(Akan) Pindah Rumah

Puji Tuhan, di akhir Januari 2018 lalu, setelah mencoba melakukan pencarian properti di Jogja dengan segala macam tantangannya, akhirnya saya dan istri diperkenankan untuk melewati satu langkah dalam usaha mencari rumah pertama sebagai hunian di Jogja.

Lokasi

Kami akhirnya menemukan lokasi hunian dengan fasilitas yang kami rasa cocok di daerah utara kota Jogja. Awalnya, justru unit yang ada di salah satu kawasan perumahan ini tidak masuk dalam rencana. Ketika mengunjungi salah satu rumah yang kami incar, ternyata rumah tersebut cukup jauh dari bayangan kami dari sisi disain, lokasi, dan fasilitas.

Saat itu, agen properti yang menemani kami menanyakan apakah tertarik untuk melihat-lihat rumah yang saat ini sedang dijual di salah satu kawasan perumahan di Jogja utara. Iklan berupa baliho tentang kawasan perumahan itu sering saya lihat, cuma tidak terpikir sama sekali. Apalagi, sekitas harga yang terlihat memang cukup tinggi.

Harga

Secara umum, harga properti masih masuk dalam perkiraan. Mempertimbangkan hal-hal penting seperti lokasi, ukuran unit (luas tanah dan luas bangunan), pengembangan kawasan, fasilitas, dan lain-lain apalagi ditambah dengan pencarian beberapa bulan, kami menilai bahwa ini “good deal”. Bahkan menurut kami, ‘it’s a┬ávery good deal’.

Oh ya, ini bukan rumah baru, namun rumah yang dibangun sekitar empat tahun lalu, dan oleh pemiliknya telah diperluas dari ukuran asli.

Pembiayaan

Untuk pembiayaan, kami menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari salah satu bank dimana kami telah memiliki rekening di sana. Proses dimulai sejak sekitar Desember 2017 lalu, mulai dari administrasi bank, notaris, kelengkapan dokumen, validasi, dan lain sebagainya.

Proses cukup panjang dan lumayan melelahkan, namun syukurlah semua dapat dilewati, dan mendapatkan pengalaman baru dalam mengurus KPR.

Tentang kepindahan, tidak dalam waktu dekat ini. Mungkin sekitar tiga bulan lagi.