iPhone 6 Hilang

Dua minggu lalu, setelah sekitar satu jam saya turun dari Grab yang mengantar saya untuk urusan pekerjaan dari Gambir ke Alam Sutera, saya baru menyadari bahwa iPhone 6 saya sudah tidak bersama saya lagi.

Saat itu, bersama dengan rekan kerja saya, setelah turun dari Grab memang saya tidak mengecek keberadaan ponsel saya. Lebih menghabiskan waktu dengan rekan saya untuk mengobrol. Barulah ketika saya menyadari bahwa ponsel saya tidak ada bersama saya, saya mulai sedikit panik.

Singkatnya, usaha untuk mendapatkannya sudah saya lakukan. Rekan saya menelpon nomor ponsel saya, ternyata ada nada sambung namun tidak diangkat. Lupa berapa kali, namun akhirnya tidak ada nada sambung. Mungkin ponsel sudah dimatikan.

Saya coba telepon pengemudi Grab saya, menanyakan apakah ada barang tertinggal. Jawabannya, tidak. Ketika saya menanyakan apakah ada pengemudi setelah saya, dijawab bahwa ada, tapi ketika saya tanyakan apakah ada nomor ponsel penumpang setelah saya, dijawabnya tidak ada/tidak tahu. Mungkin, penumpang saya memang tidak sempat melakukan sambungan telepon dengan pengemudi Grab tadi. Entahlah.

Namun, dalam kondisi ini, saya lebih memilih untuk mempercayai apa yang disampaikan kepada saya. Saya setel ponsel saya dalam “Lost Mode” melalui iCloud, dan mengatur supaya ada pesan yang muncul apabila ponsel saya ditemukan. Siapa tahu keberuntungan masih berpihak kepada saya, sama seperti waktu iPad saya dulu (hampir) hilang.

Sekitar 2 hari kemudian, ada notifikasi masuk ke surel saya yang memberitahukan bahwa iPhone saya terdeteksi berada di Tambun, Bekasi.

Namun, sepertinya harapan makin kecil saja. Sampai saya tuliskan cerita ini, tidak ada kabar lagi. Semoga iPhone-nya masih bisa dipakai oleh pemilik barunya, siapapun dia.