team where people in the agencies are constantly telling all of you, the taxpayers, the citizens of America, everything that’s going on so that you have up-to-the-minute information about what your government is doing, so that you too can be informed, and hold the government accountable. Hillary Clinton

Proses disain blog Dian Sastrowardoyo

Kalau beberapa waktu lalu saya pernah sedikit menuliskan cerita tentang proses mendisain blog milik Pak Yusril Ihza Mahendra, kali ini saya akan coba ceritakan sedikit informasi tentang proses mendisain blog milik Dian Sastrowardoyo. Eh, Dian Sastro? Dian Sastro yang itu? Benar, Dian Sastro sudah mulai memiliki blog. Blognya bisa dilihat melalui alamat http://blog.diansastrowardoyo.net/

Proses awalnya bagi saya pribadi cukup rumit, dalam artian bahwa saya tidak mendapatkan banyak informasi dasar misalnya bagaimana disain seharusnya, bagaimana warna, fitur blog, dan lain-lain. Jadi, diawal saya sedikit berspekulasi. Bagi saya pribadi, lebih enak jika sudah ada rencana disain, permintaan fitur, atau informasi lainnya. Materi jika sudah ada diawal, mungkin akan membantu. Tapi, the show must go on… jadi kita buat saja. :) Oh ya, saya tidak dikontak langsung oleh Dian Sastrowardoyo, tapi oleh Budi Putra, CEO dari Asia Blogging Network — situs dimana saya juga ikut berperan didalamnya. Sebenarnya, obrolan ini sih sudah beberapa bulan lalu, ketika ada seminar blog Asia Blogging di Surabaya. Jadi, awalnya ada diskusi ringan — cenderung banyak bercanda sih kalau boleh saya bilang — antar saya, Budi Putra, dan Benny Chandra.

Continue reading →

Tempe!

Tadi pagi, saya — bareng teman saya, Adhi — sarapan di warung angkringan di depan gereja dekat rumah. Biasanya, salah satu yang mencolok di meja tumpukan makanan adalah tempe goreng dengan potongan berbentuk segitiga. Dan biasanya sebungkus nasi anget dengan lauk oseng-oseng, tempe goreng dan teh panas menjadi menu sarapan. Tapi ada yang berbeda pagi ini, tidak ada tempe. Kalau tidak salah lihat, tahu juga tidak ada…

Kemarin, saya tanya di warung pecel lele langgan saya — yang ternyata masih menjual menu tempe goreng — katanya harga tempe memang naik lumayan tinggi. Saya sendiri jawab, “Ya dinaikkan saja harga lumrah kok Mbak…”. Kejadian ini mirip ketika beberapa waktu lalu harga telur juga mengalami kenaikan. Porsi tetap dijaga secara jumlah, tapi harga dinaikkan. Saya lihat, pembeli lain juga bisa memaklumi. Ditambah lagi dengan penjualnya bilang duluan kalau harga agak naik. Tapi setelah harga kembali normal, harga jual juga ikut normal. Syukurlah…

Oh ya, beberapa hari ini, orang rumah tidak bikin masakan yang ada tempenya. Entah karena barangnya ada tapi agak mahal, atau memang penjual keliling yang biasanya tidak jual ya? Atau, memang lagi gak pengen makan tempe ya? Tapi… kemarin masak sup, gak ada tempenya. Ah, tempeeee.. tempeeee…

Saatnya ganti mouse dan keyboard

Wah, mouse sudah usang. Kemarin, setelah pulang mengantar Lala balik ke Ngawi, berkutat dengan komputer lagi. Yah, seperti biasa, menyempatkan untuk mengerjakan sedikit pekerjaan yang menumpuk (duh!). Nah, ternyata mouse-nya bermasalah. Mouse tidak responsif. Kadang-kadang tidak terdeteksi. Wah, sepertinya sudah ngaco banget. Dan jelas ini sangat mengganggu. Kalau cuma melakukan hal-hal sederhana, tanpa mouse (jika dipaksakan) bisa juga. Tapi tetap saja, kok rasanya menjadi tidak produktif sekali.

Yang kedua, keyboard. Sebenarnya, keyboard sih tidak ada masalah. Masalahnya cuma satu: sudah banyak ‘huruf yang hilang’. Mungkin harus maklum juga, lha keyboard sudah lama juga, ditambah dengan keyboard ini sudah menjadi korban aktivitas kerjaan. Kalau saya sendiri sih tidak masalah, tapi kadang karena adik saya juga sering pakai komputer, mungkin kebingungan juga kali ya? Hehehehe…

Mouse dan keyboard yang saya pakai mungkin bukan tergolong mahal. Keyboard kalau tidak salah dulu beli harga Rp. 25.000,00-an. Dan mouse-nya Rp. 50.000,00-an. Saya juga belum ‘memaksa’ untuk membeli yang canggih-canggih amat. Yang penting: nyaman dipakai! Selama masih bisa untuk bekerja dan terasa nyaman menggunakannya, kenapa harus beli yang mahal? Hari ini, kayaknya mendingan beli mouse baru deh…