Hal-hal seputar merokok di Hong Kong

Bukan, saya tidak sehebat itu ke Hong Kong hanya untuk merokok. Intinya adalah saya perokok dan saya melihat cukup banyak tanda larangan merokok di Hong Kong ketika saya mengikuti acara nonton bareng Transformers 3 di Hong Kong awal bulan ini. Saya masih ingat tanda larangan merokok pertama yang saya lihat adalah di luar pintu bandara internasional Hong Kong, ketika menunggu bis jemputan yang akan membawa rombongan ke hotel.

Dan — untuk menambah efek dramatis — saya tidak membawa rokok satu batangpun dari Jakarta. Alasannya sederhana: lupa. Jadi sebelum cerita lebih lengkap lagi, saya mau berterima kasih dulu kepada teman-teman yang sudah rela berbagi rokok selama disana. Hahaha! Eh, tapi akhirnya saya beli rokok sendiri kok, ketika berada di Tung Chung, setelah meninggalkan Disneyland Hong Kong. Harga sekotak rokok yang saya beli adalah HK$ 45, atau sekitar Rp 50.000,–. Harga rokok paling mahal yang pernah saya beli. Saat itu saya beli rokok ESSE, karena tidak menemukan rokok khas Indonesia. Dan, sampai di Jakarta, sebungkus rokok ini juga belum habis.

Tanda Larangan Merokok

Ini bisa dilihat dimana-mana, dengan informasi denda yang — bagi saya — cukup menakutkan. Walaupun pada akhirnya tidak semenakutkan yang dibayangkan. Di bandara, angkutan umum, MRT, pusat berbelanjaan, dan rumah makan banyak sekali ditemui. Bahkan, didalam taksi juga ada.

Entah karena faktor ini atau masalah pola hidup orang-orang di Hong Kong, memang saya cukup jarang menjumpai orang merokok disembarang tempat. Ada sih di pinggir jalan, tapi jarang sekali saya lihat orang merokok di warung makan. Karena sedang berada di negeri orang, jadi untuk amannya kita ikuti saja aturan yang ada. Lha di Hong Kong uang saku saya seperitnya juga tidak sebesar denda maksimum jika melanggar larangan itu.

Harga rokok di Hong Kong mahal(?)

Walaupun mahal dan murah ini relatif, tapi jika dibandingkan dengan harga rokok di Indonesia, harga memang sangat jauh berbeda. Dan, kebetulan merek rokok yang saya hisap tidak tersedia dibanyak tempat. Justru baru di hari terakhir saya mendapatkan rokok impian saya. Itupun saya dapatkan dengan agak tidak sengaja ketika jalan-jalan di Victoria Park.

Jadi ceritanya ketika itu saya sedang ngobrol dengan beberapa tenaga kerja dari Indonesia yang sedang merayakan kumpul-kumpul. Jumlahnya ratusan. Dua orang TKI yang saya ajak ngobrol ngalur ngidul itu sembari berjualan. Yang satu jualan plastik kresek untuk sampah, yang satunya jualan pulsa. Sambil cerita-cerita dan bercanda, tiba-tiba salah satu dari mereka bilang, “Mas, aku yo duwe iki loh! (Mas, aku juga punya ini lho!)” sambil menunjukkan sebungkus rokok. Oh ya, keduanya berasar dari Pulau Jawa, sehingga obrolan saya dengan mereka lebih banyak menggunakan bahasa Jawa.

Hahahaha! Sehari sebelumnya, saya juga sempat bertemu dengan dua orang TKI di Hong Kong, dan mereka juga sempat memberikan informasi kalo rokok dari Indonesia bisa dibeli di daerah Victoria Park. Jadi, terjawab sudah rasa penasaran saya.

Saya beli sebungkus rokok dengan sesuai dengan informasi dari mbak-mbak TKI itu: $HK 25/bungkus. Ya, best deal-lah. Oh ya, selain rokok, dalam tas ajaibnya tersebut, mbak itu juga ternyata jual duit rupiah/Hong Kong. Soal kurs, dibuat sederhana: $HK 1 setara dengan Rp 1,000,-

Mungkin disain rokok di negara lain juga ada kemiripan, tapi rokok yang saya temui disana memang didisain untuk menakutkan dan menunjukkan efek negatif merokok. Salah satunya yang saya temui di minimarket. Soal harga, rata-rata sekitar $HK 45-50. Saya lupa tepatnya dan karena harga tidak tertera dengan jelas.

5934173742_833105da5f_b

Merokok pada tempatnya

Sebenarnya, aturan ini juga ada baiknya, karena untuk mendorong orang untuk merokok pada tempatnya, tidak sembarangan. Tau sendiri puntung rokok yang walaupun ukurannya kecil ini bisa menjadi pemandangan yang sangat mengganggu. Informasi dari pemandu yang ada disana mengatakan bahwa di Hong Kong merokok itu boleh, asal pada tempatnya. Dan, ternyata tempat yang dimaksud — selain smoking room — adalah tempat sampah yang cukup banyak tersedia dipinggir jalan.

Jadilah tempat sampah tersebut sebagai asbak raksasa. Oh ya, tempat sampah ini juga bukan sembarang tempat sampah yang bisa diusilin. Saya coba geser tempat sampah yang sekaligus jadi asbak ini. Ternyata, berat! Jadi kecil kemungkinan untuk (ehm!) dicolong atau dipindahkan seenaknya. Dan, didepan hotel juga tersedia asbak raksasa ini. Sip!

Eh, tapi tunggu, saya tidak bawa rokok. Alhasil, saya nebeng rokok Masova — itung-itung membantu mengurangi rokok. :P

Lalu, apakah ada smoking area lain dalam gedung? Mungkin ada, tapi karena memang selain di hotel saya dan beberapa teman lebih banyak beraktivitas diluar gedung, jadi jarang juga menemui/menanyakan adanya smoking room. Hotel tempat menginap juga hanya menyediakan kamar yang boleh merokok dilantai tertentu saja, yaitu lantai 19. Jadi, beruntunglah Anda para perokok yang kebagian kamar dilantai itu.

Ketika mengunjungi Hong Kong Disneyland, disana juga juga disedikan beberapa tempat untuk merokok ditempat terbuka, dan cukup nyaman karena ada dibawah pohon. Dan, dalam peta petunjuk, disebutkan dengan jelas lokasi area merokok ini.

Ngomong-ngomong smoking room dan hasrat keinginan merokok, mungkin yang paling heroik adalah ketika saya mencari area merokok di bandara ketika akan pulang. Ya, intinya saya mau merokok tapi sudah berada di tempat tunggu di Gate 17. Ada info kalau tempat merokok ada di Gate 25. Iya, dekat Gate 25. Dan, ini artinya butuh waktu sekitar 10 menit berjalan kaki untuk menuju tempat tersebut! Sembari mencari oleh-oleh, saya sempat mampir di ruang merokok tersebut.

Lain-lain

Tidak berarti bahwa tidak banyak orang Hong Kong yang merokok, tapi ada beberapa hal menarik yang saya lihat terkait dengan perokok di Hong Kong:

  • Walaupun sudah ada tempat khusus merokok di pinggir jalan, tapi masih ada yang tetap merokok sambil berjalan walaupun jumlahnya sedikit. Jadi ada aturan, tapi tetap saja jumlahnya tidak banyak.
  • Jarang melihat puntung rokok dipinggir jalan. Entah karena memang orang-orang tidak hobi membuang puntung rokok sembarangan, atau karena sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan di malam hari.
  • Pernah satu kali sekitar jam 02.00, saya merokok didepan hotel pinggir jalan. Jalanan sudah sepi, dan saya lihat beberapa puluh meter dari tempat saya berdiri ada orang merokok. Tak lama kemudian, orang tersebut menghampiri tempat saya merokok dan membuang puntung rokok di tempat sampah didepan saya. Padahal jelas bisa saja dia langsung buang sampah disitu. Dan kejadian ini (buang puntung rokok pada tempatnya) sering kali saya temui.
  • Yang saya ceritakan diatas hanya berdasarkan yang saya lihat di sebuah kawasan di Hong Kong. Kurang tahu juga di daerah lain di sana.

4 Comments

  • Satu hal merokok sambil jalan boleh di Hongkong tp jangan sekali kali buang buntung rokok sembarangan klo pas lagi apes ada polisi bisa kena denda. Dan lagi merokok di tempat sampah pinggir jalan boleh tp hanya tempat sampah yg berwarna orange, Karena Di hongkong tempat sampah umum Ada 2 warna hijau Dan orange.