Kipas Bambu

Minggu lalu, sewaktu jalan-jalan di Malioboro, kebetulan menjumpai penjual kipas dari bambu. Yang membedakan — selain karena lokasi berjualan — adalah bahwa ini adalah kipas yang mungkin lebih pantas dipakai untuk membakar sate. Awalnya tidak terlalu tertarik, tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya perlu juga. Beberapa hari ini, memang cuaca cukup panas. Daripada pakai kipas angin, mendingan pakai kipas yang ini saja. Ya, sekalian olah raga. :P

Waktu saya tanya harganya, bapak penjual yang sudah cukup tua itu menjawab kalau harganya Rp. 1.500,- saja. Hah? Murah banget! Tanpa pikir panjang, beli dua. Sekalian saja ini hitung-hitung sebagai penglaris. Akhirnya saya beli dua kipas seharga Rp. 5.000,-.

Seribu lima ratus rupiah. Saya sendiri tidak habis pikir kenapa bisa dijual dengan harga “semurah itu”. Padahal, untuk membuatnya, saya yakin butuh ketrampilan dan ketelatenan. Saya sendiri kalau dikasih duit lebih banyak untuk bikin satu kipas, belum tentu bisa. Apalagi, hasilnya juga cukup bagus. Waktu pulang, mungkin saya — bersama Lala — dilihatin orang juga, karena kipas langsung saya bawa. Tanpa plastik pembungkus. Heheheh… Waktu nunggu bis untuk pulang, sempat juga dikira bahwa ini untuk bikin sate.

Seribu lima ratus…

4 Comments