Menerima pembayaran dari luar negeri melalui Pacto Moneygram

Saya lupa kapan tepatnya pertama kali berurusan dengan penerimaan pembayaran dari luar negeri. Dulu, yang paling terkenal — dan yang saya tahu — mungkin adalah Western Union. Tapi, Western Union sepertinya bukanlah jasa pengiriman uang yang pertama kali saya pakai. Oh ya, ini yang saya maksud adalah jasa pengiriman uang dengan cara yang “sedikit konvensional”, dalam artian tidak melibatkan bank, layanan semacam Paypal, atau cheque.

Dulu, saya pernah melakukan pekerjaan yang moda pembayaran adalah menggunakan mekanisme yang saya sebutkan diatas. Waktu itu, klien saya mengusulkan untuk melakukan pembayaran menggunakan Pacto Moneygram. Waduh! Belum pernah dengar sama sekali. Kenapa tidak pakai Paypal? Sederhana, karena saya tidak punya akun Paypal sama sekali.

Awalnya, klien saya tanya dulu, apakah ada Pacto di Jogjakarta. Setelah browsing sebentar, ternyata ada. Ya sudah, akhirnya dicobalah untuk pertama kalinya. Waktu itu, klien saya menanyakan tentang nama lengkap saya sesuai yang tertera di identitas (dalam hal ini KTP). Setelah itu, saya menunggu saja kabar dari dia. Selanjutnya, dia menginformasikan ke saya bahwa dia telah mengirimkan pembayaran. Dia menyertakan jumlah pengiriman, nama pengirim, kota dan negara dia, dan yang paling penting adalah semacam nomer PIN.

Sebelumnya, saya sempat tanya ke perwakilan kantor Pacto yang ada di Jogjakarta. Dan, katanya memang tidak susah. Setelah saya menerima semua detil dari klien saya, saya coba saja telpon ke salah satu kantor Pacto yang dekat dengan rumah. Saya sebutkan beberapa detil, dan ternyata sudah datang. Wah, cepet juga. Karena saya telepon tidak lama setelah klien saya memberitahu saya (masih di hari yang sama).

Saya, tanya jam berapa kantor Pacto tersebut tutup, ternyata masih ada waktu jika saya ambil hari itu juga. Ketika sampai disana, saya hanya dihadapkan kepada seberkas formulir yang harus saya isi. Jumlah kiriman dikonversikan ke rupiah sesuai hari itu. Waktu itu, saya terima semua dalam bentuk tunai. Walaupun, kalau tidak salah bisa juga kiriman tersebut langsung dimasukkan ke nomer rekening bank yang saya miliki. Tapi, milih tunai saja. Namanya juga baru seneng… :)

Setelah pengalaman tersebut, saya pernah menggunakan jasa ini, karena inilah yang justru kadang saya rekomendasikan ke klien saya ketika dia menawarkan pembayaran.

Catatan: Ini adalah pengalaman pribadi saya. Saya tidak memiliki hubungan atau afiliasi apapun dengan Pacto.

2 Comments

  • alamat kantor pacto moneygram nya itu klo di jogjakarta dmana ya pak?
    boleh saya tau ?tk