Catatan Perjalanan: Citilink QG-106 HLP-JOG, 14 Februari 2018

Tidak ada yang terlalu istimewa dari perjalanan pulang menuju Jogjakarta minggu lalu. Sesampai di Halim Perdanakusuma (HLP), lalu lintas penumpang cukup ramai, dalam cuaca yang cukup cerah. Saya menunggu cukup lama karena saya sampai di bandara sekitar pukul 13.30 WIB, sedangkan Citilink QG-106 yang akan saya tumpangi dijadwalkan baru terbang pukul 18.25 WIB.

Saat menunggu waktu untuk check-in hujan lebat sempat mengguyur, walaupun sebentar. Hampir sekitar satu jam cuaca agak kurang bisa ditebak. Kadang terang, kadang tiba-tiba hujan muncul disertai dengan angin.

Untunglah, perjalanan lancar walaupun mengalami sedikit keterlambatan.

Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 12 Februari 2018

Sudah cukup lama saya tidak terbang bersama AirAsia Indonesia. Alasan utamanya karena beberapa kali perjalanan ke Jakarta saya lebih memilih pertimbangan waktu keberangkatan dan lokasi kedatangan.

Waktu keberangkatan dari Terminal B Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) hari itu terlambat dari jadwal. Untunglah hari itu tidak ada agenda penting, sehingga walaupun mengalami keterlambatan total hampir satu jam dari jadwal tidak perlu ada agenda yang terganggu.

Perjalanan cukup lancar dengan cuaca yang relatif baik siang itu, walaupun ada beberapa kali turbulensi kecil. Pesawat mendarat di Terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan dari sana langsung menuju tujuan di Jakarta dengan menggunakan taksi.

(Akan) Pindah Rumah

Puji Tuhan, di akhir Januari 2018 lalu, setelah mencoba melakukan pencarian properti di Jogja dengan segala macam tantangannya, akhirnya saya dan istri diperkenankan untuk melewati satu langkah dalam usaha mencari rumah pertama sebagai hunian di Jogja.

Lokasi

Kami akhirnya menemukan lokasi hunian dengan fasilitas yang kami rasa cocok di daerah utara kota Jogja. Awalnya, justru unit yang ada di salah satu kawasan perumahan ini tidak masuk dalam rencana. Ketika mengunjungi salah satu rumah yang kami incar, ternyata rumah tersebut cukup jauh dari bayangan kami dari sisi disain, lokasi, dan fasilitas.

Saat itu, agen properti yang menemani kami menanyakan apakah tertarik untuk melihat-lihat rumah yang saat ini sedang dijual di salah satu kawasan perumahan di Jogja utara. Iklan berupa baliho tentang kawasan perumahan itu sering saya lihat, cuma tidak terpikir sama sekali. Apalagi, sekitas harga yang terlihat memang cukup tinggi.

Lanjutkan membaca →

Memperpanjang Layanan Biznet Home Internet

Di bulan Februari 2018 ini, saya perlu untuk melakukan pembayaran layanan koneksi internet dari Biznet yang mulai saya gunakan sejak Mei 2017 lalu. Ketika saya coba lakukan pembayaran melalui Virtual Account BCA yang menjadi pilihan saya, ternyata pembayaran tidak dapat diproses. Padahal, nomor tujuan pembayaran saya sudah periksa, dan benar.

Mungkin ini karena saat ini saya membayar untuk lima bulan di depan. Saya akhirnya menghubungi layanan pelanggan untuk permasalahan ini. Semoga segera mendapatkan informasi. Walaupun ada perubahan harga per 1 Januari 2018 kemarin, namun saat ini sepertinya Biznet masih jadi pilihan, dibanding IndiHome dari Telkom.

Menciptakan Rutinitas dan Kebiasaan

Karena saya bekerja, berangkat dan pulang kerja adalah salah satu rutinitas yang saya jalani setiap hari kerja. Bosan? Tidak, karena hal ini perlu disyukuri. Ditambah dengan saat ini saya bekerja dalam lingkungan yang nyaman, dengan rekan-rekan kerja yang menyenangkan.

975097qsf713tl

Mungkin sekitar satu tahun terakhir ini, ternyata saya memiliki beberapa rutinitas lain yang tidak terlalu saya sadari. Memang saya ciptakan, tapi sepertinya tidak saya sadari bahwa cukup “berhasil”. Dengan memiliki rutinitas atau sesuatu yang sudah terjadwal, waktu jadi bisa lebih berharga. Tidak terlalu ‘wah’ seperti liburan ke luar kota atau luar negeri, bukan pergi menikmati kuliner untuk memanjakan lidah perasa. Bukan rutinitas semacam itu.

Setiap Jumat, walaupun tidak ada aturan berpakaian di tempat kerja, saya berusaha menggunakan kemeja batik. Sebenarnya, menggunakan kaos juga tidak mengapa, menggunakan kemeja lebih baik lagi. Namun, menggunakan batik merupakan hal yang saya pilih, apalagi beberapa rekan kerja juga memakainya.

Lanjutkan membaca →

Selamat tinggal, Pebble Time

Setelah Pebble diakuisisi oleh Fitbit di akhir tahun 2016, saya sempat terpikir bagaimana nasib Pebble Time yang saya miliki, terutama terkait perbaruan perangkat lunak. Pebble Time ini adalah smartwatch satu-satunya yang saya miliki. Saya pilih warna hitam, dan istri saya warna putih.

Akhirnya, nasib Pebble diperjelas melalui rilis dari Fitbit yang mengumumkan penghentian dukungan untuk Pebble pada 30 Juni 2018. Setelah tanggal tersebut, Pebble akan menghentikan layanan Pebble appstore, forum, fitur pengenalan suara (voice recognition), membalas surel dan SMS dengan perangkat iOS, dan beberapa fitur lainnya. Aplikasi untuk Android dan iOS tidak akan mendapatkan perbaruan lagi.

Fitbit akan memberikan diskon US$50 bagi mereka yang sebelumnya telah memiliki perangkat Pebble sebelum 7 Desember 2016 untuk produk Fitbit Ionic. Saya sendiri belum berencana beli jam tangan baru. Yang terpikir saya malah ingin kembali ke analog.

Fitur Last Activity di Instagram dan Cara Menonaktifkannya

Saya suka dengan Instagram. Mungkin Instagram adalah aplikasi media sosial yang paling sering saya gunakan saat ini, termasuk Twitter. Aplikasi lain seperti Path sudah saya tinggalkan cukup lama. Facebook, saya sudah nonaktifkan paling tidak untuk saat ini.

Baru-baru ini, Instagram melalui perbaruan aplikasinya merilis fitur “Last Activity Status”.  Fitur ini kurang lebih seperti WhatsApp, dimana kita bisa melihat kapan terakhir kali seorang dalam kontak terlihat aktif. Bedanya, di Instagram, fitur ini untuk melihat kapan terakhir kali seorang pengguna ‘terlihat’ menggunakan/membuka aplikasi Instagram.

Informasi tersebut terlihat melalui fitur Direct Message. Dibawah username, terlihat kapan terakhir kali pengguna tersebut menggunakan Instagram.

inst91359175-19725

Jadi, semua follower akan dapat melihat informasi ini? Tidak. Informasi ini hanya terlihat oleh akun yang kita follow, atau yang sebelumnya telah mengiriman pesan pribadi (direct message).

Tentu saja ini bukan fitur yang diingikan semua orang. Apalagi fitur ini secara default dalam status diaktifkan. Namun, kita bisa menonaktifkan fitur ini jika tidak menginginkannya.

Menonaktifkan fitur ‘Last Activity’

Cara menonaktifkan fitur ini cukup mudah, baik di aplikasi Instagram berbasis Android atau iOS.

  1. Buka aplikasi Instagram
  2. Masuk ke Profil, kemudian sunting profil
  3. Pada pilihan “Show activity status”, ubah pengaturan menjadi Off (Tidak aktif)

Pengaturan ini akan menonaktifkan fitur ini sepenuhnya, sehingga kita juga tidak bisa melihat status aktivitas pengguna lain juga.

Autodebet Pembayaran Kartu Kredit

Sejak kali pertama saya memiliki kartu kredit sampai dengan saat ini dengan kondisi ada lebih dari satu kartu kredit, saya memilih untuk melakukan pembayaran secara autodebet.

Walaupun kartu kredit ini memang salah satu sarana untuk kita bisa hutang terlebih dahulu kepada bank, namun kartu kredit jelas bukan alasan utama supaya bisa berhutang.

579017sfo283

Alasan kenapa saya melakukan pembayaran secara autodebet cukup sederhana. Pertama, saya tidak mau lupa melakukan pembayaran, dan tidak mau menyisakan hutang. Pokoknya, berapapun pembayaran yang dibebankan, harus dilunasi. Saya tidak ada kompromi untuk hal ini. Puji Tuhan, sampai dengan saat ini, komitmen tersebut masih bisa saya penuhi.

Kedua, karena saya tidak mau terjebak dalam bunga kartu kredit dan beban lain yang muncul gara-gara adanya tunggakan dalam tagihan kartu kredit. Apalagi, sampai harus melakukan pembayaran kartu kredit dengan kartu kredit lain.

Walaupun, tetap saya cukup sering memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dari penerbit kartu kredit. Fasilitas semacam ini bagi saya sayang untuk tidak dimanfaatkan, termasuk fasilitas yang sekiranya menguntungkan.

Pernah satu ketika, saya melakukan transaksi dengan kartu kredit memanfaatkan fitur cicilan 0%. Transaksinya saat itu cukup besar, namun ada kesalahan dari sistem (saat itu setelah saya gali informasinya, kesalahan dalam sistem penjual/merchant). Saya punya dua opsi: urus ke bank untuk mengubah menjadi cicilan, atau melunasinya.

Karena secara prinsip ini lebih kepada kapan harus membayar, jadi saya putuskan untuk langsung saja melakukan pelunasan. Pernah juga malah sebaliknya, saya melakukan perubahan dari cicilan menjadi pembayaran langsung alias non-cicilan.

Lebih baik punya sedikit saldo di rekening daripada saldo banyak tapi hutang juga banyak.

Kemana Kau Mengayuh Becakmu?

Saya tidak ingat pasti, kapan terakhir kali saya bertegur sapa dengan bapak (atau mungkin eyang) penarik becak yang sering mangkal di gang masuk tempat tinggal saya. Ketika masuk gang ke rumah, hampir tak mungkin untuk tidak bertemu jika beliau sedang mangkal menunggu penumpang, atau mungkin beristirahat.

bck182017241

Saya tidak tahu dimana beliau tinggal. Bahkan, namapun saya juga tidak pernah tahu. Yang saya tahu, di usia yang menurut saya sudah harus beristirahat, beliau memilih untuk tetap bergerak, mengayuh becak yang entah miliknya, atau sekadar menyewa saja.

Tidak ingin dikasihani, itu sudah pasti. Jadi, sering kali saya berbagi sedikit rejeki dengan beliau dengan minta mengantarkan saya ke suatu tempat, pergi pulang. Karena, cukup sering saya melihat becaknya hanya berdiam di bawah pohon yang tak begitu tinggi, di pinggir jalan.

Pernah suatu kali, ketika saya sedang ingin membeli makan siang yang agak terlambat karena sudah menjelang sore, saya ajak beliau untuk menemani saya makan. Namun, beliau menolak dengan halus, “mboten sah, saking enjang dhereng narik” (tidak usah, dari pagi belum narik).

Rasanya sesak.

Setelah makan, saya paksa beliau untuk menerima nasi dan minuman yang saya bungkus. Saya tidak ingin berbicara terlalu lama. Berikan sesegera mungkin. Itu saja.

Ketika dua kali saya sedikit berbagi rejeki saat Lebaran, beliau menerima dengan senang hati. Pandangan matanya sepertinya tidak cukup lihai untuk berbohong.

Kini, sudah beberapa bulan saya hampir tidak pernah melihatnya lagi. Mungkin karena saya sering berangkat lebih pagi atau pulang larut malam. Semoga karena ini.

Semoga beliau baik-baik saja. Semoga dia mangkal di tempat yang lebih ramai, dengan rejeki yang lebih baik.