Cerita Perjalanan ke Karimunjawa (Bagian 1)

Akhirnya, saya berkesempatan main ke Karimunjawa. Ke sebuah kepulauan yang masuk ke daerah administratif Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Beberapa bulan yang lalu — tepatnya bulan Mei 2012 — saya memutuskan untuk pergi berlibur beberapa hari dari rutinitas pekerjaan. Kebetulan, ada ajakan untuk mengunjungi Karimunjawa bersama dengan beberapa teman. Halo Firman, Robee, Zam, Virtri dan Diah!

Keberangkatan saya dari Jogjakarta, bersama dengan Firman. Sedangkan rombongan lainnya langsung dari Jakarta. Janjian untuk bertemu juga bukan di Semarang atau Jepara sebagai tempat keberangkatan ke Karimunjawa. Saya dan Firman berkendara dengan mobil menuju Jepara, dan lainnya dari Jakarta menggunakan Air Asia. Setelah mendapatkan informasi tentang jadwal keberangkatan kapal yang akan membawa penumpang dari Jepara ke Karimunjawa, pagi hari sekitar pukul 04.00, saya bersama Firman memulai perjalanan.

Perjalanan cukup lancar, dan tiba di Jepara (tepatnya di Pelabuhan Kartini) sudah cukup siang. Istirahat sambil sarapan untuk kemudian menunggu kapal Express Bahari. Keberangkatan hari Sabtu pagi dan direncanakan pulang pada Minggu sore. Cuma memang belum mendapatkan tiket pulang (dari Karimunjawa). Dari petugas tiket kapal, disarankan untuk langsung saja nanti mencari tiket dari Karimunjawa. Karena jadwal yang cukup fleksibel, hal ini tidak terlalu menjadi masalah.

Tiket Kapal Express Bahari

Harga tiket untuk keberangkatan adalah Rp. 84.000,- per orang (dari Pelabuhan Kartini ke Karimunjawa), dan diperkirakan perjalanan akan ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Setelah menunggu, sekitar pukul 11.00 — sedikit mengalami keterlambatan — akhirnya kapal diberangkatkan.

Kapal Express Bahari

Saya lupa kapan terakhir naik kapal laut. Kalau tidak salah ingat, sekitar 10 tahun yang lalu, ketika main ke Jambi. Dengan tiket Rp. 84.000,- ini, saya rasa cukup sebanding dengan pelayanan yang didapatkan.

Oh ya, tiket kapal sudah dilengkapi dengan nomor kursi, jadi tidak perlu khawatir tentang berebut kursi. Ada beberapa kursi kosong yang masih tersedia saat itu.

Saat itu, baca-baca informasi di pelabuhan ada dua kali jadwal keberangkatan ke Karimunjawa. Jadwal pagi adalah pukul 09.00. Dan, ada juga pengumuman misalnya ada kemungkinan tidak ada pelayaran jika cuaca tidak mendukung (syah bandar pelabuhan tidak mengijinkan untuk adanya pelayaran. Untunglah, saat itu cuaca cukup cerah, dan ombak diinformasikan cukup bersahabat.

Kondisi kapal yang bersih dan terawat, ada makanan ringan juga. Sempat saya keluar ke geladak kapal, tapi saat itu sudah banyak penumpang yang ada disana. Perjalanan saya habiskan dengan istirahat sambil menonton film yang diputar melalui layar televisi.

Snack di Kapal Express Bahari

Sesampai di Pelabuhan Karimunjawa, kami menunggu rombongan lain yang menggunakan KMC Kartini yang berangkat dari Semarang. Waktu tempuh lebih lama, sekitar 4 jam. Sambil menunggu, menyempatkan untuk mencari informasi tentang tiket pulang. Yang ternyata juga tidak terlalu gampang. Akhirnya tiket pulang dibantu urusannya oleh pihak penginapan — nama penginapannya adalah Puri Karimun. Saya sempatkan untuk makan siang, dan disana ketemu dengan dua teman baru yang akhirnya bergabung dengan rombongan kami. Makin rame, makin asik!

Sekitar pukul 13.00, KMC Kartini datang. Setelah istirahat sejenak, kami langsung menuju ke penginapan untuk mengatur kamar, istirahat dan bersiap untuk melakukan aktivitas lainnya. Saya sendiri memang hanya snorkling bersama Robee. Lainnya — yang karena memang hobi menyelam — melakukan agenda menyelam mereka.

Snorkling. Foto oleh Zamroni.

Setelah cukup puas ber-snorkling, saya punya dua kesimpulan: beli pelindung kamera untuk iPhone supaya bisa memotret di air, dan beli snorkle. :P

Ya, bagaimana tidak, ketika snorkling saja, saya bisa melihat terumbu karang yang begitu jelas. Juga ikan badut. Reflek pertama adalah pengen memotret. Tapi apa boleh buat, cukup melihat saja. Tapi, sudah senang kok :)

Bahaya memang kalau harus mendengarkan bujukan dan rayuan para penyelam itu! Walaupun sekarang, saat saya nulis ini, saya sudah beli snorkle dan mask. Cuma memang belum pernah dipakai. :P Hey kalian, puas?!

Dalam perjalanan pulang ke penginapan, sempat pula main ke tempat penangkaran ikan hiu. Dan, sekalian saja berenang dengan ikan hiu. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tapi tetap saja: itu hiu! Biaya untuk pengalaman ini adalah Rp. 5.000,- saja.

Perjalanan pulang ditemani dengan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa. Sudah paling benar sepertinya melihat matahari terbenam langsung dari pantai.

Matahari terbenam di Karimunjawa

Setelah sampai di penginapan, kami semua berberes dan istirahat untuk selanjutnya pergi ke alun-alun yang tidak jauh dari penginapan. Datang ke sana untuk menikmati sajian ikan bakar. Enak! Ya walapun tidak semuanya langsung kesana. Saya dan beberapa yang lain singgah dulu ke sebuah warung untuk memenuhi hasrat makan mie instan goreng lengkap dengan telur dan irisan cabai.

Setelah puas makan, akhirnya balik lagi ke penginapan untuk istirahat. Karena besoknya akan ada agenda main air yang lain.

6 Comments