FAM Trip Journalist: Mei 2008, Yogyakarta

Beberapa hari yang lalu, (19 Mei 2008), saya bersama dengan rekan saya Yan Arief mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam agenda acara FAM TRIP Journalist. Kemunculan kami disini atas undangan dari Bapak Octo Lampito dari Harian Kedaulatan Rakyat. Secara singkat acara ini merupakan sebuah kunjungan ke tempat-tempat tujuan wisata yang dilakukan oleh pihak-pihak seperti pemerintah kota, jurnalist, agen perjalanan. Sehingga acara ini mampu memberikan sebuah kesan dan pengalaman estetis tersendiri ketika individu berinteraksi dengan obyek (produk) wisata.

Untuk kegiatan ini di didukung oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta. Untuk hari pertama ini — dari rangkaian acara mulai tanggal 19 – 21 Mei 2008) — agenda pertama adalah mengunjungi Candi Borobudur. Hari ini (20 Mei 2008) peringatan Hari Raya Waisak 2552 dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur.

Perjalanan diawali dari Hotel Melia Purosani sebagai titik keberangkatan. Dengan mengendarai beberapa mobil dan bus, rombongan berangkat sekitar pukul 17.00 WIB. Perjalanan cukup lancar dan sampai di area Candi Borobudur menjelang waktu makan malam. Jamuan makan malam diadakan di Restoran Borobudur. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengunjungi Candi Borobudur.

Dikarenakan masih dalam rangkaian puncak peringatan Hari Raya Waisak 2552 (Puja Bakti Waisak 2552), suasana kompleks candi menjadil sedikit berbeda dengan biasanya. Cukup banyak ornamen yang menghiasi area seputar candi. Rombongan tidak bisa memasuki area yang cukup dengan bangunan utama candi, karena memang ada sebuah himbauan untuk menjaga ketenangan dan kekhusyukan umat Budha.

Dari Candi Borobudur, rombongan melanjutkan perjalanan pulang. Dalam perjalanan, saya melihat banyak sekali arus kendaraan yang menuju daerah Magelang (terutama ke arah Candi Borobudur dan Mendut). Oh ya, di Candi Borobudur sudah terlihat banyak biksu dan biksuni yang sudah bersiap untuk melakukan prosesi ibadah. Dari yang saya dengar, mereka akan melakukan ibadah selama 24 jam.

Salah satu yang menjadi harapan dalam peringatan Hari Waisak kali ini adalah permohonan mendapatkan kedamaian di Indonesia dan dunia. Acara ini menjadi momentum yang bersejarah, karena sejak tahun 1956(?), belum pernah diadakan acara di Candi Borobudur selama 24 jam. Ini terjadi karena untuk peringatan tahun ini telah mendapatkan ijin dari pemerintah Indonesia untuk dapat melakukan aktivitas selama sehari penuh di komplek candi.

Rombongan acara ini kembali ke Hotel Melia Purosani untuk beristirahat, karena hari ini juga direncanakan akan melakukan perjalanan ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta seperti Kraton Yogyakarta, Makam Raja-Raja Imogiri, Taman Pintar dan Pasar Klithikan disamping untuk mengikuti agenda lainnya.