Perubahan Disain Tagihan Elektronik Kartu Kredit BCA

Untuk seluruh tagihan kartu kredit yang saya miliki, saya menggunakan layanan e-statement sehingga tidak perlu ada biaya yang muncul hanya karena pencetakan tagihan secara fisik. Dengan ini, seluruh catatan tagihan lebih mudah untuk saya arsipkan.

Di awal Juni 2018, saya mendapatkan tagihan untuk kartu kredit BCA saya. Ketika membukanya, ternyata tagihan kartu kredit memiliki disain baru yang menurut saya lebih baik dari sebelumnya.

Di bawah ini adalah disain tagihan kartu kredit terakhir sebelum muncul disain baru.

Bandingkan dengan disain barunya. Menurut saya, disain baru ini lebih baik, lebih jelas dibaca. Walaupun, ada informasi yang bagi saya pribadi tidak terlalu bermanfaat. Tentu saja, informasi ini bisa sangat bermanfaat untuk nasabah yang lain.

Lalu, apa saja bedanya? Berikut beberapa yang berbeda dalam disain yang baru:

  • Tidak ada lagi logo BCA Card, Master Card, dan Visa.
  • Font yang digunakan saat ini adalah Arial, berbeda dari sebelumnya yang menggunakan Times New Roman.
  • Informasi kode pos ditampilkan dalam detil alamat.

Dimana Mencari Kardus untuk Pindahan di Jogja? Tidak Terlalu Sulit Ternyata.

Saat pindahan, salah satu hal yang membantu mempermudah adalah melakukan packing dengan menggunakan kardus dengan beberapa ukuran. Sehingga, ketika diangkut ke kendaraan juga lebih tertata. Lalu, dimana mencari penjual kardus bekas — dengan kualitas bagus — di Jogja?

Gambar di atas adalah contoh ukuran kardus. Kardus yang dibeli dalam kualitas yang lebih baik. Setelah melakukan pencarian, saya akhirnya membeli kardus bekas untuk pindahan dari dua lokasi berbeda. Pertama, di Toko Kardus Manunggal yang berada di daerah Jalan Affandi, Gejayan. Lokasinya ada di pojokan jalan masuk ke Kanisius.

Untuk lokasi kedua saya beli di Toko Jaya, di Jalan Katamso di seberang Purawisata, bersebelahan dengan toko jamu tradisional.

Kedua tempat tersebut menawarkan harga yang kurang lebih sama. Kardus yang dijual juga dengan kualitas baik. Bukan seperti kardus bekas mie instan, tapi kardus tebal. Kalau mengenai ukuran, tersedia cukup banyak pilihan. Saya sendiri memilih untuk ukuran yang tidak terlalu besar dengan kisaran harga Rp6.000 sampai Rp12.000.

Jasa Angkutan Pindahan Rumah/Kos di Jogja. Jasa Konvensional atau GO-BOX?

Sebelum libur panjang Lebaran lalu, saya bersama istri memutuskan untuk melakukan pindahan barang ke tempat tinggal baru. Sebenarnya, belum semua barang siap untuk dipindahkan, namun dengan pertimbangan bahwa jika dilakukan setelah liburan, maka waktunya akan terlalu lama. Kebetulan, tukang yang mengerjakan renovasi lanjutan juga masih ada.

Untuk angkutan atau jasa pindahan, kami menggunakan dua buah jasa berbeda yaitu jasa angkut yang banyak ditemui di pinggir jalan, dan kedua menggunakan layanan GO-BOX dari GO-JEK.

Menggunakan Jasa Angkut Biasa

Di hari pindahan, kebetulan kami melihat ada mobil jasa angkut yang parkir tidak jauh dari rumah. Lalu, kami telepon untuk sekadar mencari informasi. Mobil pickup berukuran cukup besar, dan sepertinya cocok untuk mengangkut beberapa barang yang memang saat itu ada yang ukurannya cukup besar. Saat menelpon, barulah kami tahu beberapa hal seputar jasa angkut ini.

  1. Biaya untuk satu kali perjalanan adalah Rp150.000,- Saat itu, kalau saya lihat, jarak tempuhnya sekitar 5km.
  2. Biaya tersebut sudah termasuk biaya tenaga membantu menaikkan dan menurunkan barang. Jadi, supir disini merangkap sebagai tenaga angkut juga.
  3. Kalau membutuhkan tenaga tambahan, maka per orang tambahan ada tambahan Rp50.000,-. Jadi, misal tambah satu orang tenaga angkut, total yang akan membantu adalah dua orang termasuk supir.

Seluruh proses pindahan hari itu berjalan lancar. Tidak terlalu ribet, dan bapak yang punya jasa angkut ini sangat membantu dengan ikut mengangkat dan menata barang di pickup juga. Ini penting.

Lanjutkan membaca →

Sajian Sahur Gratis dari PT KAI pada Bulan Puasa 2018

Sewaktu memutar radio, saya sekilas mendengarkan informasi bahwa PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberikan hidangan buka puasa dan sahur untuk beberapa rute perjalanan. Saya tidak menyadari hal tersebut terjadi sampai saya menempuh perjalanan menggunakan kereta api Taksaka Malam dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Tugu Jogjakarta pada 6 Juni 2018.

Sekitar pukul 02:15 WIB petugas di kereta melintas di gerbong tempat saya duduk. Lalu membagikan satu buah paket makanan. Seluruh penumpang yang masih berada di dalam kereta mendapatkannya, termasuk saya walaupun saya tidak berpuasa.

Paket makanan tersebut berisi nasi goreng telur, mie goreng kuning, bakso semacam dimasak semur, kerupuk, serta mentimun. Tentu saja ini cukup mengenyangkan. Untuk air mineral awalnya tidak dibagikan, saya pikir tidak dapat air mineral. Toh saya juga sebenarnya sudah bawa. Ternyata, air mineral dibagikan tidak lama setelah itu. Jadi, lengkap sudah.

Kalau merujuk pada berita di Kumparan dan juga Kompas, hidangan buka puasa dan sahur ini diberikan mulai H-10 sampai dengan H-1 Idul Fitri. Namun, saya tidak menemukan informasi bahwa kereta api Taksaka Malam juga ikut mendapatkan fasilitas ini.

Biaya Transaksi Kartu Kredit yang Tidak Asyik

Ketika minggu lalu berbelanja di Terminal Bangunan untuk membeli beberapa kebutuhan renovasi kecil rumah, saya bermaksud melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit BNI. Saat itu tidak ada promo untuk pembayaran kartu, jadi mendapatkan promo bukan alasan.

Jumlah transaksi saya saat itu sekitar Rp1.000.000. Saya tidak melihat informasi bahwa pembayaran bisa dilakukan menggunakan cicilan 0% kartu kredit. Walaupun, bisa saja saya nanti konversikan pembayaran penuh kartu kredit menjadi cicilan, atau mungkin malah sebaliknya.

“Pak, untuk pembayaran dengan kartu kredit akan dikenakan biaya transaksi sebesar 1,8%”, begitu kurang lebih yang disampaikan oleh petugas kasir yang melayani saya. Jumlahnya tidak terlalu besar memang, tapi kenapa musti ada potongan? Saya tentu saja ingin memanfaatkan kondisi bahwa saya punya kartu kredit. Tapi, sepertinya hari itu keinginan saya batalkan dengan akhirnya menggunakan pembayaran dengan kartu debit.

Membeli Bahan Bangunan dan Layanan Antar Melalui Terminal Bangunan

Saya tahu Terminal Bangunan sebagai salah satu tempat untuk membeli kebutuhan terkait dengan bahan bangunan dan kebutuhan lain untuk rumah belum lama. Hal ini karena lokasi dimana saya sering bepergian tidak melewati lokasi Terminal Bangunan yang ada di Jalan Kaliurang. Kadang, saya hanya mengunjungi tempat seperti BJ Home di area Blok O, Janti dan juga Matahari Jaya di Jalan Parangtritis.

Saya tidak mengecek perbandingan harga produk yang banyak. Namun, untuk harga saya menjumpai kalau Terminal Bangunan menawarkan harga yang sedikit lebih murah. Untuk barang seperti lampu Philips LED, keramik lantai, dengan merek yang sama harga lebih murah antara Rp5.000 sampai Rp10.000. Walaupun, sekilas saya melihat untuk barang yang dijual tidak selengkap BJ Home.

Dalam beberapa kali kesempatan — oh ya, tidak ada biaya parkir di Terminal Bangunan –, saya membeli barang seperti lampu Philips LED, lem silikon, dan juga floor drain atau saringan kamar mandi. Masih terkait dengan agenda untuk pindah rumah, saya dan istri memutuskan untuk sedikit menambah kegiatan renovasi dengan mengganti lantai kamar mandi. Keputusan ini datang belakangan justru setelah selesai melakukan pengecatan. Agak di luar rencana, tapi mumpung belum ada barang yang masuk, dan mengurangi keribetan dan kekotoran nantinya jadi diputuskan untuk sedikit menunda kepindahan dan fokus mengganti lantai kamar mandi terlebih dahulu.

Lantai kamar mandi yang ada berwarna putih dan warnanya sudah tidak terlalu bersih lagi. Dan, ini sekaligus malah untuk melakukan pengecekan kondisi apakah ada air yang merembes atau bocor, terutama untuk kamar mandi yang ada di lantai dua.

Lanjutkan membaca →

Pemasangan Koneksi Internet CitraNet Infinite

Akhirnya, rencana untuk melakukan pemasangan koneksi dari CitraNet untuk paket Infinite 10 sudah selesai juga. Koneksi yang saya pilih ini mungkin menjadi pilihan yang paling masuk akal. IndiHome dari Telkom bukan menjadi pilihan utama, Biznet Home Internet juga belum tersedia.

Setelah melakukan konfirmasi, beberapa petugas yang melakukan pemasangan datang ke tempat saya. Ternyata, saya baru tahu bahwa untuk koneksi serat fiber (fiber optic) yang digunakan bukan milik CitraNet, tapi dari jaringan milik FiberStar. Jadi, ada dua “tim” yang melakukan instalasi: dari FiberStar dan CitraNet. Saya sendiri tidak masalah. Kontrak untuk layanan hanya antara saya sebagai pelanggan dan CitraNet sebagai penyedia layanan.

Saya tidak begitu ingat berapa lama total proses instalasi sampai dengan koneksi bisa dipergunakan. Tapi mungkin sekitar dua sampai tiga jam total waktu yang dibutuhkan. Ini juga karena proses penarikan kabel dari jalur yang sudah ada menuju ke tempat dimana modem dan akses poin akan diletakkan.

Saya sendiri memilih untuk tidak membuat jalur khusus untuk kabel yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan, saya ingin juga agar koneksi wifi yang ada juga dapat menjangkau seluruh area rumah. Setelah mempertimbangkan beberapa situasi, akhirnya perangkat internet diletakkan di lantai dua, dekat tangga. Harapannya, dari titik ini koneksi dapat dijangkau di seluruh area rumah, dan kabel dari luar dapat menjangkau area alat dengan mudah juga.

Setelah seluruh proses selesai, saya coba untuk mengetes koneksi internetnya. Saat saya coba, semua lancar. Hasil speedtest juga mendapatkan kecepatan sesuai dengan paket. Semoga ke depannya juga tetap seperti ini. Saya coba dari lokasi lain, memang ada sedikit penurunan performa. Di area bawah lantai satu misalnya, koneksi tidak terlalu cepat, tapi masih dapat saya terima. Di teras rumah juga kurang lebih sama. Mungkin nanti dicoba untuk memindahkan akses poin ke lokasi yang lebih strategis.

Tertinggal KTP di Whiz Prime Pajajaran Bogor

Ketika awal bulan lalu mengunjungi Bogor, ada satu hari dimana saya menginap di Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor. Saya melakukan pemesanan melalui Booking.com dan mendapatkan pengalaman yang positif selama saya menginap. Lokasi cukup strategis, di depan hotel ada Circle K, dan tidak jauh dari tempat makan juga. Proses check-in dan check-out juga cepat.

Beberapa hari setelahnya, saya menginap di tempat lain di Bogor, tidak jauh dari Kebun Raya Bogor. Saya pulang ke Jogjakarta melalui Soekarno-Hatta (CGK); dengan menggunakan bis Damri dari Bogor.

KTP Tertinggal!

Ketika hendak masuk ke ruang tunggu, saya agak panik karena tidak menemukan KTP saya. Saya coba ingat-ingat kembali dimana kali terakhir saya mengeluarkan KTP. Setelah yakin bahwa terakhir kali KTP saya keluarkan dari dompet ketika check-in di Whiz Prime untuk dipindai, saya langsung coba hubungi melalui telepon ke +62 251 756 0088. Beberapa kali percobaan, gagal.

Saya lanjutkan untuk masuk ke ruang tunggu dengan menggunakan SIM sebagai identitas pengecekan di bandara. Lalu saya coba lagi. Ada nada sambung, tapi telepon saya tidak diangkat. Saya pastikan kembali apakah nomor sudah benar.

Entah percobaan ke berapa, akhirnya saya terhubung dengan operator. Saya sampaikan keperluan saya, operator yang bertugas saat itu — saya lupa namanya siapa — meminta nomor telepon saya dan diberitahu kalau akan dihubungi kembali.

Sampai dengan saya kembali ke Jogja dan beberapa hari berikutnya, saya tidak mendapatkan informasi balasan. Saya coba telepon lagi, dan gagal lagi. Setelah beberapa percobaan lagi, saya terhubung dengan operator — yang kalau tidak salah namanya Dilang — dan diberitahu kalau ada KTP atas nama saya yang benar tertinggal.

Lega. Karena saya sempat membayangkan keribetan yang mungkin akan saya alami dalam mengurus kehilangan dan penggantian KTP. Kemudian saya diminta untuk mengirimkan detil mengenai alamat pengiriman KTP untuk diproses.

Setelah beberapa hari, saya akhirnya mendapatkan kembali KTP milik saya dikirim melalui JNE ke Jogja. Biaya pengiriman saya kirim melalui transfer bank. Saya sendiri yang sejak awal memang meminta untuk menanggung biaya pengirimannya. Terima kasih Whiz Prime Pajajaran Bogor!

Menunggu Layanan Internet Citranet Infinite

Rencana untuk menggunakan layanan internet dari CitraNet akhirnya saya lanjutkan dengan menghubungi bagian pemasaran untuk melakukan survei terlebih dahulu. Saya tidak terlalu terburu-buru, karena masih ada pekerjaan renovasi kecil di rumah.

Setelah dilakukan survei, jaringan tersedia tinggal menunggu dari saya kapan akan dilakukan instalasi. Total biaya untuk instalasi dan langganan paket Infinite 10 (kecepatan 10 Mbps) adalah sebagai berikut:

Registrasi dan instalasi: Rp750.000,-
Abonemen bulan pertama: Rp300.000,-
Access Point: Rp300.000,- (akan menjadi milik pribadi)
Sub-total: Rp1.350.000,-
Grand total (setelah pajak 10%): Rp1.485.000,-

Awalnya saya ingin langsung pesan saja, namun karena pemesanan di tengah bulan (Mei) ternyata tagihannya tidak dihitung secara prorata, saya minta pemasangan untuk dilakukan sehingga tagihan pertama dihitung di awal bulan depan (Juni). Jadi, mari kita tunggu saja.

Catatan: Harga di atas adalah harga yang saya peroleh dari bagian pemasaran saat tulisan ini dibuat. Saya tidak mendapatkan kompensasi atas publikasi artikel ini, dan tidak ada kerjasama dalam penulisan karena ini merupakan pengalaman pribadi.

Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

Lanjutkan membaca →

Pengalaman Membuka dan Menutup Deposito Online BNI

Saya lupa kapan kali pertama saya membuka rekening deposito di BNI, mungkin sekitar dua tahun lalu, atau lebih. Cuma satu hal yang saya ingat adalah bahwa saya melakukannya secara daring (online). Dan, prosesnya sangat sederhana.

Membuka Rekening Deposito BNI

Seluruh proses saya lakukan melalui halaman internet banking BNI dan tidak terlalu bertele-tele. Sebelum membuka rekening deposito, berikut beberapa catatan (sumber):

  • BNI mensyaratkan untuk pembukaan rekening deposito, kita harus memiliki dana untuk setoran awal deposito sebesar minimal 10 juta.
  • Untuk jangka waktu, bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saat itu, saya memilih jangka waktu 3 (tiga) bulan, karena deposito saya gunakan sebagai cadangan dana yang sewaktu-waktu saya bisa ambil juga.
  • Karena dilakukan secara daring, maka saya juga tidak mendapatkan bilyet sebagai bukti fisik kepemilikan deposito.

Proses pembukaan rekening dapat diakses melalui menu Layanan Lainnya, kemudian pilih Permohonan Layanan lalu Rekening Deposito — Buka Rekening Deposito. Setelah itu, lanjutkan dengan mengisi formulir yang tersedia. Setelah selesai semua, maka rekening deposito Anda akan siap secara instan.

Lanjutkan membaca →