Autodebet Pembayaran Kartu Kredit

Sejak kali pertama saya memiliki kartu kredit sampai dengan saat ini dengan kondisi ada lebih dari satu kartu kredit, saya memilih untuk melakukan pembayaran secara autodebet.

Walaupun kartu kredit ini memang salah satu sarana untuk kita bisa hutang terlebih dahulu kepada bank, namun kartu kredit jelas bukan alasan utama supaya bisa berhutang.

579017sfo283

Alasan kenapa saya melakukan pembayaran secara autodebet cukup sederhana. Pertama, saya tidak mau lupa melakukan pembayaran, dan tidak mau menyisakan hutang. Pokoknya, berapapun pembayaran yang dibebankan, harus dilunasi. Saya tidak ada kompromi untuk hal ini. Puji Tuhan, sampai dengan saat ini, komitmen tersebut masih bisa saya penuhi.

Kedua, karena saya tidak mau terjebak dalam bunga kartu kredit dan beban lain yang muncul gara-gara adanya tunggakan dalam tagihan kartu kredit. Apalagi, sampai harus melakukan pembayaran kartu kredit dengan kartu kredit lain.

Walaupun, tetap saya cukup sering memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dari penerbit kartu kredit. Fasilitas semacam ini bagi saya sayang untuk tidak dimanfaatkan, termasuk fasilitas yang sekiranya menguntungkan.

Pernah satu ketika, saya melakukan transaksi dengan kartu kredit memanfaatkan fitur cicilan 0%. Transaksinya saat itu cukup besar, namun ada kesalahan dari sistem (saat itu setelah saya gali informasinya, kesalahan dalam sistem penjual/merchant). Saya punya dua opsi: urus ke bank untuk mengubah menjadi cicilan, atau melunasinya.

Karena secara prinsip ini lebih kepada kapan harus membayar, jadi saya putuskan untuk langsung saja melakukan pelunasan. Pernah juga malah sebaliknya, saya melakukan perubahan dari cicilan menjadi pembayaran langsung alias non-cicilan.

Lebih baik punya sedikit saldo di rekening daripada saldo banyak tapi hutang juga banyak.