Apa Kabar Indonesia (TVOne): Luna Maya, Media Sosial dan UU-ITE

Tadi pagi, diskusi Apa Kabar Pagi Indonesia TVOne mengangkat salah satu isu yang saat ini banyak dibicarakan — khususnya untuk masyarakat pengguna teknologi internet — yaitu tentang kasus yang melibatkan Luna Maya. Bagi saya yang menjadi menarik karena bukan tentang kasus Luna Maya dengan pihak yang langsung terkait — dalam hal ini infotainment — tapi karena disini juga dibahas juga tentang media sosial tentang media sosial (social media) yang (juga) semakin populer.

Acara ini dipandu oleh Indy Rahmawati dan Andrie Jarot dengan beberapa tamu diantaranya Jerry (duh, ini siapa tadi nama lengkapnya ya?) salah seorang dari penggagas gerakan online di Facebook “Boikot Luna Maya”, Margiyono dari gerakan yang mendukung Luna Maya di Facebook, kemudian ada dari Depkominfo yaitu Bapak Gatot S. Dewobroto (Dewabrata?) dan juga Ndorokakung ‘yang tidak disebutkan nama aslinya’. :D

Karena kebetulan sedang cukup iseng (dan yang lebih penting sudah bangun tidur), saya rekam audio acara tersebut, dengan maksud supaya nantinya jika ada yang ingin mengetahui apa yang dibicarakan dalam acara tersebut, yang tertarik bisa juga mengikutinya.

Berkas audio sudah saya unggah, dan Anda dapat mengunduhnya sekarang. (Ukuran berkas 21 MB, dengan durasi 31 menit dan 33 detik). Sebenarnya saya juga ada untuk kualitas audio yang sedikit lebih rendah, tapi ukuran berkas tidak terlalu beda, jadi saya putuskan untuk tidak mengunggahnya dulu. Nanti kalau ada yang ukuran lebih kecil, saya akan unggah. Semoga berkas audio ini bermanfaat.

7 Comments

    • Sama-sama Ndor… Sebenernya cukup banyak berkas audio yang “menarik” hasil wawancara atau acara-acara diskusi. Ya, sekadar untuk dokumentasi pribadi saja… Suatu saat pasti menarik untuk didengar kali ya…

  • Masih adakah keadilan pendidikan di negeri ini??

    Namaku Beta Rizki lulusan SMa tahun ini 2010 dari SMAN 7 KEDIRI dengan alamat rumah wilis indah 2 blok i-6 no.27 kediri.Keiginanku yamg sangat untuk melanjutkan di perguruan tinggi akhirnya aku didaftarkan oleh pihak sekolahku ke politeknik negeri malang melalui program beasisw bidik misi karena memang saya dari keluarga yang sangat kurang mampu.Dari hasil seleksi saya dinyatakan diterima.Selanjutmya saya mendaftar ulang ke politeknik negeri malang ternyata saya tetap diminta membayar daftar ulang sebesar Rp 8.100.000,-(delapam juta seratus ribu rupiah) karena saya dianggap diterima di calon mahasiswa reguler dengan alasan di persyaratan administrasi saya dianggap salah memilih program D4 yang seharusnya program D3,menurut pihak politeknik negeri malang untuk program D4 tudak ada program beasiswa bidik misi sedangkan sampai sekarang program D4 untuk beasiswa bidik misi masih berlaku.Kalau itu memang kesalahan saya kenapa kebijaksanaan politekniknegeri malang tidak memasukkan saya di program D3 yang terbuka untuk beasiswa bidik misi justru saya dimasukkan di calon mahasiswa reguler D4 yang biayanya sangat besar.Hal itu sama saja menghentikan saya untuk melanjutkan kuliah ,karena jelas-jelas orang tua saya tidak mampu membiayai,yang akhirnya saya dianggap mengundurkan diri dan akan digantikan calon-calon mahasiswa lain yang orang tuanya berduit.Kalau peristiwa seperti ini terjadi pada calon-calon mahasiswa lain yang ikut program beasiswa bidi misi terus dimana letak keadilan pendidikan di negeri ini.Untuk itu dengan rasa hormat kepada siapapun yang bisa membant menyelesaikan permasalahan yang menimpa saya,saya ucapkan banyak terimakasih.

    Kediri,
    Saya Pengharap Beasiswa Bidik Misi
    Yang disediakan pemerintah

    (BETA RIZKI)