Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!

Sudah bulan kedua ini saya berlangganan layanan IndiHome. Proses menjadi pelanggan juga tidak selancar yang saya perkirakan. Namun, pada akhirnya saya bisa mendapatkan layanan IndiHome untuk mendukung keseharian saya baik dalam bekerja, maupun untuk keperluan lain yang menggunakan koneksi internet.

Beberapa rekan kerja saya juga menggunakan layanan IndiHome dengan paket yang sama. Sebelum saya mendapatkan tagihan pertama saya, kami bertukar informasi mengenai jumlah tagihan. Dan, ternyata tagihan tidak sama. Tentu saja, ada beberapa komponen tagihan yang memengaruhi. Namun, selisihnya sepertinya terlalu banyak satu sama lain.

Akhirnya, saya mendapatkan tagihan pertama di bulan Februari 2016, dengan rincian seperti di bawah ini:

BIAYA INDIHOME 3P: 248.710,00
RESTUSI/DISKON/DEBET: 105.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 35.820,00
DENDA TERBAYAR: 3.000,00
PERCAKAPAN PONSEL: 4.488,00
Total Tagihan: Rp 397.018,00

Masih dibawah Rp 400.000,00 sesuai dengan alokasi budget saya — selain ada alokasi untuk kebutuhan pulsa di ponsel, dan layanan mobile data. Untuk kebutuhan internet di rumah, penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Saya bekerja dengan laptop saya, menggunakan internet juga di ponsel dan tablet. Layanan kabel UseeTV juga kadang saya manfaatkan, walaupun sebenarnya cukup jarang juga.

Walaupun dulu ada kabar tentang kebijakan FUP (Fair Usage Policy) dari Telkom, atau pemblokiran Netflix, bahkan pengurangan jumlah kanal siaran di UseeTV, hal tersebut tidak terlalu signifikan bagi saya. Bahkan, kalau saya boleh memilih, saya lebih memilih untuk menggunakan layanan internet saja. Layanan televisi UseeTV dan telepon rumah hampir bisa saya abaikan. Masalahnya, ketiga layanan tersebut (internet, tv cable, dan telepon rumah) sudah menjadi satu paket layanan.

Di akhir bulan Februari 2016, Telkom mengumumkan tentang adanya penyesuaian tarif komponen layanan melalui laman Facebook.

12771829_454226614769781_1968182513153215939_o

Benar memang bahwa harga yang saya bayarkan memang mungkin adalah harga promo. Namun, pada akhirnya saya hanya melihat total tagihan. Akhirnya, tagihan saya di bulan Maret 2016 dapat saya lihat melalui situs Telkom. Dan, detil tagihan saya adalah sebagai berikut:

BIAYA INDIHOME 3P: 362.138,00
BIAYA SEWA STB/MODEM: 50.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 41.615,00
BEA MATERAI: 3.000,00
LOKAL SLJJ: 0,00
PERCAKAPAN PONSEL: 4.013,00
Total Tagihan: Rp 460.766,00

Mengenai promo, atau penyesuian harga sewa STB (Set-Top Box) atau modem, Telkom sendiri berusaha memberikan klarifikasi.

“Sudah disampaikan pada awal berlangganan, baik melalui material promo maupun kontrak berlangganan, sewa STB tersebut hanya berlaku hingga 31 Desember 2015, sebesar Rp 30.000 per bulan,” imbuh Jemy.
Setelah 1 Januari 2016, harga tersebut bakal berubah menjadi Rp 60.000 per bulannya. Namun, Telkom pun akhirnya membuat keputusan lain dengan kembali memberikan diskon.
“Karena kami menyadari pelanggan masih memerlukan pemahaman, maka kami juga membuat yang harusnya menjadi Rp 60.000 per bulan, menjadi hanya Rp 50.000 per bulan,” lanjut Jemy.
Potongan harga sebesar Rp 10.000 itu pun dikatakan merupakan subsidi langsung dari Telkom. Anggaran tersebut dipotong langsung untuk dibayarkan kepada penyedia STB tersebut.

Intinya: harga naik dari sebelumnya. Berapapun perubahannya, saya rasa ini menjadi pendapat pribadi dari konsumen apakah masuk akal, tidak masuk akal, bisa diterima, atau tidak bisa diterima. Ini tentang rasa.

Pada akhirnya, konsumen sendiri yang akan melakukan kalkulasi. Kalau menilik kepada tagihan awal, saya tetap berpikir untuk melanjutkan layanan IndiHome ini. Namun, dengan kondisi bahwa saya juga bekerja di kantor (yang juga sudah memiliki akses internet), dan juga sering bepergian ke luar kota, sepertinya kedepannya akan berpikir ulang untuk melanjutkan layanan IndiHome ini.

Mari berhitung.