Tertinggal KTP di Whiz Prime Bogor

Ketika awal bulan lalu mengunjungi Bogor, ada satu hari dimana saya menginap di Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor. Saya melakukan pemesanan melalui Booking.com dan mendapatkan pengalaman yang positif selama saya menginap. Lokasi cukup strategis, di depan hotel ada Circle K, dan tidak jauh dari tempat makan juga. Proses check-in dan check-out juga cepat.

Beberapa hari setelahnya, saya menginap di tempat lain di Bogor, tidak jauh dari Kebun Raya Bogor. Saya pulang ke Jogjakarta melalui Soekarno-Hatta (CGK); dengan menggunakan bis Damri dari Bogor.

KTP Tertinggal!

Ketika hendak masuk ke ruang tunggu, saya agak panik karena tidak menemukan KTP saya. Saya coba ingat-ingat kembali dimana kali terakhir saya mengeluarkan KTP. Setelah yakin bahwa terakhir kali KTP saya keluarkan dari dompet ketika check-in di Whiz Prime untuk dipindai, saya langsung coba hubungi melalui telepon ke +62 251 756 0088. Beberapa kali percobaan, gagal.

Saya lanjutkan untuk masuk ke ruang tunggu dengan menggunakan SIM sebagai identitas pengecekan di bandara. Lalu saya coba lagi. Ada nada sambung, tapi telepon saya tidak diangkat. Saya pastikan kembali apakah nomor sudah benar.

Entah percobaan ke berapa, akhirnya saya terhubung dengan operator. Saya sampaikan keperluan saya, operator yang bertugas saat itu — saya lupa namanya siapa — meminta nomor telepon saya dan diberitahu kalau akan dihubungi kembali.

Sampai dengan saya kembali ke Jogja dan beberapa hari berikutnya, saya tidak mendapatkan informasi balasan. Saya coba telepon lagi, dan gagal lagi. Setelah beberapa percobaan lagi, saya terhubung dengan operator — yang kalau tidak salah namanya Dilang — dan diberitahu kalau ada KTP atas nama saya yang benar tertinggal.

Lega. Karena saya sempat membayangkan keribetan yang mungkin akan saya alami dalam mengurus kehilangan dan penggantian KTP. Kemudian saya diminta untuk mengirimkan detil mengenai alamat pengiriman KTP untuk diproses.

Setelah beberapa hari, saya akhirnya mendapatkan kembali KTP milik saya dikirim melalui JNE ke Jogja. Biaya pengiriman saya kirim melalui transfer bank. Saya sendiri yang sejak awal memang meminta untuk menanggung biaya pengirimannya. Terima kasih Whiz Prime Pajajaran Bogor!

Menunggu Layanan Internet Citranet Infinite

Rencana untuk menggunakan layanan internet dari CitraNet akhirnya saya lanjutkan dengan menghubungi bagian pemasaran untuk melakukan survei terlebih dahulu. Saya tidak terlalu terburu-buru, karena masih ada pekerjaan renovasi kecil di rumah.

Setelah dilakukan survei, jaringan tersedia tinggal menunggu dari saya kapan akan dilakukan instalasi. Total biaya untuk instalasi dan langganan paket Infinite 10 (kecepatan 10 Mbps) adalah sebagai berikut:

Registrasi dan instalasi: Rp750.000,-
Abonemen bulan pertama: Rp300.000,-
Access Point: Rp300.000,- (akan menjadi milik pribadi)
Sub-total: Rp1.350.000,-
Grand total (setelah pajak 10%): Rp1.485.000,-

Awalnya saya ingin langsung pesan saja, namun karena pemesanan di tengah bulan (Mei) ternyata tagihannya tidak dihitung secara prorata, saya minta pemasangan untuk dilakukan sehingga tagihan pertama dihitung di awal bulan depan (Juni). Jadi, mari kita tunggu saja.

Catatan: Harga di atas adalah harga yang saya peroleh dari bagian pemasaran saat tulisan ini dibuat. Saya tidak mendapatkan kompensasi atas publikasi artikel ini, dan tidak ada kerjasama dalam penulisan karena ini merupakan pengalaman pribadi.

Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

Lanjutkan membaca →

Pengalaman Membuka dan Menutup Deposito Online BNI

Saya lupa kapan kali pertama saya membuka rekening deposito di BNI, mungkin sekitar dua tahun lalu, atau lebih. Cuma satu hal yang saya ingat adalah bahwa saya melakukannya secara daring (online). Dan, prosesnya sangat sederhana.

Membuka Rekening Deposito BNI

Seluruh proses saya lakukan melalui halaman internet banking BNI dan tidak terlalu bertele-tele. Sebelum membuka rekening deposito, berikut beberapa catatan (sumber):

  • BNI mensyaratkan untuk pembukaan rekening deposito, kita harus memiliki dana untuk setoran awal deposito sebesar minimal 10 juta.
  • Untuk jangka waktu, bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saat itu, saya memilih jangka waktu 3 (tiga) bulan, karena deposito saya gunakan sebagai cadangan dana yang sewaktu-waktu saya bisa ambil juga.
  • Karena dilakukan secara daring, maka saya juga tidak mendapatkan bilyet sebagai bukti fisik kepemilikan deposito.

Proses pembukaan rekening dapat diakses melalui menu Layanan Lainnya, kemudian pilih Permohonan Layanan lalu Rekening Deposito — Buka Rekening Deposito. Setelah itu, lanjutkan dengan mengisi formulir yang tersedia. Setelah selesai semua, maka rekening deposito Anda akan siap secara instan.

Lanjutkan membaca →

JOTUN 1859 Identity dan 1876 Wild Earl

Karena tukang yang mengerjakan pekerjaan pengecatan sudah ada, dan pilihan cat harus segera diputuskan, akhirnya pencarian pilihan merk dan warna cat selesai juga.

JOTUN menjadi pilihan utama merek cat yang digunakan. Pengecatan langit-langit saya gunakan Dulux Pentalite Ceiling. Untuk bagian interior, saya dan istri sepakat memilih JOTUN Majestic True Beauty Matt dengan pilihan warna 1876 Wild Earl. Sedangkan bagian eksterior, kami memilih Jotashield Colour Extreme dengan warna 1859 Identity.

Warna lain sebagai aksen tambahan belum diputuskan. Saya prioritaskan untuk dua cat tersebut karena jumlahnya yang cukup banyak.

Catatan: Tulisan diatas bukanlah tulisan berbayar atau promosi, dan saya tidak memiliki afiliasi atau kerjasama apapun dengan Jotun Indonesia ataupun Dulux. Seluruh biaya yang muncul atas pembelian produk adalah biaya pribadi.

Alternatif Koneksi Internet Selain Biznet dan IndiHome

Salah satu yang perlu saya persiapkan dan antisipasi terkait dengan rencana berpindah lokasi hunian adalah ketersediaan koneksi internet. Ini penting, karena saya dan istri memiliki dependensi cukup besar untuk koneksi internet sebagai salah satu faktor penting untuk bekerja.

Koneksi Provider Telko Tidak Stabil

Sementara, saya mungkin bisa menggunakan koneksi melalui tethering dari ponsel saya. Namun sayang, koneksi yang saya gunakan dari XL Axiata tidak begitu stabil. Di depan rumah, koneksi lumayan, tapi ketika masuk ke dalam rumah, termasuk ke lantai dua, koneksi kadang ada, kadang hilang. Ada sinyal, tapi koneksi data tidak dapat digunakan.

Kalau masuk ke bagian lain yang lebih tertutup dinding, sinyalnya lebih parah lagi. Seingat saya, koneksi Telkomsel yang digunakan oleh istri saya agak mendingan, walaupun kadang susah sinyal juga.

Saya belum coba operator selular lain sebagai opsi. Karena opsi tersebut mungkin akan menjadi opsi sementara saja. Sedangkan saya butuh koneksi yang tidak memakai kuota. Tidak terlalu cepat seperti Biznet yang saya gunakan di rumah yang penting stabil.

Opsi Penyedia Koneksi Internet

Biznet Home Internet belum masuk ke area perumahan kami. IndiHome sempat menjadi opsi, apalagi ketika saya cek secara daring untuk cakupan wilayah, tempat tinggal saya bisa mendapatkan layanan. Terakhir menggunakan koneksi IndiHome untuk rumah adalah sekitar Mei 2017.

Tapi, saya tidak terlalu ingin menggunakan koneksi IndiHome. Di kantor saja, koneksi IndiHome sering kali bermasalah. Cukup cepat, tapi tidak stabil sama sekali. Ketika saya tanyakan ke club house perumahan saya, katanya jaringan fiber optic milik Telkom malah belum tersedia.

Dari yang semula ‘ya sudah kalau tidak ada pilihan selain IndiHome, apa boleh buat’ menjadi ‘terus pilihannya apa?’. Saya coba lagi mencari informasi, katanya untuk koneksi internet di perumahan ada layanan dari Citranet dengan nama layanan Citranet Infinite dengan koneksi fiber optic. Soal harga, tidak jauh beda dengan IndiHome dan Biznet Home. Tidak ada layanan tambahan seperti tv cable, tapi tak apa karena saya juga jarang nonton tv.

Saya sudah sempat tanyakan ke bagian pemasaran untuk pemasangan, dan ternyata beberapa rumah sudah aktif menggunakan layanan ini. Tinggal area saya saja yang perlu dilakukan survey. Kalau memang bisa mendapatkan layanan, sepertinya tak perlu menunggu lama berlangganan setelah proses renovasi kecil rumah selesai.

Menentukan Pilihan Cat Interior dan Eksterior

Di awal Januari 2018 lalu, saya menuliskan sedikit tentang pengalaman mencari hunian di Jogjakarta. Puji Tuhan, kami diberikan kepercayaan untuk mengelola berkat berupa hunian yang masuk dalam kriteria dan harapan kami.

Sebelum akhirnya mulai menempati rumah — saat saya tulis cerita ini kami juga belum pindahan — salah satu agenda yang menurut kami perlu dilakukan adalah melakuan pengecatan ulang untuk bagian dalam dan luar rumah.

Memilih warna bukan hal yang cukup mudah, walaupun sudah ada beberapa alternatif. Namun, memilih jenis cat yang digunakan juga tak kalah sulit. Ada beberapa pertimbangan dalam kondisi kami:

Lanjutkan membaca →

Bis Damri Dari Bogor Ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK)

Sebelumnya, saya menggunakan Damri dari Halim Perdanakusuma (HLP) ke Bogor. Namun, saya meninggalkan Bogor untuk kembali ke Jogja tidak melalui Halim Perdanakusuma melainkan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Jaraknya bahkan lebih jauh dibandingkan menuju Halim Perdanakusuma. Dengan pertimbangan ini pula, saya kembali menggunakan jasa layanan transportasi Damri.

Saya berangkat dari terminal Damri yang ada di kawasan Botani Square sekitar pukul 14:00 WIB di hari Jumat. Sore itu, saya lihat beberapa armada yang berangkat tidak terlalu ramai. Menurut informasi dari jadwal keberangkatan, Damri dari Bogor ini paling pagi berangkat pada pukul 02:00 WIB menuju Soekarno-Hatta.

Lanjutkan membaca →

Pengalaman Menggunakan Jasa Bis Damri Dari Halim Perdanakusuma ke Bogor

Walaupun cukup sering terbang menuju dan dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), namun saya belum pernah menggunakan jasa angkutan Damri dari sana. Karena, setahu saya angkutan Damri yang tersedia hanya ke arah Bogor, dan saya memang belum ada keperluan harus ke Bogor.

Awal Mei lalu, saya perlu untuk melakukan perjalan ke Bogor untuk urusan pekerjaan. Ini kali pertama saya ke Bogor. Sebelumnya, perjalanan ke arah selatan dari Jakarta hanya sampai Cibinong. Dan, waktu itu perjalanan saya tempuh dari Stasiun Jatinegara menggunakan taksi.

Ketika harus memikirkan cara saya menuju Bogor, Damri menjadi pilihan utama karena saya yakin biaya lebih murah dibandingkan dengan taksi — walaupun saat itu saya juga belum tahu berapa harga tiketnya. Kereta mungkin bisa menjadi opsi juga, walaupun saya harus berpindah moda transportasi menuju stasiun yang melayani rute ke Bogor.

Lanjutkan membaca →

Pemeriksaan Mata di Klinik Mata Sehati Jogjakarta

Sekitar awal tahun ini, ketika mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan saya sekalian melakukan pemeriksaan mata di salah satu toko optik. Hasilnya saat itu ada minus di mata kanan, dan silinder di mata kiri.

Dengan pekerjaan saya yang mengharuskan cukup sering berada di depan komputer, tentu saja mata menjadi bagian yang penting. Sampai dengan saat ini, saya memang belum pernah memakai kaca mata. Apalagi, jika dalam kondisi yang biasa, kemampuan penglihatan juga cukup baik.

Namun memang, untuk yang sebelumnya bisa saya lihat dengan baik, menjadi sedikit berkurang. Tidak terasa sekali, tapi tetap saya bisa merasakan perbedaannya.

Setelah bertanya ke beberapa rekan, saya disarankan untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mata dr. YAP atau di Klinik Mata Sehati. Lokasi keduanya juga tidak jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Klinik Mata Sehati yang berada di Jl. Yos Sudarso, sisi selatan dari Stadion Kridosono.

Lanjutkan membaca →

Membayar Biaya Parkir Menggunakan OVO

Walaupun saya sudah memiliki akun OVO yang menawarkan banyak sekali promosi, namun saya masih cukup jarang menggunakannya. Bahkan, ketika promo awal berupa biaya parkir sebesar Rp1 di salah satu mal di Jogjakarta, saya juga tidak menggunakannya.

Beberapa waktu lalu, akhirnya saya sempat menggunakannya. Awalnya agak tidak terlalu mengerti cara penggunaannya. Namun, karena memang ada saldo di akun OVO saya, jadi tak ada salahnya mencoba. Saat itu, untuk biaya parkir mobil biaya hanya Rp1.000 saja.

Ketika di gate keluar parkir, ketika akan membayar saya tanya kepada petugas, mekanisme bayarnya sebagai berikut:

  1. Saya hanya perlu scan barcode karcis parkir yang saya dapatkan ketika masuk menggunakan aplikasi OVO
  2. Konfirmasikan pembayaran
  3. Serahkan karcis kepada petugas, kemudian petugas akan men-scan di mesin parkir

Selesai. Cukup sederhana.

Satu hal yang menurut saya menarik adalah hasil transaksi parkir akan terkirim ke surel, dimana ini bisa menjadi arsip transaksi.

Catatan Perjalanan: Citilink QG-106 HLP-JOG, 14 Februari 2018

Tidak ada yang terlalu istimewa dari perjalanan pulang menuju Jogjakarta minggu lalu. Sesampai di Halim Perdanakusuma (HLP), lalu lintas penumpang cukup ramai, dalam cuaca yang cukup cerah. Saya menunggu cukup lama karena saya sampai di bandara sekitar pukul 13.30 WIB, sedangkan Citilink QG-106 yang akan saya tumpangi dijadwalkan baru terbang pukul 18.25 WIB.

Saat menunggu waktu untuk check-in hujan lebat sempat mengguyur, walaupun sebentar. Hampir sekitar satu jam cuaca agak kurang bisa ditebak. Kadang terang, kadang tiba-tiba hujan muncul disertai dengan angin.

Untunglah, perjalanan lancar walaupun mengalami sedikit keterlambatan.