Facebook yang (Kadang) Membingungkan

Saya menggunakan Facebook, walaupun tidak terlalu aktif memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Misalnya aplikasi games. Saya lupa kapan atau aplikasi permainan apa yang saya mainkan. Bagi saya, aplikasi games ini tidak terlalu menarik. Mungkin saja menarik sih, tapi saya lebih takut kalau susah berhenti yang mengakitbatkan pekerjaan menjadi terbengkalai — karena keasikan bermain games.

Logo Facebook

Saya hanya menggunakan Facebook untuk hal-halyang sifatnya mendasar saja: membangun jaringan pertemanan dengan teman-teman lama atau yang baru bertemu. Selain itu, terkait dengan blog publishing, saya juga menggunakannya untuk memublikasikan tautan ke artikel atau entri yang saya tuliskan dalam blog milik saya.

Sejak awal, saya memang tidak punya sesuatu yang prinsip tentang istilah “teman” di Facebook. Maksudnya, apakah teman itu berarti “seseorang yang saya kenal”, “seseorang yang pernah ketemu”, atau “seseorang yang ada pernah saya tahu melalui internet”. Seiring berjalannya waktu, kadang hal ini menjadi merepotkan. Saat ini, lebih dari 100 friend requests yang ada dalam akun saya. Biasanya, saya melihat terlebih dahulu satu per satu. Yang paling susah adalah ketika menemukan seseorang ingin “berteman” dengan saya, tapi saya sama sekali tidak mengenalnya. Atau, jika seseorang tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan melalui mutual friends.

Kadang mutual friends sendiri juga cukup membingungkan. Misalnya, ketika saya melihat bahwa ada salah satu (atau lebih) mutual friends tersebut adalah teman satu SMA saya. Tapi, saya sendiri tidak kenal sama sekali — karena berbeda angkatan. Contoh lain misalnya beberapa mutual friends-nya adalah para narablog yang saya tahu blog-nya, tapi belum pernah bertatap muka. Bisa jadi saya akan dianggap sombong kali ya… Tapi, sepertinya mendingan seperti ini daripada saya malah repot dikemudian hari.

Yang lebih “ajaib” lagi adalah ketika seseorang menyarankan untuk berteman dengan saya. Sebut saja si Bagong — yang saya tidak kenal tapi ada dalam daftar teman — menyarankan saya untuk berteman dengan si Gogon yang sama sekali juga tidak saya kenal. Wahahaha!

Itu salah satu contoh saja. Mungkin, sekarang saya harus membiasakan diri dengan kebingungan — karena hal tersebut — di ranah jejaring sosial saja.

4 Comments

  • hehe… tampaknya kita mengalami hal yang sama mas, apalagi saya bukan seleb sama sekali, tapi selalu ada saja yang meminta menjadi teman padahal tidak kenal, kadang saya terima dulu, tapi setelah beberapa waktu dirasa annoying kadang saya remove juga, toh ga kenal ini. hehe… lebih membingungkan kalau ada permintaan teman dari “aqyu cuaem bangetzz”, gimana coba? :D