Sebenarnya, bukan ini rencananya. Tapi, karena dengan “cerdasnya” saya salah pesen tiket pesawat, akhirnya saya harus mengalami pengalaman terbang dengan pesawat dari Jakarta ke Jogjakarta di jam 06.00 pagi. Ya, benar jam dimana saya kadang masih tidur, atau bahkan baru berangkat tidur.

Karena takut bangun kesiangan, akhirnya saya putuskan saja untuk tidak tidur sekalian. Padahal, hari itu lumayan banyak juga kegiatan yang harus saya lewati. Sempat terpikir untuk naik taksi dari Kemang ke Blok M untuk menuju tempat perhentian bis DAMRI, atau malah ke Stasiun Gambir. Bahkan, sempat juga malah langsung saja naik taksi ke Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, saya bertanya ke beberapa teman tentang kepastian jadwal berangkat bis DAMRI. Akhirnya saya putuskan untuk berangkat naik DAMRI dari Blok M menuju bandara.

Sekitar jam 03.00, saya akhirnya keluar dari kontrakan untuk menunggu taksi. Lima belas menit menunggu, tak ada taksi yang melintas. Saat itu hari Minggu, dan saya berasumsi kalau di jalan itu banyak taksi — karena daerah yang cukup ramai. Ternyata saya kurang beruntung. Ketika menunggu, ada bajaj yang melintas dan menawarkan untuk mengantar.

Supir bajaj: “Mau kemana? Gambir?”
Saya: “Ke Blok M saja kok, Kang” (ya, saya lebih sering pakai kata “Kang” daripada “Bang”)
Supir bajaj: “Ayolah…”
Saya: “Berapa nih?”
Supir bajaj: “Biasalah, dua puluh ribu…”
Saya: “Ah, lima belas…”
Supir bajaj: “Tujuh belas deh… buat penglaris…”
Saya: “Ayo deh…” (pada akhirnya sih saya kasih Rp 25.000,– untuk ongkos dan pengalamannya)

Karena jalanan masih sangat sepi, suara bajaj terasa sangat berisik. Kalau soal goncangan sih ya tetap seperti biasanya. Apalagi, saya melintasi jalan yang sedang mengalami proyek berbaikan. Rock ‘n roll! Ketika melintas, saya banyak melihat ke luar. Ada bapak-bapak tukang sampah menyusuri pinggir jalan. Metromini beberapa sudah melintas. Dan masih banyak pemandangan pagi itu. Dan ketika berhenti di lampu merah, saya sempatkan saja memotret pemandangan dari dalam bajaj. Mumpung tidak terlalu banyak goncangan. :)

View from a bajaj

Karena jalanan cukup sepi, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja. Atau mungkin kurang. Tidak lama kemudian saya sampai di pool DAMRI di daerah Bulungan, Blok M. Hari masih pagi, namun ternyata beberapa penumpang sudah ada yang berada dalam bis. Ada penumpang yang sempat tanya kepada awak bis tentang jam berangkat. Katanya jam 04.00 berangkat. Saya pikir kalau jam 04.00 berarti masih sangat cukup waktu. Apalagi hari masih sangat pagi. Oh ya, dulu punya pengalaman naik DAMRI dari bandara ke Blok M — sekitar jam 11 malam — waktu kurang dari satu jam. Jadi semoga saja perjalanan nantinya juga bisa lancar.

Ternyata benar. Perjalanan lancar, dan sebelum jam 05.00 saya sudah sampai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Saya langsung saja check-in dan menunggu di ruang tunggu bandara. Suasana masih sangat sepi, apalagi ditambah dengan kondisi bahwa hanya ada satu maskapai saja (AirAsia) yang beroperasi disana — karena Mandala Air sedang berhenti beroperasi untuk sementara.

Waiting Lounge T3

Sekitar jam 05.40, saya sudah berada di dalam pesawat. Cukup banyak penumpang pagi itu, namun tidak semua kursi terisi. Pramugari menginformasikan bahwa penerbangan menuju Jogjakarta akan memakan waktu 45 menit saja. Saya menikmati penerbangan pagi itu, walaupun memang beberapa saat mengalami sedikit goncangan karena cuaca yang kurang baik. Tapi secara keseluruhan, penerbangan sesuai jadwal. Sekitar pukul 06.45, pesawat mendarat dan saya sudah berada di luar bandara sekitar jam 07.00. Keluar bandara, sekadar mencari warung, dan menemukan warung makan yang sudah buka. Mengawali pagi dengan segelas teh panas dalam cuaca yang sedikit mendung. Baca koran.

Dari bandara, barulah menuju rumah dan menjumpai eyang saya sedang mencabuti rumput-rumput kecil yang tumbuh diantara konblok. Dan, benar-benar ngantuk…