Kehilangan iPad

Hampir setahun lalu, saya sempat sesaat kehilangan salah satu piranti bergerak milik saya. Sebuah iPad. Keberuntungan dan kebaikan seseorang telah berpihak kepada saya saat itu. Tidak jadi hilang, dan kembali ke tangan saya tanpa kurang satu apapun.

Namun, keberuntungan memang tidak bisa dipaksakan. Dua hari lalu, iPad tersebut hilang. Sampai saat ini memang status hilang, dan memang ada harapan bahwa akan bisa saya dapatkan kembali. Sebuah iPad generasi ke-tiga Retina Display, warna putih, 64 GB.

Akhir Februari ini kebetulan harus ke Jakarta untuk urusan pekerjaan. Seperti biasa, saya tidak ingin terlalu repot dengan barang bawaan. Yang tidak biasa adalah saya memutuskan untuk membawa juga tas kecil yang ingin saya gunakan untuk membawa barang khususnya barang elektronik. Atau, sebut saja barang yang akan sering keluar masuk tas.

Setelah terbang dari Jogjakarta dan mendarat di Jakarta, semua masih baik-baik saja. Saya lanjutkan dengan melanjutkan agenda (langsung dari bandara Soekarno-Hatta), langsung menuju ke Wisma BNI 46 di Sudirman. Tempat meeting cukup santai. Di sebuah gerai Dunkin’ Donuts┬ásekitar pukul 15.00-17.00. Saya memang tidak sempat mengeluarkan iPad saya dari tas. Saya cuma pegang iPhone dan ponsel saya yang lain.

Setelah selesai meeting, berpindah tempat untuk makan malam di Bakmi Permata, masih di kawasan Wisma BNI 46. Cukup singkat. Sekitar pukul 18.15, kami pulang.

Dari tempat tersebut, saya melanjutkan perjalanan ke daerah Senopati, Jakarta Selatan untuk acara yang lain. Bertemu dengan beberapa rekan kerja sewaktu saya kerja di Jakarta beberapa tahun lalu. Ketika akan pulang, barulah saya menyadari kalau tas kecil tersebut sudah tidak bersama saya lagi.

Ada keinginan untuk langsung kembali ke tempat semula. Tapi, jalanan macet dan waktu sudah cukup malam. Ditambah saya sendiri sudah terlalu capek. Saya urungkan niat saya. Saya sempatkan mengecek melalui Find My iPhone. Tidak terdeteksi. Dan, saya baru ingat memang iPad masih dalam kondisi Airplane Mode. Saya coba kirim pesan dan notifikasi, dan mengubah status menjadi “Lost Mode”. Agak sulit memang, karena iPad saya memang tidak sedang terhubung dengan internet.

iPad_lost_photo

Saya putuskan untuk mencoba keberuntungan saya pada pagi harinya. Sekitar pukul 10.00 pagi hari Sabtu, 1 Maret 2014 saya kembali ke Wisma BNI 46. Tujuan pertama saya ke restoran Bakmi Keriting Permata. Saya bertemu dengan beberapa pegawai disana. Setelah saya sampaikan maksud kedatangan saya, saya mendapatkan jawaban bahwa barang yang saya cari tidak ada.

Saya coba kembali ke Dunkin’ Donuts. Kebetulan, salah satu pegawai yang bertugas pagi itu adalah pegawai di hari sebelumnya. Saya masih sangat akrab dengan wajahnya. Saya sampaikan tentang keperluan saya, dan saya mendapatkan kabar baik. Kurang lebih begini percakapannya.

S (Saya): “Pagi, Mbak. Kemarin sore sekitar pukul 15.00 saya kesini. Apakah ada barang tertinggal berupa tas kecil berwarna hitam?”
P (Pegawai Dunkin’): “Sebentar saya cek dulu. Kemarin sih memang katanya ada tas ketinggalan”
S: “Wah, kalau begitu, minta bantuannya ya, Mbak…”
P: (Setelah mencoba memeriksa ke ruangan belakang) “Maaf, untuk lemari dikunci dan dibawa yang lain. Coba tinggalkan nomor telepon saja, nanti kami hubungi…”

Saya tuliskan nomor telepon saya, mengucapkan terima kasih, dan meninggalkan tempat itu.

Saya menaruh harapan bahwa saya akan dihubungi. Dan, saya menunggu.

Menunggu…

Sampai akhirnya, sekitar pukul 19.00, tidak ada juga pesan masuk ke ponsel saya (dan tak ada panggilan masuk ke ponsel). Saya putuskan untuk menguji keberuntungan saya kembali dengan pergi ke Wisma BNI 46 untuk ketiga kalinya.

Saya tetap kembali menanyakan ke kedua tempat tersebut. Di restoran Bakmi Keriting Permata saya mendapatkan jawaban yang sama (dan saya mendapat jawaban dari orang yang berbeda dari yang saya temui pertama kali). Di Dunkin’ Donuts, saya bertemu dengan salah satu petugas di kasir. Petugas yang satu (wanita) masih ada disana. Setelah obrolan, ternyata:

  • Benar bahwa ada tas tertinggal, TAPI sudah diambil oleh pemiliknya.
  • Tas tersebut agak berbeda dengan milik saya setelah saya deskripsikan.
  • Saat itu, sudah tidak ada barang lain yang tertinggal.

Dan, sepertinya peluang untuk ketemu semakin kecil saja. Atau bahkan tidak mungkin. Ya, sudahlah.

Hal seperti ini memang jadi agak rumit. Yang saya bisa lakukan adalah memercayai apa yang disampaikan oleh orang dimana saya bisa berharap mendapatkan informasi/barang saya kembali. Saya sudah usaha, tapi mungkin usaha saya sudah cukup untuk saat ini.

Terakhir, saya cuma pantau melalui Find My iPhone. Oh ya, jadi yang hilang dalam tas itu (setelah saya menyadari kembali):

  • iPad 3 warna putih, 64 GB, beserta dengan charger.
  • Boneka Danbo
  • 1 kabel charger OPPO R819

Kalau mencoba memikirkan tentang kondisinya, ada kemungkinan:

  • iPad tertinggal di Dunkin’ Donuts/restoran Bakmi Keriting Permata, ditemukan oleh pengunjung dan dibawa.
  • iPad tertinggal di Dunkin’ Donuts/restoran Bakmi Keriting Permata, ditemukan oleh petugas, namun tidak dibagikan informasinya ke petugas lain.
  • iPad dibawa orang, tapi tidak diapa-apain, tetap dalam Airplane Mode.
  • iPad dibawa orang, sudah di-wipe data dan seluruhnya.

Sedih? Iya. Tapi, ya sudahlah. Semoga bermanfaat bagi yang menemukan. :)

14 Comments

    • Makasih, Yeni. Iya ini, walaupun masih ngarep. Atau, entah mungkin harapan palsu. ;D

    • Nah, kasusnya mirip. Saya sih sampai sekarang juga belum ketemu. Kesalahan saya salah satunya karena masih meninggalkan dalam keadaan Airplane Mode setelah saya keluar dari pesawat. Saya berharap malah justru ini yang menemukan iseng mematikan Airplane Mode sehingga iPad langsung terkoneksi ke internet :(

      • Kalau yang nemu itu tech savvy mungkin bakal dipake, Mas. Tapi bisa gak sih akun kita dihapus sama mereka? Saya khawatirnya malah mereka jual. Karena itu jelas sulit buat didapetin lagi.

        • Iya mas. Bisa saja dihapus. Ini maksudnya dihapus apanya nih? Konten untuk apps yang ada di iPad, atau iPad di-wipe? Kalau saya memang cenderung untuk ganti semua sandi akun dan juga jika ada aplikasi pihak ke-tiga yang terkoneksi, saya hapus koneksinya.

  • Sekadar berempati juga, baru beberapa hari yang lalu saya kehilangan iPad kesayangan saya, bukan karena tertinggal, tapi dirogoh orang di Busway, yang baru kemudian saya sadari begitu turun di halte dukuh atas. Find My iPhone tidak bisa melacaknya, karena selalu offline, dan karena dalam keadaan terkunci, tidak akan ada yang bisa buka.

  • Saya juga baru kehilangan ipad sewaktu acara wisuda di UI, semuanya sudah dikunci, apakah nanti ipad tsb bs digunakan si pencuri?

  • Saya juga kehilangan Ipad Mini dan laptop.
    Berikut kronologisnya :

    Pada tanggal 18 Mei 2015 pukul 21.53 saya kehilangan laptop Lenovo IdeaPad S210-Touch dan Ipad Mini 16Gb di parkiran Skyline Building Jakarta (Jakarta Theater).

    Saya pulang kerja dari kantor saya di PT IP Network Solusindo (daerah Harmoni) sekitar jam 18.30, biasanya saya dijemput sama suami. Tapi hari itu suami ada meeting di Starbucks Skyline Building jadi saya pikir agar suami ga terlalu jauh jemputnya, saya memutuskan untuk nyemperin dia disana. Maka berangkatlah saya ke sana.
    Pada saat itu suami masih meeting sampai sekitar jam 9, maka saya memutuskan untuk berkeliling di Mall Sarinah. Saya pun belanja beberapa makanan ringan di Hero. Singkat cerita suami menelpon untuk mengabarkan bahwa meetingnya sudah selesai dan mengajak untuk makan malam di Pizza Hut Skyline Building. Jadi setelah belanja di Hero, saya menemui suami saya di Pizza Hut.

    Setelah makan malam, sekitar jam 21.40 kami pun meninggalkan Pizza Hut dan berjalan ke arah parkiran motor yang berada di bagian belakang gedung Skyline. Ketika itu suami membawakan belanjaan dan tas laptop Juniper saya yang berisi Laptop Lenovo IdeaPad S210 Touch, charger laptop, konverter vga to hdmi, mouse putih merk RSA, pointer presentasi merk FireEye, Ipad Mini 16Gb Silver Putih dengan casing flip warna pink dan beberapa dokumen. Sesampainya di parkiran motor (area P1) suami menyerahkan keresek belanjaan dan laptop kepada saya karena dia bersiap-siap mengenakan helm dan jaket. Saya pun bersiap-siap mengenakan helm dan meletakkan keresek belanjaan serta tas laptop di sebelah kiri motor suami. Disibelah kiri motor suami, terdapat motor yang seingat saya bukan motor gede (mungkin jenis matic atau bebek). Di jok motor tersebut, saya meletakkan keresek belanjaan dan tas laptop.

    Setelah suami siap, dia memberitahukan saya untuk segera naik. Maka naiklah saya dan kita pun langsung meninggalkan tempat parkiran motor pukul 21.53. Sekitar 10 menit kemudian, saya memeriksa barang bawaan kami dan menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang yaitu tas laptop saya!! Saya memberitahukan suami untuk segera kembali ke Skyline Building. Kami pun kembali ke Skyline Building dan masuk area parkir pukul 22.17, kami langsung ke tempat asal kami parkir yaitu di area P1. Namun kami tidak menemukan tas laptop saya.

    Kami segera melapor ke petugas parkir dan security gedung tentang masalah ini. Dan mereka sangat cooperatif, mendengarkan kronologis dan membantu untuk mengamati lewat cctv. Di cctv, terlihat ada 3 motor yang meninggalkan slot parkiran yang sama dengan tempat kami parkir. Pihak security pun berjanji akan membantu menanyakan kepada pemilik motor yang parkir di tempat yang sama dengan kami apakah mereka menemukan atau melihat tas laptop saya. Pencarian pun berakhir hari ini.

    Keesokan harinya tanggal 19 Mei 2015 jam 1 siang, saya dan suami kembali menemui pihak security Skyline Building untuk menanyakan status terakhir dari pencarian mereka. Pada saat itu kami bertemu dengan Chief Security-nya, dia bilang bahwa mereka tidak bisa langsung begitu saja mendatangi pemilik motor tersebut karena ditakutkan akan mengganggu jam kerja mereka, Maka kami pun setuju untuk menyerahkan hal ini kepada pihak security karena ini merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan (kami bukan menuduh atau berniat jahat, tapi hanya ingin menanyakan apakah melihat tas laptop tersebut karena motor tersebut berada di area tempat kami parkir). Kami pun akhirnya pulang, dan menunggu kabar dari pihak security.

    Malamnya, sekitar pukul 21.00 Wib kami tak kunjung mendapatkan kabar dari security building, maka kami berinisiatif untuk menelpon PIC Lumya Parking (yang membantu kami di hari sebelumnya) karena kami tidak mempunyai contact telepon Chief Security.
    Hasilnya dari pembicaraan dengan PIC Parking, tidak ada yang merasa menemukan tas laptop saya.

    Saya sangat memohon kepada yang merasa menemukan TAS LAPTOP dengan ciri :
    – Warna hitam
    – Ukuran kira-kira untuk laptop 13″
    – Model tasnya di tenteng
    – Merk tas Juniper
    – Terdapat bekas cat putih di tasnya

    Adapun isi dari tas tersebut adalah :
    – Laptop Lenovo IdeaPad S210 Touchscreen White, cirinya di monitor saya menggunakan screen protector yang sudah terlihat tidak menempel rapi (saya nempel sendiri) dan sudah berdebu (maklum jarang dibersihkan), sticker di bagian keyboard bawah sebelah kiri sudah ada yang melintir dan sudah agak usang, tuts keyboard yang sudah agak kekuning-kuningan, jika laptop dinyalakan maka booting yang pertama masuk ke Manjaro Linux.
    – Charger Laptop Lenovo
    – Ipad Mini Wifi 16GB, cirinya casing flip warna pink yang cover depannya bisa lepas-pasang, terdapat bekas tinta pulpen biru di casing tersebut, terdapat coak di sisi kanan atas ipad (deket tombol volume), jika ipad dinyalakan akan terlihat wallpaper ombak di pasir
    – Mouse putih merk RSA, cicinya mouse tersebut sebesar HP Samsung Galaxy Y, kabel usb yang bisa lepas-pasang, mousenya terdapat lampu warna warni jika dicolok ke PC
    – konverter vga to hdmi, warna hitam, merk realtek (kalo tidak salah)
    – pointer preseentasi yang masih ada kotaknya warna hitam, pointer tersebut merk FireEye, warna putih
    – beberapa dokumen

    Please jika menemukan mohon hubungi saya di :
    ns.nenden@gmail.com
    08882169906

  • Pingback: iPhone 6 Hilang