Alasan mengapa saya ingin punya iPhone 5

iPhone 5. Ya, saya ingin memilikinya.

iPhone bukanlah produk pertama kali dari Apple yang saya miliki. Produk pertama yang saya beli adalah sebuah MacBook Pro pada Agustus 2010 lalu. Kecintaan saya pada produk Apple mulai muncul ketika saya menggunakannya sehari-hari. Saya merasa bahwa produktivitas saya semakin bertambah, beban di pundak juga semakin ringan karena MacBook lebih ringan daripada komputer jinjing saya sebelumnya.

Tahun berikutnya, saya membeli sebuah iPhone 4 (16 GB) di bulan Agustus 2011. Saya merasa bahwa ini keputusan yang tepat. Saya suka bagaimana produk tersebut didisain, dan tentu saja fitur-fitur yang ditawarkan. Saya suka produk yang bagus yang bisa menunjang kebutuhan saya sehari-hari, baik pekerjaan, maupun aktivitas sehari-hari. Setahun kemudian, New iPad (64 GB) menemani saya dalam keseharian.

Di bulan 14 Desember 2012, ini iPhone generasi terbaru (iPhone 5) hadir di Indonesia. Dan, saya menginginkannya. Memang benar ada alasan untuk tidak membelinya. Misalnya harga yang terlalu mahal, fitur yang sebenarnya banyak dimiliki oleh ponsel lain, dan masih banyak lagi. Tapi, tentu saja ada alasan untuk membelinya, dan alasan tersebut bisa sangat subyektif. Ini alasan saya mengapa saya menginginkan sebuah iPhone 5.

Disain: Dimensi Baru

iPhone 5

Dari tampilan salah satu perbedaan mencolok adalah dari sisi ukuran yang lebih tinggi. Pertama kali saya mengikuti informasi peluncuran produk iPhone 5 ini, saya merasa penasaran. Lebih tinggi, tetapi tidak lebih lebar. Saya merasakan iPhone 4 yang saya miliki sudah memiliki ukuran yang pas dalam genggaman saya. Walaupun kadang karena saya merasa bahwa jika layar lebih tinggi, harusnya tidak menjadi masalah. Jari saya memang mungkin tergolong agak panjang. Paling tidak sampai dengan saat ini, saya bisa menjangkau semua bagian layar ketika saya memegang iPhone 4 saya dengan satu tangan. Saya sudah mencoba beberapa ponsel pintar dengan ukuran layar lebih tinggi, kadang tidak terlalu mudah untuk bekerja dengan satu tangan.

Tapi, saya rasa iPhone 5 cukup nyaman untuk tetap digunakan dengan menggunakan satu tangan. Saya belum merasakan sendiri, tapi saya berharap demikian.

iPhone 5 memiliki dimensi tinggi 4,87 inci (123,8 mm) dan lebar 2,31 inci (58,6 mm). Sedangkan iPhone generasi sebelumnya (iPhone 4 dan 4S) memiliki tinggi 4,5 inci (115,2 mm) dengan lebar yang sama.

Ada beberapa alasan mengapa disain ini muncul. Dengan ukuran lebih tinggi, tampilan layar dapat menampung ikon aplikasi yang lebih banyak. Alasan yang bagus, walaupun saya tidak terlalu menganggap ini sebuah terobosan yang besar. Saya sendiri saat ini memiliki 366 aplikasi, dan pengaturan aplikasi berdasarkan folder belum terlalu menjadi masalah.

Disain: Bahan Baru

Saya pernah menjatuhkan iPhone saya. iPhone 5 menggunakan bahan aluminium untuk bagian belakangnya — yang sebelumnya menggunakan bahan kaca. Walaupun dengan menggunakan bahan yang berbeda, tapi ini tidak membuat bahwa iPhone 5 menjadi lebih berat dari sebelumnya. iPhone 5 sendiri memiliki berat 3,95 ons (112 gram) — sekitar 20% lebih ringan dibandingkan iPhone 4S dengan berat 4,9 ons (140 gram). Dengan disain yang solid, tetapi dengan berat yang lebih ringan sepertinya bisa menjadi sebuah alasan tersendiri.

Tahan Lama

Walaupun secara harga mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan produk lainnya, tapi ketahanan dari produk merupakan salah satu pertimbangan saya. Laptop sebelum MacBook Pro saya bisa dikatakan hanya berumur sekitar 2 tahun. Masalah yang muncul di laptop saya adalah baterai yang sudah tidak dapat bertahan lama untuk sekali siklus pengisian, bagian laptop yang sudah mulai tergores, belum lagi alasan piranti lunak.

Sejak pertama kali beli, iPhone 4 saya belum pernah mengalami masalah. Semua masih berjalan dengan baik. Bisa dikatakan tanpa ada masalah. Sempat memang ketika dulu ada perbaruan sistim operasi, ada masalah masa aktif baterai. Tapi, hal tersebut sudah dibenahi pada rilis berikutnya. Sampai dengan saat ini, kondisi ponsel masih baik. Sangat baik malah menurut saya.

Produktivitas

Ini yang menurut saya tidak kalah penting. Bukan hal yang luar biasa jika saat ini ponsel harus dapat menjawab kebutuhan lainnya selain berkomunikasi (mengirim pesan atau menelpon). Perkembangan teknologi membuat fungsi ponsel semakin beragam. Saya aktif menggunakan layanan melalui aplikasi. Di iPhone, saya sering membaca dan menjawab surel. Terkoneksi melalui layanan media sosial seperti Twitter, Path, atau Facebook. Menyunting atau membaca dokumen menggunakan Pages, Notes, atau Evernote. Kadang, ketika ingin membaca buku atau dokumen, saya gunakan iBooks. Untuk pengelolaan jadwal, saya menggunakan secara aktif fitur kalender dan Reminder dan mensinkronkan dengan seluruh gadget saya.

Di satu sisi, banyak yang mengatakan kalau tidak banyak yang berubah di iPhone 5. Sistim operasi juga masih sama. Semua aplikasi juga dapat digunakan tanpa masalah. Tapi, ada hal-hal teknis lainnya yang tentu saja mengalami perbaikan.

iPhone 5 di klaim memiliki kecepatan performa yang lebih baik. Baterai juga di klaim menjadi lebih baik. Apa yang saya tulis diatas memang masih berupa gambaran. Kualitas performa belum dapat saya bandingkan. Foto atau video, juga belum ketahuan secara langsung karena belum mencoba.

Sepertinya menarik. Kepingin? Iya.

8 thoughts on “Alasan mengapa saya ingin punya iPhone 5”

  1. Aku pakai mac itu dari thn 2008. Belum lama2 amat sich, computer mac pertamaku iMac, lalu thn 2010 macbook pro, thn ini ipad 4, kalo iphone dr thn 2009 3G S, thn ini 4S. Tapi aku beli iphone lagi itu bukannya krn ngeliat design baru langsung minat, tapi krn iphone 3G S ku udah rusak, hehehe….sedangkan aku orangnya juga gak terlalu geek yg tiap ada produk mac baru pengennya langsung beli….iMac ku masih Leopard, macbook pro ku masih Snow Leopard.

    Semenjak pake mac, aku ketergantungan sama app yg ada di OS ini, dan gak mau pindah balik ke windows OS, karena byk hal, hehehehe….mau instal ini itu dan uninstall juga lebih gampang dan gak makan waktu yg lama

    1. Nah, aku malah baru pakai sejak 2010 (tergolong telat sih ya) hahahaha…

      Tapi memang pada akhirnya adalah dependensi terhadap fitur yang mendukung pekerjaan. Sampai sekarang MBP belum pernah yang namanya problem serius. Semua berjalan tanpa masalah. Memang sih, baterai sudah rusak pada bagian kabel (tapi aku rasa lebih karena memang dasarnya aku yang sembrono). Kabel konektor ke hardisk MBP juga sempat masalah.

      Overall, memang kalau hanya lihat dari sisi harga sih lebih mahal, tapi sepertinya itu terbayar dengan hasil dan peningkatan produktivitas.

      Itu kalau aku lho… :D

  2. tepat banget.. gw bru pake mac air tahun 2013 , lebih telat lagi. produk yg bisa diandalkan buat mendukung kerjaan sebagai wartawan. tapi sayangnya, gbs buka powerpoint dr window dan malas beli karena mahal.

    untuk hp masi nexus4 dan bb. masi nabung buat beli iphone

    hehehe

Tinggalkan komentar