Bis Damri Dari Bogor Ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK)

Sebelumnya, saya menggunakan Damri dari Halim Perdanakusuma (HLP) ke Bogor. Namun, saya meninggalkan Bogor untuk kembali ke Jogja tidak melalui Halim Perdanakusuma melainkan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Jaraknya bahkan lebih jauh dibandingkan menuju Halim Perdanakusuma. Dengan pertimbangan ini pula, saya kembali menggunakan jasa layanan transportasi Damri.

Saya berangkat dari terminal Damri yang ada di kawasan Botani Square sekitar pukul 14:00 WIB di hari Jumat. Sore itu, saya lihat beberapa armada yang berangkat tidak terlalu ramai. Menurut informasi dari jadwal keberangkatan, Damri dari Bogor ini paling pagi berangkat pada pukul 02:00 WIB menuju Soekarno-Hatta.

Saya membeli tiket di konter tiket seharga Rp55.000,00. Namun, tak lama saya diberitahu oleh petugas bahwa ini adalah tiket Damri biasa. Kalau mau naik yang Royal Class, saya perlu nambah Rp20.000,00. Ternyata ada pilihan untuk kelas bis yang melayani trayek ini.

Cuma saat itu saya tidak memerhatikan karena, jadi saya kira semua sama. Sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan tiket yang saya beli tersebut. Hanya saja, bis yang saat itu tersedia memang adalah untuk Royal Class.

Karena saya memilih untuk sesegera mungkin sampai di bandara, maka saya putuskan untuk menambah pembayaran Rp20.000,00 yang langsung diberikan kepada petugas di bis. Bis Damri yang jenis Royal Class ini berwarna biru menyala, sedikit berbeda dengan Damri biasa yang berwana abu-abu.

Disain interior bis juga berbeda. Bis terasa lebih lega karena walaupun besar namun hanya memiliki kalau tidak salah sekitar 26 tempat duduk. Damri biasa kalau tidak salah sekitar 40 tempat duduk. Sebenarnya bagi saya sendiri tidak terlalu signifikan, apalagi perjalanan bisa dikatakan tidak terlalu jauh juga.

Baca juga:  Penerbangan Internasional AirAsia Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta

Ada beberapa kemacetan yang ditemui, namun perjalanan menuju Terminal 1C di Soekarno-Hatta bisa dikatakan cukup lancar. Perjalanan pulang saya sama dengan waktu berangkat menggunkan maskapai Citilink Indonesia QG-770.